alexametrics
Kamis, 13 Mei 2021
Kamis, 13 Mei 2021

Giliran Pengedar Sabu Jaringan Batam Diringkus di Mataram

MATARAM-Tim Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Mataram menangkap empat orang terduga pengedar sabu di Jalan Gunung Siu, Kelurahan Dasan Agung Baru, Kecamatan Selaparang, Mataram, Minggu (2/5/2021). Mereka antara lain berinisial AY alias Gani, 42 tahun; HN alias Ery 30 tahun; MM alias Adi, 30 tahun; dan SM alias Uji.

”Mereka ini merupakan satu jaringan yang terhubung antar-provinsi. Mereka ini punya jaringan dengan orang di Batam,” kata Kastresnarkoba Polresta Mataram AKP I Made Yogi Purusa Utama, Senin (3/5/2021).

Sebelumnya polisi menerima informasi dari masyarakat bahwa di rumah terduga pelaku Gani, kerap berlangsung transaksi narkoba. ”Mendapat informasi itu kita langsung bergerak,” kata Yogi.

Ketika diselidiki, Gani sedang berada di rumahnya bersama Ery. Tak ingin kecolongan, tim langsung menangkap keduanya.

Ketika polisi sedang berada di rumah tersebut, Adi dan Uji datang. Dia meminta transaksi. Keduanya pun ikut ikut diringkus. ”Mereka yang akan bertransaksi kita tangkap,” jelasnya.

Disaksikan aparat lingkungan setempat, polisi kemudian menggeledah badan keempatnya. Namun tidak ditemukan barang bukti.

Tetapi, polisi menemukan barang bukti sabu di kamar yang ditempati Ery. Ditemukan juga pipet kaca yang berserakan di lantai dengan berisi padatan sabu.  ”Kita timbang berat brutonya sekitar 2 gram,” terangnya.

Di dekat pipet kaca tersebut juga terdapat satu klip sabu yang berserakan. Beratnya sekitar 1 gram.

Polisi menyisir pakaian yang tergantung di belakang pintu. Dari celana milik Ery ditemukan dua poket sabu dengan berat bruto 2 gram. ”Jadi, barang bukti milik HN (Ery, Red) yang kita temukan sekitar 5 gram. Ditambah ada bong sabu, klip, serta uang yang diduga hasil penjualan Rp 550 ribu,” beber Yogi.

Tak sampai di situ, polisi menggeledah kamar yang ditempati Gani. Di bawah tumpukan baju ditemukan bungkus rokok yang di dalamnya terdapat sabu. “Beratnya 10 gram,” sebut Yogi.

Di atas rak kosmetik juga ditemukan sabu dengan berat 10 gram serta uang tunai Rp 1,9 juta.  ”Total sabu yang diamankan seberat 25 gram. Uang yang kita sita merupakan hasil penjualan narkoba,” kata dia.

Yogi mengatakan, Gani dan Ery merupakan satu jaringan. Mereka kerap menyelundupkan sabu dari Batam ke Lombok. ”Pengakuannya sudah tiga kali mengirim barang dari Batam ke NTB,” terangnya.

Barang haram tersebut disebar ke wilayah Lombok Timur dan Sumbawa. Keempat orang tersebut berdomisili di Sakra Barat, Lombok Timur. Mereka ini sama-sama pernah bekerja di Batam.  ”Pulang dari Batam di NTB mereka bergerak sendiri menjual narkoba,” ungkapnya. (arl/r1) 

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks