alexametrics
Minggu, 19 September 2021
Minggu, 19 September 2021

Melawan saat Akan Ditangkap Polisi, Dorrr…! Maling Motor Terkapar

MATARAM-Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang dilakukan AB (inisial, Red) alias Dolah, berakhir. Betis kanannya diterjang peluru tim Satreskrim Polresta Mataram setelah mencuri motor di tiga lokasi wilayah Mataram. “Kita lakukan tindakan tegas dengan melumpuhkan pelaku,” kata Kasatreskrim Polresta Mataram Kompol Kadek Adi Budi Astawa, Senin (2/8).

Pria 29 tahun tersebut tercatat sudah melakukan aksi curanmor di tiga lokasi wilayah hukum Polresta Mataram. Dia juga merupakan residivis yang sudah tiga kali masuk penjara.

Terakhir, Dolah diketahui mencuri motor di wilayah Pejeruk, Kecamatan Ampenan. Modusnya dengan merusak kunci kontak menggunakan kunci T. ”Dia beraksi pada pagi hari sekitar pukul 05.30 Wita, Jumat (16/7) lalu,” jelas Kadek Adi.

Saat kejadian, pemilik motor sedang bersiap pergi ke pasar. Motor diparkir di gang depan rumah dalam keadaan stang terkunci. Saat itulah pelaku beraksi mencongkel kunci kontak motor Honda Beat warna hitam bernomor polisi DR 3557 CN.

Kadek Adi menuturkan, sebelum beraksi biasanya pelaku berkeliling. Nah, ketika mendapat kesempatan, dia langsung beraksi. ”Dia selalu menyiapkan kunci T,” ujarnya.

Dari pengakuannya, kunci T itu tidak dibuat sendiri. Melainkan didapatkan dari rekannya berinisial G. ”Kita masih terus kembangkan kasus ini,” kata Kadek Adi.

Nah, Sabtu (31/7) lalu, tim Satreskrim Polresta Mataram berupaya menangkap Dolah di rumahnya di Bilelando, Kecamatan Praya Timur, Lombok Tengah (Loteng). Namun Dolah melawan. Polisi pun mengambil tindakan terukur.

Saat penggeledahan, polisi menemukan tanda nomor kendaraan dan BPKB. ”Kita duga barang bukti itu berkaitan dengan tiga TKP tempat pelaku beraksi,” kata Kadek Adi.

Sementara, Dolah mengaku mencuri untuk untuk melunasi pinjaman di bank. Uang pinjaman itu dijadikan modal menyewa lahan seluas 20 are untuk menanam tembakau. Termasuk untuk pengadaan bibit dan obat-obatan. ”Total saya pinjam uang Rp 15 juta,” kata Dolah.

Namun tanaman tembakaunya gagal panen. Tak bisa melunasi pinjamannya, Dolah kambuh pada penyakit lamanya, mencuri motor. (arl/r1)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks