alexametrics
Minggu, 27 September 2020
Minggu, 27 September 2020

20 Pedagang Pasar ACC Ampenan Jadi Korban Pungli

MATARAM-Inspektorat Kota Mataram merampungkan pemeriksaan terhadap pungli di Pasar ACC, Ampenan. ”Sudah kita berikan rekomendasi kepada dinas terkait,” kata Inspektur Kota Mataram Lalu Alwan Basri.

Isi rekomendasi tak ingin dibuka inspektorat lebih dalam. Terutama yang berkaitan dengan sanksi terhadap oknum. Pastinya, di rekomendasi, inspektorat memberikan gambaran mengenai kondisi yang terjadi ketika peristiwa pungli terjadi. Juga setelah itu.

Selama pemeriksaan kemarin, inspektorat sudah mengambil keterangan dari beberapa pihak. Seperti juru pungut, petugas keamanan, petugas kebersihan, penjaga malam, kepala pasar dan wakilnya, hingga mantan kepala pasar.

Seluruhnya dikroscek dan dikonfirmasi petugas,” ujarnya..

Hasil pemeriksaan, kata Alwan, ada beberapa pedagang yang memang dipungut biaya secara tidak resmi. Bukan saja mereka yang berada di los baru, tapi juga di los lama. Pedagang dipungut dari nominal Rp 500 ribu hingga Rp 2 juta.

Indikasinya dilakukan terhadap pedagang di los baru. Jumlah (korban) lebih dari 20 pedagang,” beber Alwan.

Selain jumlah korban, inspektorat juga menelusuri aliran uang pungli. Mengenai ini, Alwan memastikan uang pungli terhenti di pasar. Diduga untuk kepentingan orang-orang yang ada di Pasar ACC saja.

Permainan pungli di pasar ya seperti itu,” tuturnya.

Alwan menerangkan, pemeriksaan di inspektorat sudah rampung. Hasil berupa rekomendasi juga telah diberikan kepada OPD terkait, yakni Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram.

Apakah rekomendasi berisi mengenai pemecatan terhadap juru pungut yang terlibat. Atau sanksi mencopot jabatan kepala pasar sebagai bentuk tanggung jawab, tak dijawab Alwan secara gamblang. Yang pasti kewenangan itu berada di pimpinan OPD terkait.

Keputusannya kita beri ke kepala OPD,” imbuh Alwan.

Setelah memberikan rekomendasi, inspektorat harus memfinalkan laporan. Yang ditujukan kepada aparat penegak hukum (APH). Mengingat kasus ini semua diungkap jajaran Satreskrim Polresta Mataram.

Sementara itu, Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh menegaskan, rekomendasi dari inspektorat harus dijalankan. Apalagi ini menjadi salah satu bentuk tanggung jawab dari pimpinan. Jika tidak ditindaklanjuti, bisa menjadi preseden buruk.

Kepala daerah tidak boleh tidak menindaklanjuti. Nanti tetap akan dijalankan,” katanya.

Kata Ahyar, pasar memiliki posisi penting dan strategis. Sebagai tempat berkumpulnya warga yang melakukan kegiatan perekonomian.

Tugas kepala pasar, bukan sekadar mengatur pedagang. Bukan hanya keliling pagi-pagi untuk memungut retribusi. Tapi bagaimana bisa menjaga dan memelihara segala aset yang ada di pasar. Termasuk mencegah terjadinya pungli.

Retribusi harus sesuai ketentuan. Bukan main pungut seenaknya. Di sana ada aturan dan ketentuan, kepala pasar lebih tahu itu,” ujarnya.

Ahyar menegaskan, semua kepala pasar harus taat aturan. Masih adanya pungli membuat dirinya sangat prihatin. ”Kok masih ada pungli-pungli itu. Semua orang sekarang bisa mengawasi,” cecar Ahyar.

Lebih lanjut, Ahyar menyebut masyarakat sekarang sudah pintar. Semua orang bisa mengawasi proses pembangunan. Masyarakat bisa menilai mana yang salah dan tidak. Karena itu, selaku pimpinan, Ahyar ingin memastikan bawahannya bekerja dengan baik. Bersih. Bisa memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.

Jadi tolong, supaya tidak main-main lagi. Tidak ada pungli lagi,” tegasnya sekali lagi. (dit/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Penataan Kawasan Wisata Senggigi Dimulai

Penataan kawasan wisata Senggigi direalisasikan Dinas Pariwisata (Dispar) Lombok Barat (Lobar). Sayang, dari tujuh proyek dalam perencanaan, hanya lima yang bisa dieksekusi.

LPPOM MUI NTB Target Sertifikasi Halal 125 Usaha Rampung Tahun Ini

”Rinciannya, dari Dinas Perindustrian NTB dan pusat sebanyak 75 usaha, serta Dinas Koperasi Lombok Barat sebanyak 50 usaha,” katanya, kepada Lombok Post, Rabu (23/9/2020).

Solusi BDR Daring, Sekolah Diminta Maksimalkan Peran Guru BK

Jika terkendala akses dan jaringan internet, layanan dilaksanakan dengan pola guru kunjung atau home visit. ”Di sanalah mereka akan bertemu dengan siswa, orang tua, keluarga. Apa permasalahan yang dihadapi, kemudiann dibantu memecahkan masalah,” pungkas Sugeng.

Subsidi Kuota Internet, Daerah Blank Spot di NTB Pertanyakan Manfaat

”Kalau jangkauan towernya luas, tentu ini sangat menunjang sekaligus mendukung pemanfaatan kebijakan pusat,” tandasnya.

Anugerah Pewarta Astra 2020 Kembali Digelar

Astra mengajak setiap anak bangsa untuk menebar inspirasi dengan mengikuti Anugerah Pewarta Astra 2020. ”Di NTB sendiri kami membina warga Kelurahan Dasan Cermen yang merupakan wilayah Kampung Berseri Astra. Harapannya, masyarakat dapat menggambarkan dukungan Astra untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih optimis demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa,” ujar Gusti Ayu.

Pilwali Mataram, HARUM satu SALAM dua MUDA tiga BARU empat

Pengundian nomor Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota Mataram dan Wakil Wali Kota Mataram berjalan di bawah protokol Pandemi Covid-19 dengan ketat, pukul 19.00 wita-selesai semalam.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks