alexametrics
Selasa, 11 Agustus 2020
Selasa, 11 Agustus 2020

Cegah Penularan Korona, Lapas Mataram Bakal Bebaskan Ratusan Narapidana

MATARAM-Mewabahnya virus korona menjadi berkah tersendiri bagi ratusan narapidana di Lapas Mataram. Lapas berencana  membebaskan 200 lebih narapidana untuk mencegah penularan. Mereka dibebaskan lebih cepat dari masa hukuman.  ”Langkah itu untuk mencegah peredaran virus korona,” kata Kalapas Mataram M Susanni, kemarin (1/4).

Mereka diberikan asimilasi sesuai dengan Peraturan Menteri Hukum dan HAM (Permenkumham) Nomor 10 Tahun 2020 tentang Syarat Pemberian Asimilasi dan Hak Integrasi bagi Narapidana dan anak dalam rangka pencegahan dan penanggulangan penyebaran korona. ”Atas dasar itu kita ajukan mereka keluar lebih cepat,” ujarnya.

Untuk mendapatkan asimilasi dan hak integrasi harus memenuhi beberapa syarat. Harus sudah mengantongi cuti menjelang bebas, cuti bersyarat, sudah menjalani dua pertiga masa pidananya tertanggal 1 April hingga 31 Desember 2020.

Tak hanya itu, napi tersebut juga tidak terkait dengan Peraturan Pemerintah (PP) 99 Tahun 2019 tentang syarat dan tata cara pelaksanaan hak warga binaan pemasyarakatan, mengatur pengetatan remisi dan pembebasan bersyarat kepada Napi Korupsi, narkoba, dan terorisme. Terakhir,  bukan napi  warga negara asing. ”Tidak ada program bagi napi yang masuk kategori PP 99 itu,” jelasnya.

Susanni mengaku, 200 napi itu yang telah diusulkan mendapatkan asimilasi dan hak integrasi telah memenuhi syarat. Pelepasan mereka dilakukan bertahap selama tujuh hari ke depan. ”Hari ini (kemarin), kita bebaskan sebanyakk 25 Napi,” bebernya.

Dia belum bisa menjelaskan secara mendetail jumlah kasus napi yang mendominasi. Apakah kasus narkoba, korupsi, atau pidana umum. ”Nah, kalau yang itu perlu saya lihat data lagi,” ungkapnya.

Yang pasti, diperkirakan ada 200 lebih narapidana yang bakal dibebaskan. Termasuk juga napi yang terjerat kasus korupsi. ”Kalau napi korupsi yang bisa bebas tidak masuk dalam PP 99 bisa saja dia bebas sekarang,” kata Susanni.

Dia belum memastikan, angka 200 itu bisa berubah atau tidak. Karena, sampai saat ini petugas masih melihat satu per satu data tahanan. ”Apakah bisa masuk dalam program tersebut atau tidak. Kalau ada ya tetap kita akan usulkan nanti,” jelasnya.

Sampai saat ini, ada sebanyak 1.043 warga binaan yang ada di dalam Lapas. Sedangkan kapasitas Lapas hanya sebanyak 350 orang. ”Kondisi Lapas kita sudah overkapasitas,” ungkapnya.

Tentunya, kondisi itu membuat warga binaan resah. Karena, penyebaran virus korona tidak mengenal kondisi dan lokasinya. ”Kita antisipasi peredaran virus korona di dalam Lapas,” pungkasnya. (arl/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Penjualan Mobil Toyota di NTB Masih Stagnan, Avanza Paling Diminati

”Dibanding saat kondisi normal, penjualan mobil baru pulih di angka 40-50 persennya saja. Kondisi ini bisa dibilang masih jauh dari situasi penjualan saat normal dulu,” kata Kepala Cabang Krida Toyota NTB Samsuri Prawiro Hakki, kepada Lombok Post, Senin (10/8/2020).

Data Kemiskinan NTB Belepotan, Verifikasi dan Validasi Sangat Lambat

Verifikasi dan validasi data kemiskinan atau data terpadu kesejahteraan sosial (DTSK) di NTB rupanya masih lambat. Hingga kemarin, baru lima daerah yang melaporkan hasil verifikasi dan validasi DTSK tersebut. Dari lima daerah itu, progres tiga daerah belum sampai 50 persen.

Kurikulum Darurat, Materi Belajar Siswa Dipangkas Hingga 70 Persen

LAMA DINANTI, Kurikulum darurat secara resmi telah diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Pada kurikulum ini, banyak materi yang dipangkas bahkan lebih dari separo.

Lale Sileng, Figur Pemimpin Perempuan Kaya Pengalaman Birokrasi

Kenyang pengalaman di dunia birokrasi, Hj Lale Prayatni punya modal mumpuni untuk memimpin daerah. Urusan mengelola birokrasi, anggaran, hingga perencanaan dan pelaksanaan pembangunan, sudah lekat dengan kesehariannya. ”Sudah khatam saya soal itu,” kata Prayatni.

Harga Emas Naik, Aktivitas Pegadaian di Mataram Ikut Melonjak

Kondisi ini membuat jumlah penggadai yang mendatangi PT Pegadaian (Persero) terus bertambah. ”Dalam sehari, cabang atau unit besar yang ada di Mataram, biasa melayani lebih dari 50 orang nasabah. Kalau unit kecil sekitar 30-40 saja,” kata Suciati Triastuti, Asisten Manager Pegadaian Kota Mataram kepada Lombok Post, Senin (10/8/2020).

Tiga Ribu Desa di Indonesia Tanpa Listrik, 11 Ribu Tak Ada Internet

Peresmian Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-25 oleh Wapres Ma’ruf Amin di Jakarta kemarin (10/8) menjadi hari bersejarah untuk warga Dusun Tumba, Desa Tamaila Utara, Kecamatan Tolangohula, Kabupaten Gorontalo. Sebab saat itu juga warga bisa merasakan listrik sekaligus sambungan internet.

Paling Sering Dibaca

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Cucu Bupati Pertama Loteng Siap Mengabdi untuk Lombok Tengah

Menjadi satu-satu sosok perempuan, Hj Lale Prayatni percaya diri maju menjadi calon bupati Lombok Tengah. Birokrat perempuan ini ingin membawa perubahan bagi Lombok Tengah ke arah lebih baik. ”Saya terpanggil untuk mengabdi di kampung halaman saya,” kata Hj Lale Prayatni, Minggu (9/8).

Digerebek Polisi, Doyok dan Tutik Gagal Nyabu di Karang Bagu

Terduga pengedar sabu berinisial H alias Doyok ditangkap tim khusus (Timsus) Ditresnarkoba Polda NTB. Dia diringkus bersama seorang perempuan berinisial HT alias Tutik, Jumat sore (7/8) lalu.

Lale Sileng Pilih Yusuf Saleh Sebagai Wakil di Pilbup Loteng

Lale Prayatni memutuskan untuk menggandeng HM Yusuf Saleh. “Ya,” kata Lale singkat saat dihubungi, Minggu (9/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks