alexametrics
Rabu, 15 Juli 2020
Rabu, 15 Juli 2020

Bobol Data ATM di Mataram, Warga Turki Dituntut Tiga Tahun Bui

MATARAM-Tedakwa pembobolan data nasabah via ATM (skimming) asal Turki Yunus Emre Senbayik menjalani sidang dengan agenda tuntutan, kemarin (3/6). Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntutnya selama tiga tahun penjara.

”Meminta kepada majelis hakim untuk menjatuhkan pidana terhadap terdakwa selama tiga tahun,” kata JPU Yulia Octavia Ading melalui konferensi video, kemarin (3/6).

Emre di dakwa pasal 46 ayat (1) Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2018 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Menurutnya, unsur pasal yang didakwakan telah terbukti di persidangan.

”Unsur pasal setiap orang dengan sengaja tanpa hak atau melawan hukum mengakses komputer dan atau sistem elektronik milik orang lain dengan cara apapun sudah terpenuhi,” jelasnya.

Yulia menyebutkan beberapa hal yang memberatkan terdakwa yakni, perbuatan terdakwa berpotensi menimbulkan kerugian bagi nasabah maupun pihak BNI dan Perbuatan terdakwa meresahkan masyarakat. ”Yang meringankan, terdakwa memiliki tanggungan keluarga, dan terdakwa sudah mengakui perbuatannya,” terangnya.

Sementara itu, Deni Nur Indra selaku penasihat hukum Emre mengatakan, tuntutan jaksa terlalu berat. Dari fakta persidangan, Emre telah mengakui bersalah. “Dia hanya sebagai orang suruhan saja,” kata dia.

Dia hanya diminta memasang kamera kecil di ATM oleh temannya. Dan dalam aksinya itu tidak ada menimbulkan kerugian pihak bank atau nasabah. ”Tidak ada bukti uang yang diambilnya,” ujarnya.

Yang ada hanya barang bukti berupa kamera kecil, router, kabel, laptop, dan kartu alfamart. ”Belum ada uang yang diambilnya,”  ungkapnya.

Pihaknya hanya diminta bekerja merakit kamera kecil oleh rekannya Benke Can. Lalu diminta dipasang di gerai ATM. ”Itu saja tugasnya,” ujarnya.

Dari fakta yang terungkap di persidangan, Emre hanya berkenalan dengan Benke Can melalui media sosial. Dia ditawarkan untuk bekerja di Indonesia. Khususnya, di Lombok.

Dia dijanjikan upah bekerja sebanyak 5.000 dolar atau setara Rp 75 juta sekali kerja. Dengan tawaran itu, Emre tergiur sehingga terbang ke Indonesia.

Tiket kepergiannya ditanggung sendiri. Sesampainya di Jakarta dia bertemu dengan Benke Can dan terbang ke Lombok.

Dari pengakuannya, Emre memiliki bos orang dari Rusia.  Dia tak mengenal namanya hanya bercakap melalui media sosial.

Selanjutnya, Emre diminta merakit kamera CCTV kecil untuk dipasang di atas tombol gerai ATM. Tujuannya untuk merekam PIN nasabah yang melakukan transaksi keuangan.

Emre juga diminta untuk memasang router sebagai alat perekam. Hasil rekaman tersebut disimpan di dalam laptop dan dikirim ke bosnya di Rusia melalui email.

Namun, upaya yang dilakukan Emre terlebih dahulu diketahui kepolsian. Sehingga, dia tertangkap tangan akan melakukan tindakan skimming di salah gerai ATM di depan Hotel Ratih, Cakranegara. (arl/r2)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Korona Tinggi, Pola Pencegahan Covid 19 di Mataram Perlu Dievaluasi

emkot Mataram memang bekerja. Mereka berupaya memutus mata rantai penularan virus Korona. Sayangnya, kerja para pemangku kebijakan di Pemkot Mataram itu tanpa inovasi.

Enam Bulan, 19 Kasus Kekerasan Terhadap Anak Terjadi di Mataram

Kasus kekerasan anak di Kota Mataram masih sering terjadi. Buktinya, hingga Juli  tercatat sudah terjadi 19 kasus. “Kebanyakan dari kasus ini perebutan hak asuh,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Mataram Hj Dewi Mardiana Ariany, Selasa (14/7).

Larangan Dicabut, PNS Sudah Boleh Lakukan Perjalanan Dinas

Kebijakan pembatasan perjalanan dinas aparatur sipil negara (ASN) resmi dicabut. Kini ASN dibolehkan ke luar kota. Namun, dengan syarat-syarat khusus.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Mataram, Tanpa Masker Tak Boleh Masuk Pasar

Saat ini, sebagian besar masyarakat NTB memang sudah menggunakan masker. Tapi, banyak pula yang memakai masker hanya sampai dagu atau di leher. Sementara di Kota Mataram dan Lombok Barat yang merupakan dua daerah zona merah dengan kasus Covid-19 terparah, banyak pedagang dan pengunjung pasar yang masih bandel. Mereka ngelencer di pasar tanpa masker.

Sukseskan Kampung Sehat, Tiga Pilar di Loteng Kompak

Pemkab, Polres dan Kodim 1620/Lombok Tengah siap menyukseskan lomba kampung sehat. “Harapannya masyarakat mempunyai kemampuan dan kemandirian dalam penanganan covid-19,” papar Kapolres AKBP Esty Setyo Nugroho saat memimpin upacara tiga pilar di Bencingah Alun-Alun Tastura, Praya, Selasa (14/7/2020).

Paling Sering Dibaca

Usai Pemakaman, Kades Sigerongan Lobar dan Lima Warga Lainnya Reaktif

Aktivitas di Kantor Desa Sigerongan lumpuh. Menyusul hasil rapid test kepala desa dan sejumlah warganya reaktif. Selama 14 hari ke depan, pelayanan di kantor desa ditiadakan sementara.

Korona NTB Masih Parah, Sekolah Hanya Bisa Dibuka di Kota Bima

Ketentuannya, kegiatan di sekolah pada tahun ajaran baru hanya diperbolehkan untuk daerah zona hijau. Karena itu, manakala ada pemerintah daerah yang nekat membuka sekolah non zona hijau. pemerintah pusat memastikan akan memberi sanksi.

Beli Honda ADV150, Hemat Rp 5,7 Juta

Honda ADV150 merupakan skutik penjelajah jalanan canggih dengan desain bodi yang futuristik dan manly. Skutik ini dibekali mesin 150cc eSP yang menyuguhkan performa responsif.

Liburan di Sungai Dodokan Lobar, Bayar Rp 5 Ribu Wisata Sampai Puas

Orang kreatif bisa membuat peluangnya sendiri. Itulah yang dilakukan Siali, warga Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung. Ia membuat Sungai Dodokan jadi spot wisata baru di Lombok Barat (Lobar).

Ikuti Mataram, Lobar Berlakukan Jam Malam

erkembangan pandemi Covid-19 di Lombok Barat (Lobar) semakin mengkhawatirkan. Kasus positif yang mencapai 300 lebih, menjadi atensi penuh Polres Lobar dalam melakukan upaya pencegahan penularan.
Enable Notifications.    Ok No thanks