alexametrics
Selasa, 16 Agustus 2022
Selasa, 16 Agustus 2022

Rusak Gembok Pintu Rumah, Ibu Pidanakan Anak Kandung

MATARAM-Pintu gembok rumah yang ditempati Masni, 62 tahun, dirusak anak kandungnya Safrudin Rahman, 43 tahun. Atas perbuatan anaknya, Masni melapor ke polisi.

“Saya tidak terima dengan sikap anak saya. Saya trauma,” kata ibu empat orang anak tersebut di Mapolsek Mataram, Kamis (4/8).

Kasus perusakan itu terjadi Juni 2022 lalu. Selama tinggal bersama, Masni merasa risih dengan sikap Rahman. “Sikapnya tidak pernah baik selama ini,” ungkapnya.

Dia mengaku pernah sempat akan dipukuli sang anak. Hingga pernah diusir ke luar dari rumah yang ditempati bersama. “Pakaian saya dan dagangan di warung dibuang,” ungkapnya.

Puncaknya saat Rahman merusak gembok pintu rumah menggunakan linggis dibantu dua orang lain. “Saya sudah resah dengan sikapnya. Makanya saya laporkan,” kata dia.

Baca Juga :  Miris! Nenek di Cakranegara Curi HP untuk Penuhi Kebutuhan Bersama Cucu

Terpisah, Safrudin Rahman mengaku merusak gembok pintu itu lantaran menghalangi jalannya masuk ke rumah. Sehingga anak dan istrinya tidak bisa beristirahat. “Saya punya istri juga tiga anak tidak bisa masuk. Saya mau beristirahat di mana kalau seperti itu,” kata Rahman.

Satu-satunya jalan, gembok pintu itu harus dirusak. Karena ibunya yang dipanggil-panggil tidak mau membuka pintu. “Makanya saya merusak,” ungkapnya.

Rahman mengaku tidak masalah jika ibunya akan memenjarakannya. “Saya ikhlas. Saya sudah meminta maaf, tetapi tidak dimaafkan,” ujarnya.

Kapolsek Mataram Kompol Elyas Ericson membenarkan adanya laporan mengenai kasus perusakan. Sejauh ini pihaknya masih melakukan mediasi. “Sudah tiga kali kita mediasi. Ini mediasi yang terakhir,” kata dia.

Baca Juga :  Perampok Sadis di Monjok, Sekap Korban, Mulut Ditusuk Pisau

Penyidik sudah memeriksa sejumlah saksi. Termasuk pelapor dan terlapor. “Kami masih upayakan menempuh jalur RJ (restorative justice),” kata Elyas. (arl/r1)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/