alexametrics
Rabu, 30 November 2022
Rabu, 30 November 2022

Mantan Bendahara Ditsabhara Polda NTB Jadi Calon Tersangka Kredit Fiktif

MATARAM-Mantan bendahara Ditsabhara Polda NTB I Made Sudarmaya (IMS) menjadi calon tersangka kasus kredit fiktif pada salah satu bank daerah cabang Batukliang, Lombok Tengah (Loteng). Namun penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Loteng masih kesulitan memeriksanya. “Belum bisa kita periksa,” kata Kasi Pidsus Kejari Loteng Bratha Hariputra.

Pemeriksaan terhadap IMS masih perlu dikoordinasikan dengan Polda NTB. Itu untuk mempercepat proses pemeriksaannya. “Kami sudah bersurat ke Ditreskrimsus Polda NTB. Belum ada tanggapan,” ujarnya.

Sebelumnya IMS sudah dihadirkan menjadi saksi di Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Mataram. Dia bersaksi atas dua terdakwa, yakni mantan Kasi Pemasaran Agus Fanahesa dan Account Officer H Jauhari. “Kesaksiannya itu belum bisa kita jadikan BAP (berita acara pemeriksaan),” kata Bratha.

Baca Juga :  Polda NTB Tangkap 13 Komplotan Maling Motor Kelas Kakap

Menurutnya, pemanggilan IMS tetap diupayakan. Sesuai dengan SOP (Standar Operasional Prosedur) yang telah ditentukan. “Susah untuk bisa datang IMS. Saat proses lidik (penyelidikan) pun kami periksa dengan meminta bantuan Kejari Bima. Itu pun berkas BAP-nya dijawab tulis tangan,” kata dia.

Mengapa tidak mengambil sikap sesuai dengan Pasal 112 Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP)? Artinya penyidik bisa melakukan upaya paksa terhadap calon tersangka. Bratha hanya menjawab normatif. “Harus kami jalankan sesuai dengan prosedur. Harus melalui institusi yang ada (Polri),” jawabnya.

Apakah ada keistimewaan bagi anggota Polri yang terjerat kasus harus dipanggil melalui prosedur institusinya? Bratha irit bicara. “Intinya tidak ada istimewa. Kami hanya melalui prosedur saja,” kelitnya.

Baca Juga :  Dugaan Kredit Fiktif Bank NTB, Terdakwa Dituntut Lima Tahun Penjara

Bratha menekankan, IMS pasti akan diperiksa. Hanya saja menunggu waktu. “Tunggu saja pasti diperiksa,” tekannya.

Peran IMS sudah tergambarkan dalam berkas dakwaan jaksa. Dia bertindak sebagai pengaju kredit dengan mencatut 199 nama anggota polisi di Polda NTB. Total kredit yang diterima mencapai Rp 2,3 miliar. (arl/r1)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications OK No thanks
/