alexametrics
Senin, 21 September 2020
Senin, 21 September 2020

Kubur Mahasiswi Unram Dibongkar, Dalami Dugaan Pembunuhan

MATARAM-Polresta Mataram berupaya memecahkan misteri penyebab kematian gadis berinisial LNS. Kuburan perempuan yang ditemukan tergantung di salah satu perumahan di Jempong, Mataram ini diotopsi, Senin (3/8).

Proses otopsi diulai pukul 10.00 Wita di pemakaman umum Karang Medain. Otopsi dipimpin dokter forensik dr Irwanto dan empat perawat relawan pembantu dari Rumah Sakit Universitas Mataram (Unram). Selain itu dokter dari Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokes) Polda NTB juga terlibat.

”Pihak keluarga sudah mengajukan untuk otopsi,” kata Kasatreskrim Polresta Mataram AKP Kadek Adi.

Sebelumnya, pihak kepolisian juga sudah meminta untuk melakukan otopsi. Namun, pihak keluarga menolak dengan menandatangani surat penyataan penolakan otopsi. ”Sehari setelah ditemukannya jenazah, kita sudah meminta untuk melakukan otopsi,” jelasnya.

Tetapi, setelah proses pemakaman pihak keluarga mengajukan lagi proses otopsi. Karena, mereka menduga ada kejanggalan atas kematian korban.

“Nanti dokter yang memberikan keterangan (hasil otopsi) itu,” ujarnya.

Hasil otopsi belum diterima. Pihak dokter telah membedah jenazah korban. ”Dokter membawa rahim atau uterus untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ungkapnya.

Rahim tersebut dibawa untuk pemeriksaan lebih lanjut karena ada dugaan korban hamil. Untuk membuktikannya, perlu pemeriksaan lebih lanjut. ”Terkait kehamilan korban, ada korelasinya dengan keterangan Rio (pacar korban) dihadapan penyidik yang menyatakan korban sedang hamil,” ucapnya.

Terkait dengan adanya dugaan korban dibunuh belum disimpulkan. Karena, polisi masih melakukan pengumpulan barang bukti dan meminta keterangan saksi. ”Sudah ada beberapa saksi yang diperiksa. Termasuk pacarnya,” jelasnya.

Selain itu, penyidik sudah menyita CCTV. Itu didapatkan dari tetangga rumah milik pacarnya atau tempat LNS ditemukan tergantung. ”Kita masih analisa CCTV itu,” bebernya.

Dari informasi yang didapatkan, sehari sebelum LNS ditemukan masih ada orang beraktivitas. Bahkan ada seseorang berbaju perawat masuk ke dalam rumah milik anggota polisi tersebut.  ”Memang ada informasi seperti itu, tetapi kita masih dalami,” ujarnya.

Anggota tim kuasa hukum pihak keluarga LNS, Fauzi Yoyok  mengatakan otopsi sangat penting dilakukan. Guna menjawab dugaan korban dibunuh atau tidak. ”Kalau memang betul ada perbuatan pidana, berarti kan harus ada pelakunya,” ucapnya.

Fauzi mengatakan, kejanggalan kematian  korban cukup banyak. Dilihat dari kondisi korban yang tergantung menggunakan tali, ada bercak darah dan bau amis di kamar mandi, pakaian korban yang masih basah berada di dalam jok, dan ditemukannya minyak urut. ”Semua itu merupakan petujuk,” jelasnya.

Tak hanya itu cara korban ditemukan gantung diri juga terlihat janggal. Karena tinggi korban dengan lubang angin rumah tempat LNS gantung diri tidak sesuai.”Ada juga ditemukan tali yang disembunyikan di bawah kasur,” bebernya.

Anggota tim kuasa hukum korban lainnya Hadi Muhlis juga mengatakan, ini bukan peristiwa bunuh diri. Melainkan ada  suatu peristiwa yang menyebabkan korban meninggal. ”Dari analisa kita korban ini meninggal bukan karena gantung diri,” kata Hadi Muhlis.

Logikanya, orang gantung diri pasti mengeluarkan kotoran atau air mani, serta mata melotot, dan mengeluarkan lidah. ”Dari analisa tim kita dan fakta di lapangan, malah bukan air mani atau kotoran yang keluar. Melainkan darah,” ujarnya.

Dari hasil olah TKP  kepolisian, ditemukan minyak urut, bercak darah, dan potongan tali yang ditemukan di bawah kasur. ”Jadi, logika orang yang ingin melakukan bunuh diri, ngapain sempat-sempat potong tali. Kan tidak,”  bebernya.

”Saya rasa ada peristiwa yang menyebabkan korban meninggal atau paling tidak menyebabkan orang sekarat, kemudian pada bingung ,” ujarnya.

Dari pemberitaan sebelumnya, motif korban gantung diri karena depresi dengan masalah keluarga. Menurutnya, itu tidak mungkin. ”Karena, seminggu sebelum ditemukan meninggal, korban sempat kumpul dengan keluarganya,” bebernya.

Hadi Muhlis mendorong penyidik untuk membongkar penyebab kematiannya melalui rekaman CCTV. Di rekaman itu terlihat siapa orang terakhir yang datang ke rumah tempat LNS gantung diri.  ”Korban ditemukan pada Sabtu (25/7) lalu. Hari Jumat (24/7) masih ada orang berkegiatan di rumah tempat korban ditemukan gantung diri. Polisi bisa menggali itu,” ujarnya.

Di rekaman CCTV itu ada lima orang yang masuk pada Jumat (24/7). Dari lima orang tersebut ada seorang yang menggunakan pakaian menyerupai perawat. ”Dia masuk dua menit, kemudian keluar lagi,” ungkapnya.

Sementara korban tidak pernah keluar dari rumah tersebut. ”Korban ini hanya dikunjungi. Makanya saya bilang ada rentetan peristiwa. Entah kecelakaan, kebablasan, sehingga korban meninggal,” ujarnya.

”Untuk menghilangkan jejak, korban ini lalu digantung,” duganya.

Hadi Muhlis juga menerangkan, ada keterangan dari teman korban yang menguatkan dugaan kehamilan. ”Sempat melakukan tes pack dan hasilnya positif hamil.  Cerita dari temannya itu, korban tidak mau menggugurkan kandungan itu,” pungkasnya. (arl/r2)

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Simulasi KBM Tatap Muka SMA Sederajat di NTB Pekan Kedua Dimulai

Simulasi KBM tatap muka untuk SMA sederajat di NTB memasuki pekan kedua. ”Sambil kami tetap memantau perkembangan penyebaran Pandemi Virus Korona,” kata Kepala Dinas Dikbud NTB H Aidy Furqan, pada Lombok Post, Minggu (20/9/2020).  

Mendikbud Pastikan Wacana Penghapusan Mapel Sejarah Hoaks

”Tidak ada sama sekali kebijakan regulasi atau perencanaan penghapusan mata pelajaran sejarah di kurikulum nasional,” tegas dia.

HARUM Goda Pemilih Millenial Lewat Lomba Film Pendek dan E-Sport

Bakal Calon Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana mencoba menggoda pemilih milenial. Caranya, dengan menggelar film pendek dan e-sport. "Orang yang menggeluti dunia film tidak banyak. Bagi sebagian orang ini ekslusif. Prosesnya panjang," kata Mohan Sabtu malam (19/9) lalu.

Cerita Shaina Babheer saat Memerankan Sosok Kikin dalam film MOHAN

Shaina Azizah Putri dipilih untuk memerankan sosok Kikin Roliskana dalam film pendek berjudul "Mohan". Ini menjadi tantangan baru bagi dara yang sudah membintangi beberapa sinetron dan FTV nasional ini.

“Menara Eiffel”di Desa Seruni Mumbul Lombok Timur Ramai Pengunjung

Pengelola wisata Denda Seruni, Desa Seruni Mumbul, Kecamatan Pringgabaya tak ingin puas dengan keberhasilannya menyedot wisatawan. Realisasi target PADes Rp 30 juta per bulan harus dapat bertambah.

Bale Mediasi Lotim Damaikan Delapan Perselisihan

SELONG-Permohonan mediasi terus berdatangan ke Bale Mediasi Lotim. “Sudah ada 36 permohonan yang masuk,” kata Koordinator Administrasi Bale Mediasi Lotim Lalu Dhodik Martha Sumarna pada Lombok Post, kemarin (18/9).

Paling Sering Dibaca

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.
Enable Notifications    Ok No thanks