alexametrics
Selasa, 9 Agustus 2022
Selasa, 9 Agustus 2022

Kasus Bandar Sabu: Polisi Duga Robert Orang Kamuflase

MATARAM-Berkas penyidikan bandar sabu berinisial NJD alias Mandari belum dinyatakan lengkap (P19). Sudah beberapa kali bolak-balik dari penyidik Ditresnarkoba Polda NTB ke jaksa peneliti di Kejati NTB.

Ada beberapa petunjuk jaksa dalam berkas P19-nya. Di antaranya, dalam konteks formil, polisi diminta menguatkan keterangan Sandi yang menyatakan mendapatkan sabu dari Mandari melalui perantara Robert. ”Robert sudah kita tetapkan DPO (daftar pencarian orang). Sebenarnya Robert ini orang kamuflase saja,” kata Dirresnarkoba Polda NTB Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf.

Sementara untuk kelengkapan materil, penyidik diminta mengekstrak atau mengloning jejak digital dari Sandi. Selanjutnya diminta mencari saksi lain yang menguatkan keterangan Sandi.

Penyidik juga diminta memberikan kesempatan kepada Mandari mengajukan saksi yang meringankan. Terakhir, penyidik diminta menjelaskan gambaran aktivitas pada rekaman CCTV yang sudah disita. ”Semua petunjuk jaksa itu sudah kita penuhi. Kecuali keterangan Robert,” kata Helmi.

Baca Juga :  Tindak Pidana Narkoba Tuntas, Selanjutnya Fokus Memiskinkan Mandari

Untuk menguatkan keterangan Sandi yang menyatakan barang haram tersebut dari Mandari, penyidik telah memeriksa istrinya dan satpam Mandari. ”Istri dari Sandi sudah mengakui kalau barang yang dipegang Sandi itu berasal dari Mandari. Tidak ada yang lain. Sandi langsung bercerita ke saksi,” ungkapnya.

Satpam Mandari pun membenarkan bosnya seorang bandar narkoba. Sehingga penyidik menahan Mandari bersama suaminya berinisial GBP. ”Kita tahan selama 120 hari. Karena masa penahanannya berakhir makanya harus dilepas. Prosedurnya seperti itu,” jelas Helmi.

Dia menekankan, pihaknya tidak pernah melepas seorang bandar narkoba. Semua petunjuk jaksa sudah dipenuhi. ”Jika ingin mempertanyakan itu, tanyakan ke jaksa. Mengapa penyidik sudah memenuhi (petunjuk) tetapi masih P19,” kata dia.

Baca Juga :  Kasus Jagung, Husnul Anggap Temuan BPK sebagai Kelebihan Pembayaran

Kepala Kejati NTB Tomo Sitepu mengatakan, jika memang menurut jaksa unsur dalam pasal yang diterapkan penyidik tidak terpenuhi, maka tidak bisa dipaksakan. ”Jangan memidanakan orang jika bukti tidak terpenuhi,” ujarnya.

Tidak ada saksi kuat yang menyatakan antara Mandari dan Sandi melakukan transaksi. Tidak ada yang melihat secara langsung. ”Kecuali Robert sudah tertangkap dan mengakui mengantarkan barang sebagai penghubung pengiriman barang dari Mandari ke Sandi, baru bisa kuat,” kata dia. (arl/r1)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/