alexametrics
Selasa, 11 Agustus 2020
Selasa, 11 Agustus 2020

Sembilan Terdakwa Dituntut Ringan, Keluarga Zainal Surati Majelis Hakim

MATARAM-Persidangan perkara penganiayaan yang menyebabkan Zainal Abidin meninggal dunia menjadi sorotan. Sembilan polisi yang menjadi terdakwa dalam perkara tersebut dituntut setahun penjara.  

Tuntutan yang rendah itu mengundang tanya bagi keluarga Zainal Abidin. Sehingga, mereka membuat surat pernyataan terhadap tuntutan tersebut. ”Tuntutan rendah itu mengakibatkan hati nurani kami sekeluarga semakin tersakiti. Kami memohon agar sembilan terdakwa dihukum seadil-adilnya,” bunyi kalimat yang ditulis pihak keluarga dalam surat pernyataan itu.

Surat pernyataan yang bertuliskan tangan itu ditandatangani Sri Ani selaku kakak kandung Zainal Abidin serta orang tua almarhum Zainal, Sahabudin dan Rahmah. Surat tersebut ditandatangani dengan materai Rp 6.000.

Yan Mangandar selaku penasihat hukum keluarga Zainal Abidin mengatakan, surat  tersebut mewakili perasaan keluarga Zainal. Betapa sakitnya pihak keluarga atas perbuatan sembilan anggota polisi yang kini menjadi terdakwa. ”Keluarganya pernah mengeluh ke saya. Mereka merasa hukum ini tidak adil,” kata Yan.

Surat pernyataan itu bakal dilampirkan dalam surat yang dikirim tim dari BKBH FH Unram ke majelis hakim. ”Kita dan keluarga Zainal sudah menyiapkan surat untuk dikirim ke majelis hakim,” ujarnya.

Dia berharap, majelis hakim bisa mempertimbangkan hukumannya. Memutuskan perkara ini dengan tidak sependapat dengan tuntutan jaksa. ”Kita berharap hakim memutus perkara ini dengan seadil-adilnya,” harapnya.

Melihat fakta persidangan, sembilan terdakwa itu memiliki peran berbeda. Seharusnya, jaksa tidak menuntut rata semua terdakwa. ”Logis tidak, terdakwa memiliki peran berbeda, tetapi dituntut sama,” ujarnya.

Diketahui, Zainal  Abidin datang bersama sepupunya ke Kantor Satlantas Polres Lombok Timur (Lotim). Dia meminta motor yang ditilang dikembalikan.

Zainal Abidin memukul anggota polisi yang berjaga. Sehingga, terjadi baku hantam. Kondisi itu mengundang polisi yang lain ikut memukul Zainal.

Akibatnya,  Zainal babak belur. Dia sempat dibawa ke rumah sakit, tetapi nyawanya tak tertolong. (arl/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Kapal Tenggelam di Tarakan, Satu Polisi Asal Lombok Tengah Meninggal

Kabar duka datang dari Ditpolairud Polda NTB. Satu anggotanya yang sedang bawah kendali operasi (BKO) di Ditpolairud Polda Kalimantan Utara (Kaltara) meninggal dunia.

Penjualan Mobil Toyota di NTB Masih Stagnan, Avanza Paling Diminati

”Dibanding saat kondisi normal, penjualan mobil baru pulih di angka 40-50 persennya saja. Kondisi ini bisa dibilang masih jauh dari situasi penjualan saat normal dulu,” kata Kepala Cabang Krida Toyota NTB Samsuri Prawiro Hakki, kepada Lombok Post, Senin (10/8/2020).

Data Kemiskinan NTB Belepotan, Verifikasi dan Validasi Sangat Lambat

Verifikasi dan validasi data kemiskinan atau data terpadu kesejahteraan sosial (DTSK) di NTB rupanya masih lambat. Hingga kemarin, baru lima daerah yang melaporkan hasil verifikasi dan validasi DTSK tersebut. Dari lima daerah itu, progres tiga daerah belum sampai 50 persen.

Kurikulum Darurat, Materi Belajar Siswa Dipangkas Hingga 70 Persen

LAMA DINANTI, Kurikulum darurat secara resmi telah diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Pada kurikulum ini, banyak materi yang dipangkas bahkan lebih dari separo.

Lale Sileng, Figur Pemimpin Perempuan Kaya Pengalaman Birokrasi

Kenyang pengalaman di dunia birokrasi, Hj Lale Prayatni punya modal mumpuni untuk memimpin daerah. Urusan mengelola birokrasi, anggaran, hingga perencanaan dan pelaksanaan pembangunan, sudah lekat dengan kesehariannya. ”Sudah khatam saya soal itu,” kata Prayatni.

Harga Emas Naik, Aktivitas Pegadaian di Mataram Ikut Melonjak

Kondisi ini membuat jumlah penggadai yang mendatangi PT Pegadaian (Persero) terus bertambah. ”Dalam sehari, cabang atau unit besar yang ada di Mataram, biasa melayani lebih dari 50 orang nasabah. Kalau unit kecil sekitar 30-40 saja,” kata Suciati Triastuti, Asisten Manager Pegadaian Kota Mataram kepada Lombok Post, Senin (10/8/2020).

Paling Sering Dibaca

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Cucu Bupati Pertama Loteng Siap Mengabdi untuk Lombok Tengah

Menjadi satu-satu sosok perempuan, Hj Lale Prayatni percaya diri maju menjadi calon bupati Lombok Tengah. Birokrat perempuan ini ingin membawa perubahan bagi Lombok Tengah ke arah lebih baik. ”Saya terpanggil untuk mengabdi di kampung halaman saya,” kata Hj Lale Prayatni, Minggu (9/8).

Digerebek Polisi, Doyok dan Tutik Gagal Nyabu di Karang Bagu

Terduga pengedar sabu berinisial H alias Doyok ditangkap tim khusus (Timsus) Ditresnarkoba Polda NTB. Dia diringkus bersama seorang perempuan berinisial HT alias Tutik, Jumat sore (7/8) lalu.

Lale Sileng Pilih Yusuf Saleh Sebagai Wakil di Pilbup Loteng

Lale Prayatni memutuskan untuk menggandeng HM Yusuf Saleh. “Ya,” kata Lale singkat saat dihubungi, Minggu (9/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks