alexametrics
Minggu, 20 September 2020
Minggu, 20 September 2020

Sabu Milik Bagong Dimusnahkan

MATARAM– Badan Narkotika Nasional (BNN) NTB kembali memusnahkan  narkoba jenis sabu, kemarin (1/10). Kali ini, mereka memusnahkan barang haram itu seberat 480,76 gram.

Pada pemusnahan itu disaksikan jaksa penuntut unum Kejati NTB Ginung Pratidina; penasihat hukum tersangka Usep Saifullah; Panitera Muda Pidana pada Pengadilan Negeri Mataram Dewa Ketut Widhana; serta perwakilan dari Dinas Kesehatan Provinsi NTB dan BBPOM Mataram.

Sebelum dimusnahkan, tim BNN NTB memperlihatkan kandungan narkoba yang akan dimusnahkan kepada awak media. Pengecekan kandungan narkoba itu menggunakan alat khusus. Langkah itu dilakukan untuk meyakinkan ke publik sabu yang dihancurkan itu mengandung metamfetamin.

Sabu dimusnahkan dengan dimasukkan ke dalam blender yang sudah diisi air. Selanjutnya sabu yang melarut itu dicampur lagi dengan oli bekas. Campuran tersebut kemudian ditimbun di halaman kantor BNNP NTB.

Kepala BNN NTB Brigjen Pol Gde Sugianyar Dwi Putra mengatakan, sabu yang dimusnahkaan tersebut merupakan hasil penangkapan terhadap Agus Martha Suhendi alias Bagong.  tim BNN menangkap pria berusia 30 tahun itu pada Agustus lalu. ”Barang bukti sabu yang diamankan petugas seberat 484,55 gram,” kata Sugianyar di Kantor BNN NTB, kemarin(1/10).

Sementara yang dimusnahkan hanya 480,76 gram. Sisanya sudah disisihkan untuk uji laboratium. ”Itu juga nanti dijadikan sebagai barang bukti di persidangan,” bebernya.

Sugianyar mengatakan bahwa penyidik saat ini sedang menyusun berkas perkara atas nama Bagong tersebut. Berkas nantinya jika dipandang sudah cukup maka dikirim ke jaksa peneliti Kejati NTB.

Sementara itu, penelusuran pengirim barang, Sugianyar mengaku masih berkoordinasi dengan BNN RI dan BNN Provinsi DKI Jakarta. “Pergerakan mereka sudah dimonitor. Kita akan pantau ke manapun jaringannya,” tegasnya.

Tersangka Bagong yang ditangkap pada Jumat (9/8) lalu. Dia memanfaatkan istri dan sepupunya untuk terlibat dalam bisnis narkoba.

Sabu dikirim lewat paket kilat dari Jakarta. Dari pengakuannya, dia sudah  dua kali menerima  pengiriman.

Penerima ditujukan untuk Elis S dengan alamat Pagesangan Indah, Pagesangan, Mataram. Alamat itu palsu.

Bagong menyuruh istrinya, SR serta sepupunya berinisial AF untuk mengambil paket di kantor cabang jasa pengiriman di Mataram. Namun paket itu padahal milik Bagong. Rencananya, narkoba itu akan dijual di wilayah Lombok Timur.  Setiap berhasil mengantar, Bagong mendapat upah Rp 5 juta. (arl/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

14 Ribu UMKM Lombok Utara Diusulkan Terima Banpres

Jumlah UMKM KLU yang diusulkan menerima bantuan presiden (Banpres) Rp 2,4 juta bertambah. Dari sebelumnya hanya 4. 890, kini tercatat ada 14 ribu UMKM. ”Itu berdasarkan laporan kabid saya, sudah 14 ribu UMKM yang tercatat dan diusulkan ke pusat,” ujar Plh Kepala Diskoperindag KLU HM Najib, kemarin (18/9).

Cegah Penyimpangan, Bupati Lobar Amankan 640 Dokumen Aset Daerah

Dinas Arsip dan Perpustakaan Lombok Barat (Lobar) terus mencari dokumen-dokumen aset milik pemkab. ”Kalau arsip (dokumen) hilang, aset daerah juga melayang,” kata Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Lobar H Muhammad Yamil.

Penuh Sampah, Warga Dasan Geres Turun Bersihkan Sungai

Pola hidup bersih digalakkan warga di Lingkungan Dasan Geres Tengah. Salah satunya melalui program sungai bersih. ”Kita ciptakan lingkungan bersih dan asri,” kata Lurah Dasan Geres Hulaifi, kemarin.

Perintah Menteri, RT Wajib Bentuk Satgas Penaganan Covid-19

Upaya menekan penyebaran virus COVID-19 masih harus gencar. Salah satu kebijakan baru yang digagas adalah mewajibkan membentuk satgas penanganan COVID-19 hingga level kelurahan, dusun atau RT/RW. Satgas tersebut nantinya bertugas mengawal pelaksanaan kebijakan satgas pusat di lapangan.

Senggigi Telah Kembali (Bagian-2)

SELAMA berminggu-minggu “kegiatan tidak berarti ini” dilaksanakan tanpa ada maksud apa-apa kecuali biar sampah tidak menumpuk. Namun keberartian “kegiatan tidak berarti ini” justru menjadi simpul efektif dari kebersamaan dan rasa senasib sepenangungan seluruh komponen yang ikut bergotong royong.

Gowes di Jalan Raya Kini Tak Bisa Lagi Serampangan, Ini Aturannya

Belakangan tren bersepeda marak. Agar tertib, maka Kementerian Perhubungan mengeluarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 59 Tahun 2020 Tentang Keselamatan Pesepeda di Jalan pada 14 Agustus lalu. Kemenhub rutin untuk melakukan sosialisasi.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Pemda di NTB Wajib Daftarkan Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan

"Seluruh tenaga kerja di NTB, baik yang ada di lingkungan pemerintah atau pun swasta, baik sektor formal maupun informal wajib mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan," tegas Wisma.
Enable Notifications    Ok No thanks