alexametrics
Minggu, 9 Agustus 2020
Minggu, 9 Agustus 2020

Usut Harta Bandar Narkoba, Polda NTB Minta Bantuan PPATK

MATARAM-Penyidik Ditresnarkoba Polda NTB memperkuat bukti tindak pidana pencucian uang (TPPU) dua bandar narkoba. Yakni, bandar sabu berinsial TZS alias Gery dan MR alias Sultan. ”Saat ini, masih menunggu hasil penelurusan dari  lembaga terkait. Kita sudah kirim berkasnya,” kata Dirnarkoba Polda NTB Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma R, Rabu (1/7).

Penyidik melibatkan dua lembaga untuk mengusut TPPU. Yakni, penyedia jasa keuangan atau perbankan dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). ”Mereka nanti kita mintakan untuk penelusurannya,” ungkapnya.

Yang ditelusuri adalah tapak jejak digital perbankan. Juga aset yang disamarkan. ”Yang disamarkan itu dalam bentuk kendaraan, rumah dan lain sebagainya,” jelasnya.

Helmi menerangkan, TPPU bisa diusut karena ada tindak pidana asalnya. Mereka ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus TPPU itu karena terjerat kasus narkoba. ”Harta kekayaan yang dimiliki itu diduga didapatkan dari hasil kejahatan. Yakni, bisnis narkoba,” kata dia.

Terkait dengan proses persidangannya, nanti akan dipisahkan. Bisa saja nanti, kasus TPPU-nya lebih cepat diselesaikan dibanding tindak pidana narkobanya. “Tidak harus menunggu kasus narkobanya inkrah dulu. Kalau berkas TPPU-nya duluan selesai, mungkin perkara TPPU-nya yang disidangkan,” bebernya.

Dia menerangkan, penyidik mengusut kasus TPPU-nya diusut agar uang dan barang yang didapatkan dari hasil penjualan narkoba dapat disita negara.

Diketahui, bandar sabu berinisial TZS alias Gery, 51 tahun ditangkap di Komplek BTN Sandik, Mei lalu. Dari penangkapannya, tim menyita barang bukti narkoba jenis sabu-sabu seberat 289,58 gram dan 150 butir pil ekstasi berwarna merah muda.

Selain itu, ada uang tunai Rp 200 juta. Diduga uang tersebut merupakan hasil penjualan narkoba.

Terakhir, yang diarahkan terjerat kasus TPPU adalah bandar sabu asal Karang Bagu berinisial MR alias Sultan, 34 tahun. Dia ditangkap di rumahnya, Senin (15/6).

Dari hasil penggeledahan, polisi mengamankan poketan narkoba seberat  10,10 gram. Polisi juga menyita, buku catatan transaksi narkoba, uang tunai dalam brankas Rp 15 juta. Diduga hasil penjualan narkoba.

Ditambah lagi terdapat sembilan buku tabungan. tiga kendaraan roda empat dan enam kendaraan roda dua yang tiga diantaranya jenis trail.

Gery dan Sultan telah ditetapkan sebagai tersangka. Dia dijerat pasal 3 dan pasal 5 Undang-Undang Nomor 8/2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan  TPPU. (arl/r2)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Dewan Lombok Barat Minta Pekerja Hiburan Malam Jalni Rapid Test

Antisipasi penyebaran covid di tempat hiburan malam bisa lebih ketat. DPRD Lombok Barat (Lobar) mengusulkan para pekerja hiburan malam untuk dirapid test. ”Ini juga masuk bagian protokol kesehatan,” kata Ketua DPRD Lobar Hj Nur Hidayah, Jumat (7/8)

Fitch Ratings Indonesia Naikkan Peringkat Bank Bukopin Jadi AA-

Peringkat Nasional Jangka Panjang Bank Bukopin dinaikkan menjadi ‘AA-(idn)’ dari ‘BBB+(idn)’

Mata Air Lombok Utara Hanya Tersisa 77 Titik

Pemerintah KLU mencatat jumlah mata air potensial hanya tersisa 77 titik. Angka potensial itu terdeteksi sangat minim, dibandingkan total 238 mata air yang sebelumnya ada.

NTB Tuan Rumah Festival Ekonomi Syariah 2020

Provinsi NTB terpilih menjadi tuan rumah penyelenggaraan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) atau Festival Ekonomi Syariah Indonesia ke-7 tahun 2020. ”Provinsi NTB sekaligus menjadi koordinator penyelenggaraan festival tahun ini,” kata Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dalam pembukaan ISEF 2020 secara virtual, Jumat (7/8).

Layangan Nyangkut Ganggu Jaringan Listrik Lombok

MATARAM-Akhir-akhir ini layang-layang kerap mengganggu aktivitas warga. Layangan putus banyak nyangkut di jaringan listrik PLN. Akibatnya listrik harus dipadamkan. ”PLN mencatat beberapa kali gangguan listrik yang disebabkan oleh layang layang,” kata Manager PLN UP3 Mataram Dony Noor Gustiarsyah, Jumat (7/8).

Tahun ini NTB Butuh Rp 8,3 Miliar Tangani Kekeringan

Seperti tahun-tahun sebelumnya, dana penanganan kekeringan tidak pernah sedikit. Tahun ini, BPBD NTB kembali mengusulkan dana hingga Rp 8,3 miliar lebih untuk atasi bencana kekeringan. ”Ini sedang kami usulkan mudahan dananya tersedia,” kata Plt Kepala Pelaksana BPBD NTB H Ahmadi, Jumat  (7/8).

Paling Sering Dibaca

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Peredaran Gelap Tramadol di Gomong Mataram, Lima Orang Ditangkap

Tim Satnarkoba Polresta Mataram menggerebek rumah pengedar obat-obatan daftar G di Gomong, Mataram, Rabu (5/8). Sebanyak lima orang ditangkap. ”Dua pembeli, satu perempuan sebagai  penyedia, dan dua penjual,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson usai penggerebekan.

TGB Dukung Mohan, Bang Zul Jagokan Selly di Mataram

Jika Bang Zul (panggilan akrab H Zulkieflimansyah) mendukung pasangan Hj Putu Selly Andayani-TGH Abdul Manan (paket Salaman). Maka tidak dengan TGB. Pria yang berkuasa selama 10 tahun di NTB itu memilih mendukung pasangan H Mohan Roliskana-TGH Mujibburahman (pasangan Harum).

Idola Baru Wisatawan, Bukit Pal Jepang Terapkan Sistem Booking Online

Begitu dibuka, Bukit Pal Jepang Desa Sapit, Kecamatan Suela, jadi incaran wisatawan. Dalam sebulan, bukit dengan ketinggian 2.300 meter di atas permukaan laut itu sudah didaki 3.550 wisatawan. Ibarat tengah berpuasa, inilah waktunya berbuka, setelah selama pandemi Covid-19 menahan dahaga akan sepinya wisatawan.
Enable Notifications.    Ok No thanks