alexametrics
Senin, 28 September 2020
Senin, 28 September 2020

Dae Ferra Berkelit Tak Terima Fee

MATARAM-Sidang kasus dugaan korupsi Sampan Fiberglass kembali berlanjut, Selasa (30/4). Pada sidang dengan terdakwa Taufik Rusidi itu, menghadirkan saksi Hj Ferra Amalia, selaku mantan Ketua DPRD Kota Bima.

Dae Ferra sapaan akrabnya, mengaku tak terlibat langsung dalam proyek. Dia hanya membantu mengurus administrasi pengajuan penawaran hingga pencairan uang proyek.

Dari data informasi, pada proyek itu ada lima perusahaan yang menjalankan proyek tersebut. Masing-masing perusahaan melakukan pengadaan peralatan sampan di daerah terpisah.

Misalnya seperti CV Wadah Bahagia melakukannya di Desa Lamere, Sape dengan kontrak Rp 198.380.000. CV Lewamori Putra di Desa Kore kontraknya Rp 198.290.000. CV Lamanggila di Desa Punti dengan nilai Rp 198.450.000. CV Sinar Rinjani dengan nilai kontrak Rp 198.380.000. Terakhir,  CV Bima Putri Pratama di Desa Bajo Pulau dengan nilai kontrak Rp 198.200.000.

Setelah administrasi perusahaan selesai, Dae Ferra tak melanjutkan perannya langsung. Dia menyerahkan seluruh prosesnya ke Abdul Haris. ”Semua diurus Abdul Haris hingga mengantarkan seluruh berkas administrasi perusahaan itu ke Dinas PU Kota Bima,” terangnya dihadapan Majelis Hakim.

Saat ditanya Suradi selaku ketua majelis hakim mengenai fee proyek, Dae Ferra malah berkelit. ”Saya tidak terima fee dari masing-masing perusahaan,” kelitnya.

Dia juga mengaku  tidak pernah berhubungan secara langsung dan tidak langsung dengan Dinas PU. ”Setelah semua proses administrasi selesai saya tidak pernah berhubungan dengan orang PU,” ucapnya.

Dia mengerjakan persyaratan administrasi perusahaan itu karena dimintai tolong oleh almarhum mantan Bupati Bima Ferry Zulkarnain. ”Saya hanya diminta untuk menyelesaikan proses hingga pencairan anggarannya,” bebernya.

Dae Ferra juga mengaku, dirinya kurang paham dengan pengerjaan fisik di lapangan. Proses  pekerjaan fisik sampan dilakukan Abdul Halim  dari PT Bima Mutiara Sanggar  (BMS). “Perusahaan yang saya urus itu hanya membeli peralatan nelayan. Seperti, mesin sampan, jaring, pelampung, dan kompas,” jelasnya.

”Satu sampan mendapatkan dua mesin. Per mesin harganya Rp 16,5 juta. Jadi, totalnya untuk satu sampan Rp 33 juta,” ungkapnya. (arl/r2) 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Belum Terima Bantuan Kuota, Siswa Diminta Lapor ke Sekolah

Bantuan subsidi kuota internet 2020 dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) resmi dikucurkan sejak Selasa (22/9). Kuota diberikan bertahap. Bila hingga batas waktu belum menerima, peserta didik dan pendidik dipersilahkan lapor.

Penataan Kawasan Wisata Senggigi Dimulai

Penataan kawasan wisata Senggigi direalisasikan Dinas Pariwisata (Dispar) Lombok Barat (Lobar). Sayang, dari tujuh proyek dalam perencanaan, hanya lima yang bisa dieksekusi.

LPPOM MUI NTB Target Sertifikasi Halal 125 Usaha Rampung Tahun Ini

”Rinciannya, dari Dinas Perindustrian NTB dan pusat sebanyak 75 usaha, serta Dinas Koperasi Lombok Barat sebanyak 50 usaha,” katanya, kepada Lombok Post, Rabu (23/9/2020).

Solusi BDR Daring, Sekolah Diminta Maksimalkan Peran Guru BK

Jika terkendala akses dan jaringan internet, layanan dilaksanakan dengan pola guru kunjung atau home visit. ”Di sanalah mereka akan bertemu dengan siswa, orang tua, keluarga. Apa permasalahan yang dihadapi, kemudiann dibantu memecahkan masalah,” pungkas Sugeng.

Subsidi Kuota Internet, Daerah Blank Spot di NTB Pertanyakan Manfaat

”Kalau jangkauan towernya luas, tentu ini sangat menunjang sekaligus mendukung pemanfaatan kebijakan pusat,” tandasnya.

Anugerah Pewarta Astra 2020 Kembali Digelar

Astra mengajak setiap anak bangsa untuk menebar inspirasi dengan mengikuti Anugerah Pewarta Astra 2020. ”Di NTB sendiri kami membina warga Kelurahan Dasan Cermen yang merupakan wilayah Kampung Berseri Astra. Harapannya, masyarakat dapat menggambarkan dukungan Astra untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih optimis demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa,” ujar Gusti Ayu.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.

Trailer Film MOHAN Bikin Baper

Kreativitas sineas Kota Mataram terasa bergairah. Ditandai dengan garapan film bergenre drama romantic berjudul ‘Mohan’ yang disutradai Trish Pradana. Film yang direncanakan berdurasi sekitar 35 menit ini mengisahkan perjalanan asmara Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskan dengan istrinya Hj Kinastri Roliskana. Film Mohan dijadwalkan mulai tayang Bulan Oktober mendatang.
Enable Notifications    Ok No thanks