alexametrics
Jumat, 14 Mei 2021
Jumat, 14 Mei 2021

Kerugian Negara Dikembalikan ke Itjen Kementan, Kajati NTB: Dasarnya Apa?

MATARAM-Kepala Kejati NTB Tomo Sitepu mempertanyakan dasar pengembalian kerugian negara dugaan korupsi pengadaan benih jagung tahun 2017 ke Itjen Kementerian Pertanian (Kementan). “Atas dasar apa tersangka mengembalikan uang ke Itjen Kementan?” tanya dia.

Dia pun curiga, tersangka diam-diam mengembalikan kerugian negara setelah penanganan kasus tersebut ditingkatkan ke penyidikan, untuk menutupi tindakan mereka. Seolah-olah kerugian negara sudah dikembalikan. ”Enak sekali mereka kembalikan diam-diam. Seandainya kita tidak usut, mereka pasti makan uang temuan kerugian negara itu,” katanya sedikit jengkel.

Sebelumnya, Direktur PT SAM berinisial AP melalui penasihat hukumnya Emil Siain mengaku sudah mengembalikan kerugian negera  sesuai LHP BPK. Pembayaran temuan kerugian negara dilakukan langsung ke Itjen Kementerian Pertanian, Februari 2021 lalu. ”Kita terima bukti pelunasannya pada bulan Maret 2021,” kata Emil.

Kajati Tomo Sitepu menegaskan, jika pengembalian kerugian negara dilakukan diam-diam dan memungkinkan kasusnya tidak dilanjutkan, itu cara yang salah. “Kami memiliki temuan sendiri dan sekarang masih dihitung oleh BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan),” bebernya.

Dia menjelaskan, sesuai Pasal 23 UU Nomor 15 Tahun 2014 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara, waktu pengembalian kerugian negara adalah 60 hari setelah LHP BPK dikeluarkan. “Nah, ini bukannya sudah bertahun-tahun baru dikembalikan?” tanya Tomo lagi

Kajati pun tidak mengetahui sama sekali uang apa yang dikembalikan ke Itjen. ”Walaupun sudah  kembalikan ke Itjen, itu bukan masuk dalam catatan kami kalau mereka sudah kembalikan kerugian negara,” kata dia.

Diketahui dalam kasus tersebut, Kejati NTB telah menetapkan empat tersangka. Di antaranya,  mantan Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan  NTB berinisial HF; Pejabat Pembuat Komitmen berinisial IWW;  Direktur PT SAM berinisial AP; dan Direktur PT WBS berinisial LIH. (arl/r1)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks