alexametrics
Kamis, 1 Oktober 2020
Kamis, 1 Oktober 2020

Tangani Korona, RS Bhayangkara Polda NTB Butuh Tambahan Ventilator

MATARAM-Fasilitas penanganan Covid-19 di Rumah Sakit Bhayangkara Polda NTB masih terbatas. Tak seperti rumah sakit rujukan Covid-19 lainnya. ”Kita kekurangan ventilator. Kita baru punya satu ventilator,” kata Kabiddokkes Polda NTB dr Ubaidillah, Rabu (29/4) lalu.

Namun, pihaknya bakal menambah ventilator untuk memaksimalkan penanganan pasien Covid-19. Tak hanya itu, langkah itu untuk mengantisipasi kejadian terburuk akibat pandemi virus korona tersebut. “Kita sudah pesan lima ventilator,” ujarnya.

Ventilator yang dipesannya belum datang. Masih terkendala pengangkutan. “Maklum saat ini pengangkutan sedikit sulit, karena di beberapa pelabuhan sudah ditutup,” ujarnya.

Tetapi, Ubaidillah terus mengupayakan agar ventilator tambahan itu segera datang. Agar, penanganan pasien Covid-19 lebih baik lagi. ”Mudahan segera datang,” harapnya.

Dia mengatakan, Rumah Sakit Bhayangkara bukan rumah sakit rujukan. Tetapi, rumah sakit tersebut menjadi ring dua. ”Kita menjadi second line dalam penanganan pasien Covid-19,” ujarnya.

Pihak rumah sakit hanya menangani gejala ringan. Tak hanya itu, tim satgas Covid-19 Polda NTB membantu pemerintah untuk melakukan rapid tes. ”Agar penanganan untuk memutus rantai penyebaran virus lebih cepat,” ungkapnya.

Saat ini, masih tinggal empat pasien Covid-19 yang dirawat di RS Bhayangkara. Mereka anggota Polda NTB siswa Sekolah Pembentukan Perwira  (Setukpa). ”Empat orang itu terjangkit saat mengikuti pendidikan di Sukabumi, Jawa Barat (Jabar),”  bebernya.

Kesehatan mereka berangsur baik. Tidak merasakan gejala adanya Covid-19. ”Tetapi belum diperbolehkan pulang karena harus menunggu hasil Swab,” ujarnya.

Dia mengingatkan, jangan remehkan penyebaran virus korona. Sampai kini belum ada vaksin atau obat penawarnya. ”Saya imbau masyarakat untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19,” imbaunya.

Masyarakat harus rajin cuci tangan, menggunakan masker saat bepergian, dan jaga jarak. ”Itu harus diterapkan selama pandemi ini,” peringatnya. (arl/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

BioSolar Non Subsidi, Solusi Kebutuhan Masyarakat Sumbawa

”Supaya mempermudah pelanggan membedakan jenis produk BBM yang dibeli,” terang Unit Manager Communication Relation & CSR Pertamina MOR V Rustam Aji melalui rilis yang diterima Lombok Post, Rabu (30/9/2020).

Banyak Manfaat, Petani di Mataram Justru Enggan Terima Kartu Tani

”Ketika daftar, dia berada di titik lahan A dengan luas sekian. Namun, ketika kartu ini keluar, dia sudah mutasi nyewa lahan lain dengan luas berbeda,” jelasnya, Selasa (29/9/2020).

Bisnis Hidroponik, Bantu Perekonomian Warga Kota saat Pandemi

”Mereka bisa jual sendiri, atau bisa juga bermitra dengan kami. Soal pasar, kami yang carikan,” katanya kepada Lombok Post, Rabu (30/9/2020).

Dilantik Lusa, Kontribusi Pemuda Muhammadiyah Kota Mataram Dinanti

"Kita mengambil tema meneguhkan semangat kepemudaan untuk Kota Mataram maju dan religius," kata Ketua PDPM Kota Mataram Iskandar.

Dompu Zona Merah, Simulasi KBM Tatap Muka Dua Sekolah Distop

Rinciannya, SMAN 1 dan 2 Kilo, SMAN 1 dan 3 Pekat, SMAN 1 Kempo, SMKN 1 Manggalewa, SMKN 2 Dompu, dan SMAN 1 Hu’u. Namun, hanya simulasi di SMKN 2 Dompu dan SMAN 1 Hu’u yang dihentikan. ”Pertimbangannya, karena sekolah itu ada di wilayah kota dan dekat kota, sebagai pusat penyebaran Covid-19,” jelasnya.

Cegah Penyakit Jantung di Masa Pandemi

dr. Yusra Pintaningrum, SpJP(K),FIHA,FAPSC,FAsCC

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Zona Hijau Korona di NTB Kian Berat

”Indikatornya lebih tajam lagi. Kemarin, yang dihitung hanya pasien positif (Covid-19) saja. Sekarang probable juga dihitung,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, usai rapat evaluasi penanganan Covid-19, di kantor gubernur NTB, kemarin (28/9).

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks