alexametrics
Senin, 15 Agustus 2022
Senin, 15 Agustus 2022

Buron, Warga Ampenan Lari ke Kalimantan, Pulang Kembali Jual Sabu

MATARAM-Terduga pengedar sabu berinisial MY, 44 tahun, sempat menjadi daftar pencarian orang (DPO) pihak kepolisian selama enam bulan. Pria asal Bintaro, Kecamatan Ampenan, Mataram tersebut dicokok tim opsnal Satresnarkoba Polresta Mataram, Senin (3/1) malam lalu.

”Kita tangkap saat dia sedang menunggu pembeli (sabu, Red),” kata Kasatresnarkoba Polresta Mataram Kompol Made Yogi Purusa Utama, kemarin (4/1).

Selama buron, MY mengaku pergi ke Kalimantan. Di sana dia bekerja sebagau buruh di ladang kelapa sawit.

Penetapan DPO terhadap MY berdasarkan laporan polisi nomor LP/A/303/VI/2021/SPKT/Sat Resnarkoba Polresta Mataram/Polda NTB/. Nomor 24. Itu setelah penangkapan jaringan pengedar sabu, Mei 2021 lalu. ”Ada beberapa anak buahnya kita tangkap sebelumnya,” beber Yogi.

Baca Juga :  Bapak dan Anak Perempuannya Digerebek saat Nyabu Bareng di Kamar

Saat hendak ditangakap, MY berusaha melarikan diri. Tetapi polisi berhasil meringkusnya di dalam gang kecil dekat rumahnya. Setelah digeledah polisi menemukan 17 poket sabu di dalam kantongnya. ”Sabu itu sudah siap diedarkan. Total beratnya 40,34 gram,” sebut Yogi.

Selain itu ditemukan uang Rp 2,37 juta yang diduga hasil penjualan sabu. Dari penangkapan itu, polisi juga menyita handpone yang biasa digunakan pelaku untuk transaksi. ”Kita masih melakukan pengembangan. Pengakuannya barang itu diambil dari Lombok Timur,” jelasnya.

Penggeledahan dilanjutkan ke rumah MY. Di sana polisi menemukan timbangan elektrik serta skop sabu. ”Dari barang bukti yang kita sita pelaku sudah kita tetapkan sebagai tersangka,” katanya.

Baca Juga :  Sindikat Narkoba Libatkan Anak NTB

Yogi menerangkan, MY kerap mengambil sabu ke Lotim dalam jumlah besar. Lebih dari 1 ons. Sabu yang disita dari penangkapan itu merupakan sisa dari pengambilan di Lotim. “Sekitar 60 gram sudah dijual,” bebernya. (arl/r1)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/