alexametrics
Minggu, 19 September 2021
Minggu, 19 September 2021

Baru Sebulan Keluar Penjara Sudah 14 Kali Mencuri

MATARAM-Pelaku pencurian dengan pemberatan (Curat) berinisial MP alias Jayen, dilumpuhkan polisi. Pemuda 19 tahun yang disinyalir menjadi otak pelaku curat itu berupaya melarikan diri dan melawan polisi saat hendak ditangkap di rumahnya di Punia, Mataram.

Kasatreskrim Polresta Mataram Kompol Kadek Adi Budi Astawa menuturkan, untuk menangkap Jayen tidak mudah. Pelaku cukup licin. Tembakan peringatan polisi tidak diindahkan. “Bahkan dia sempat kabur melalui atap rumah penduduk,” terangnya.

Tim Puma Satreskrim Polresta Mataram melakukan tindakan tegas dengan menembak bagian kaki Jayen. ”Kita lakukan tindakan tegas dan terukur, pelaku baru tidak bisa berkutik,” ujarnya.

Jayen diringkus bersama dua rekannya berinisial MI alias IS, 19 tahun warga Sesela, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat, dan AR alias Ramdan, 19 tahun dari Punia. ”MP (Jayen) merupakan ketua kelompok,” jelasnya.

Jayen merupakan residivis. Sudah dua kali keluar masuk penjara. ”Baru bulan lalu keluar dari penjara,” kata Kadek Adi.

Keluar dari penjara, Jayen malah makin menjadi-jadi. ”Tercatat, Jayen sudah beraksi di 14 TKP dengan rekannya,” kata dia.

Terakhir, Jayen beraksi di salah satu rumah di Gang Bata, Rembiga, Kecamatan Selaparang, dua pekan lalu. Jayen bertindak sebagai dalang sekaligus eksekutor. Sementara dua rekannya menunggu di luar, memantau situasi. ”Mereka bergerak dini hari,” jelasnya.

Jayen berhasil masuk ke dalam rumah korban dengan cara merusak pintu. Dia mengambil sejumlah barang berharga. ”Mereka mengambil empat gelang emas, dua ponsel, dan dompet berisi surat berharga,” jelasnya.

Meski demikian, baru satu ponsel yang laku terjual. “Dijualnya Rp 500 ribu,” ungkap Kadek Adi.

Atas perbuatannya, Jayen dan dua rekannya IS dan Ramdan dijerat pasal 363 KUHP. Mereka terancam hukuman tujuh tahun penjara.

Jayen mengakui perbuatannya. Dia mencuri karena tidak memiliki pekerjaan setelah keluar dari penjara. Lalu dia mengajak rekannya untuk beraksi.

Hasil kejahatannya digunakan untuk membeli sabu dan main judi online. ”Tidak punya uang untuk beli sabu makanya saya berbuat lagi,” kata dia. (arl/r1)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks