alexametrics
Kamis, 13 Mei 2021
Kamis, 13 Mei 2021

Terdakwa Pembunuh Mahasiswi Unram Divonis 14 Tahun Penjara

MATARAM-Terdakwa Rio Prasetya Nanda divonis 14 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Mataram. Dia dinyatakan terbukti bersalah membunuh mahasiswi pascasarjana Unram Linda Novita Sari, yang tidak lain kekasihnya.

”Menyatakan terdakwa Rio Prasetya Nanda terbukti bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja merampas nyawa orang lain sesuai dengan dakwaan alternatif kedua atau pasal 338 KUHP. Menjatuhkan pidana selama 14 tahun,” kata Ketua Majelis Hakim Hiras Sitanggang membacakan amar putusannya didampingi hakim anggota Agung Prasetyo dan Glorious Anggundoro.

Vonis yang dijatuhkan terhadap Rio lebih ringan dibanding tuntutan jaksa. Sebelumnya, Rio dituntut JPU dengan pidana penjara selama 15 tahun.

Pasal yang digunakan majelis hakim untuk memvonis Rio sama seperti tuntutan JPU. Yakni, sesuai dengan pasal 338 KUHP. Meskipun JPU pada dakwaannya mencantumkan penerapan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana.

Dalam pertimbangannya, hakim menjatuhkan vonis hukuman 14 tahun penjara, melihat dari perbuatan Rio sebagai bentuk perlindungan diri ketika mendapat ancaman penyerangan dari korban yang menodongkan anak panah ke arahnya. ”Terdakwa sempat menodongkan anak panah ke terdakwa,” ujarnya.

Selain itu, terdakwa telah mengakui kesalahannya yang membunuh dengan cara mencekik korban hingga mengakibatkan tulang pangkal lidahnya patah, kemudian mengamuflase korban seolah-olah tewas karena gantung diri. ”Terdakwa telah mengakui perbuatannya dan mencoba menggantung korban,” kata dia.

Sebagai pengingat, dalam dakwaan jaksa diuraikan Rio membunuh Linda di rumahnya, Perumahan Royal Mataram, Juli 2020 lalu. Diduga penyebabnya, tersangka tidak ingin bertanggung jawab atas kehamilan Linda.

Lalu terjadi cekcok. Linda sempat mengancungkan anak panah ke Rio. Tetapi, Rio mencekik Linda hingga tewas. Rio berupaya menghilangkan jejak. Mayat Linda digantung di ventilasi ruang tengah rumahnya.

Skenario itu dibuat agar Linda seakan-akan meninggal karena gantung diri. Namun, upaya Rio terbongkar setelah polisi melakukan penyelidikan.

Usai pembacaan putusan, hakim memberikan kesempatan kepada terdakwa dan JPU yang diwakili Moch. Taufik Ismail untuk menentukan pernyataan atas putusan tersebut. Mereka memiliki waktu tujuh hari untuk menentukan pernyataan banding atau tidak. ”Masih pikir-pikir dulu yang mulia,” timpal Rio.

Begitu juga dengan JPU belum menentukan sikap untuk melayangkan banding atau tidak. ”Karena terdakwa masih ‘pikir-pikir’, jadi kita juga harus demikian. Kalau terdakwa banding, pastinya kita harus siap,” kata Taufik. (arl/r1)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks