alexametrics
Jumat, 10 Juli 2020
Jumat, 10 Juli 2020

Bawa Narkoba Warga Arab Saudi Dibekuk Polisi di Cakranegara

MATARAM-Pengejaran yang dilakukan tim Satnarkoba Polresta Mataram tak sia-sia. Terduga pengedar narkoba asal Arab Saudi berinisial AAS alias Abdul yang menjadi target operasi berhasil diringkus.

Tim bergerak mulai pukul 18.00 Wita, Selasa malam (2/6). AKP Elyas Ericson yang memimpin operasi membagi anggotanya menjadi dua tim.

Tim satu memantau wilayah kos-kosan Abdul. Tepatnya, di Jalan Inu Kertapati, Karang Siluman, Cakra Timur, Mataram.

Tim kedua memantau lokasi sekitar jalan. Menunggu Abdul pulang cukup lama. Hampir lima jam.

Sekitar pukul 23.00 Wita, terlihat Abdul mengendarai sepeda motor merek Beat berwarna hitam masuk ke kamar kosnya.

Terlihat, dia menenteng barang belanjaan. Di sepeda motornya itu terlihat ada kresek putih bertuliskan Indomaret dan tas kresek hitam tergantung di sepeda motornya.

Tak ingin lepas, Tim Satnarkoba bergerak cepat. ”Permisi,” kata salah satu anggota mengetuk pintu.

Abdul lalu membuka pintu. Saat itu tim langsung membekuk Abdul. “Help mehelp me,” teriak Abdul menggunakan Bahasa Inggris.

”Diam, diam, diam,” timpal petugas sambil meringkus Abdul.

Sebelum menggeledah, tim langsung memanggil aparat lingkungan setempat. Kepala Lingkungan, Linmas dan Lurah Cakra Timur datang ke lokasi. ”Kami akan melakukan penggeledahan. Untuk itu, silakan bapak memeriksa anggota saya yang akan melakukan penggeledahan,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson.

Setelah petugas digeledah kepala Lingkungan, tim menyisir seluruh kamar kos.  Didalam tas kresek warna hitam ditemukan dua jenis narkoba. Ganja dan sabu.

Ganja didalam tas keresek hitam itu sudah dipecah menjadi empat klip. Satu poketan besar dan tiga poketan kecil.

Sedangkan sabu terdapat dua poket. Satu berukuran 1,26 gram dan 0,52 gram. ”Kita juga temukan gunting, pipet, dan pipa kaca,” ujarnya.

Elyas mengatakan, dari pengakuan sementara, Abdul mendapatkan barang haram tersebut dari Karang Bagu. Dia membeli satu poketan ganja besar itu Rp 300 ribu dan poketan sabu Rp 200 ribu. ”Katanya beli di Karang Bagu,” ujarnya.

Abdul belum mau mengakui dirinya menjual narkoba. Dia mengaku hanya membeli dan menggunakannya saja. ”Abdul mengaku dia pecandu ganja,” bebernya.

Tetapi, jika melihat narkoba yang dimilikinya sudah dipecah dan dibagi menjadi poketan kecil, tidak mungkin hanya sebagai pengguna. ”Semua masih kita dalami,” kata dia. (arl/r2)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Polres KSB Launching Transportasi Sehat

Polres Sumbawa Barat punya terobosan lain dalam mensukseskan Lomba Kampung Sehat

Kampus Belum Boleh Buka, Mahasiswa Belajar dari Rumah

Kemenag tidak tergesa-gesa mengizinkan perguruan tinggi keagamaan Islam (PTKI) membuka kuliah tatap muka. Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kemenag Arskal Salim mengatakan kuliah tatap muka baru diizinkan saat semester genap tahun akademik 2020-2021 nanti.

Pecah Rekor, Sehari Penularan Korona Capai 2.567 Kasus

KASUS positif infeksi Covid-19 lagi-lagi mencetak rekor terbaru dengan pernambahan 2.567 orang pada periode 8 hingga 9 Juli 2020. Jumlah ini lebih dari 2 kali lipat rata-rata pertumbuhan kasus seribu orang per hari dalam dua minggu terakhir.

Akurasi Alat Rapid Test Buatan NTB Mampu Saingi Produk Impor

Indonesia akhirnya resmi melaunching alat rapid test inovasi dalam negeri. Diberi nama RI-GHA Covid-19, alat ini diklaim memiliki akurasi nyaris sempurna.

Menyoal Pengetahuan dalam Penanganan Covid-19 Menghadapi New Normal

KASUS covid-19 sudah lebih dari empat bulan berjalan sejak kasus pertama, tanda-tanda penurunan belum juga terlihat. Prediksi para ahli terancam gagal, usaha-usaha pemerintah melalui program stimulus ekonomi dan bantuan sosial lainnya belum mampu mengatasi dampak ekonomi dan sosial covid-19.

Cegah Korona, Pasar Burung Cakranegara Kekurangan Tempat Cuci Tangan

   Kalau protokol kesehatan sudah diberlakukan di hotel, restoran, pusat pertokoan dan perkantoran, tidak demikian dengan di pasar. Penerapan protokol kesehatan di pasar diakui Lurah Cakranegara Barat I Wayan Swira masih kedodoran

Paling Sering Dibaca

Jika Masih Tak Patuh, Seluruh Pasar di Mataram Bakal Ditutup Paksa

akil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah mengancam akan menutup pasar yang mengabaikan protokol kesehatan. Ancaman tersebut disampaikan Wagub saat menggelar inspeksi mendadak di Pasar Mandalika, kemarin (8/7). Dia mendapati langsung banyak pedagang dan pembeli tidak mengenakan masker.

Zona Merah Korona, Wagub NTB : Mana Pol PP Mataram, Kenapa Sembunyi?

Pemkot Mataram dinilai lemah dalam merespon dan menangani Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun begitu geregetan. Meski zona merah dengan kasus positif dan kematian tiap hari, penerapan protokol kesehatan di ibu kota justru sangat longgar. Tak lagi ada pengawasan macam sedang tidak terjadi apa-apa.

Istri Model Suami Youtuber, Bantah Cari Sensasi “Mahar Sandal Jepit”

Pernikahan dengan mahar sandal jepit Iwan Firman Wahyudi dan Helmi Susanti bukan bermaksud mencari  sensasi di media sosial. Menurut mereka ikatan mereka tulus beralas kasih sayang.

Pilbup Loteng, Lale Prayatni Mulai Goyang Posisi Pathul Bahri

Lobi politik tersaji di DPP Partai Gerindra. Dari informasi yang dihimpun Lombok Post, diam-diam SK Gerindra dibidik Prayatni melalui ‘lorong’ Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo.

Turun dari Rinjani, Warga Lombok Tengah Tewas Jatuh ke Jurang

Pendakian di Gunung Rinjani kembali memakan korban jiwa. Sahli, 36 tahun, warga Desa Tampak Siring, Lombok Tengah meninggal setelah terjatuh ke jurang di kawasan Gunung Rinjani, Senin (6/7).
Enable Notifications.    Ok No thanks