alexametrics
Kamis, 4 Juni 2020
Kamis, 4 Juni 2020

Sembilan Terdakwa Dituntut Ringan, Keluarga Zainal Surati Majelis Hakim

MATARAM-Persidangan perkara penganiayaan yang menyebabkan Zainal Abidin meninggal dunia menjadi sorotan. Sembilan polisi yang menjadi terdakwa dalam perkara tersebut dituntut setahun penjara.  

Tuntutan yang rendah itu mengundang tanya bagi keluarga Zainal Abidin. Sehingga, mereka membuat surat pernyataan terhadap tuntutan tersebut. ”Tuntutan rendah itu mengakibatkan hati nurani kami sekeluarga semakin tersakiti. Kami memohon agar sembilan terdakwa dihukum seadil-adilnya,” bunyi kalimat yang ditulis pihak keluarga dalam surat pernyataan itu.

Surat pernyataan yang bertuliskan tangan itu ditandatangani Sri Ani selaku kakak kandung Zainal Abidin serta orang tua almarhum Zainal, Sahabudin dan Rahmah. Surat tersebut ditandatangani dengan materai Rp 6.000.

Yan Mangandar selaku penasihat hukum keluarga Zainal Abidin mengatakan, surat  tersebut mewakili perasaan keluarga Zainal. Betapa sakitnya pihak keluarga atas perbuatan sembilan anggota polisi yang kini menjadi terdakwa. ”Keluarganya pernah mengeluh ke saya. Mereka merasa hukum ini tidak adil,” kata Yan.

Surat pernyataan itu bakal dilampirkan dalam surat yang dikirim tim dari BKBH FH Unram ke majelis hakim. ”Kita dan keluarga Zainal sudah menyiapkan surat untuk dikirim ke majelis hakim,” ujarnya.

Dia berharap, majelis hakim bisa mempertimbangkan hukumannya. Memutuskan perkara ini dengan tidak sependapat dengan tuntutan jaksa. ”Kita berharap hakim memutus perkara ini dengan seadil-adilnya,” harapnya.

Melihat fakta persidangan, sembilan terdakwa itu memiliki peran berbeda. Seharusnya, jaksa tidak menuntut rata semua terdakwa. ”Logis tidak, terdakwa memiliki peran berbeda, tetapi dituntut sama,” ujarnya.

Diketahui, Zainal  Abidin datang bersama sepupunya ke Kantor Satlantas Polres Lombok Timur (Lotim). Dia meminta motor yang ditilang dikembalikan.

Zainal Abidin memukul anggota polisi yang berjaga. Sehingga, terjadi baku hantam. Kondisi itu mengundang polisi yang lain ikut memukul Zainal.

Akibatnya,  Zainal babak belur. Dia sempat dibawa ke rumah sakit, tetapi nyawanya tak tertolong. (arl/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Susah Tertib, Pengaturan Jam Operasional Pasar di Mataram Tak Mempan

MATARAM-Pembatasan jam operasi pasar tradisional tidak mempan. Tradisi pasar yang sudah ramai usai Salat Subuh tidak bisa dihilangkan. “Ini sesuai dengan pemahaman agama. Rezeki ada...

Gempa 6,0 SR Guncang Perairan Utara NTB, Tidak Berpotensi Tsunami

MATARAM—Gempa tektonik terasa hingga ke Mataram, Rabu (3/6) malam sekitar pukul 23.54 WITA. Guncangan terasa beberapa detik sebelum “lindur” ini berlalu. Laman BMKG melansir gempa...

Abaikan Lonjakan Korona, Pemkot Mataram Mulai Buka Pusat Perbelanjaan

MATARAM-Lonjakan kasus positif korona pasca libur lebaran tak menyurutkan langkah Pemkot Mataram bersiap memasuki new normal. Pembatasan operasional fasilitas publik mulai dilonggarkan.  Kini, masyarakat...

Cuaca Buruk, BPBD Mataram Terjunkan 20 Personel Awasi Pesisir Pantai

MATARAM-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram terus meningkatkan kewaspadaan guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya gelombang tinggi di kawasan pesisir pantai. “Kita terjunkan 20 personel memantau...

Bersiap “New Normal” Korona NTB Malah Tembus 705 Kasus, 388 Masih Dirawat, 18 Meninggal

MATARAM—Saat sejumlah daerah di Indonesia bersiap memasuki masa new normal kasus positif korona di NTB justru terus bertambah. Rabu (3/6) Pemprov NTB mengumumkan 20...

Jamaah Gagal Berangkat, Sebagian Dana Haji Bakal Dipakai untuk Penguatan Rupiah

JAKARTA--Kepala Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Anggito Abimanyu menuturkan, pihaknya menyimpan uang USD 600 juta atau Rp 8,86 triliun untuk penyelenggaraan haji 2020. Hingga...

Paling Sering Dibaca

11 Dokter Spesialis dan 19 Perawat RSUD Praya Positif Korona, Layanan Umum Ditutup Sementara

MATARAM-Jumlah tenaga kesehatan yang positif terinfeksi korona terus bertambah di NTB. Bahkan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Praya, Lombok Tengah, sebanyak 11 dokter...

Siap-siap, Pendaftaran CPNS Lulusan SMA Dibuka 1 Juni

JAKARTA–Pemerintah mengumumkan tahun ini bakal membuka seleksi CPNS baru untuk lulusan SMA sederajat melalui jalur sekolah kedinasan. Kuotanya belum ditetapkan. Politeknik Keuangan Negara STAN,...

Direktur RSUD Mataram Dorong Masjid dan Mall Dibuka, Warga Bahagia Bisa Lawan Korona

MATARAM— Di tengah meningkatnya penyebaran virus korona Direktur RSUD Kota Mataram dr Lalu Herman Mahaputra justru meminta sejumlah aktivitas publik tetap dibuka seperti biasa. Ketika...

13 Pasien Korona di NTB Meninggal, Sebagian Besar Memiliki Penyakit Bawaan

MATARAM-Jumlah pasien positif Covid-19 meninggal dunia terus bertambah. Bila sebelumnya angka kematian cukup lama  bertahan di angka tujuh kasus, kini bertambah hampir dua kali...

Bayi Enam Hari di Lobar Positif Korona : Dokter Bingung, Ibu-Bapaknya Negatif

GIRI MENANG-Bayi berusia enam hari asal Desa Merembu Kecamatan Labuapi dinyatakan positif Korona atau Covid-19. "Memang betul, kami terima informasinya kemarin (bayi positif Korona),"...