alexametrics
Jumat, 23 April 2021
Jumat, 23 April 2021

Kejati NTB Cekal Empat Tersangka Benih Jagung

MATARAM-Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB mencekal empat tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan benih jagung. Itu dilakukan untuk mengantisipasi para tesangka melarikan diri.

Juru Bicara Kejati NTB Dedi Irawan mengatakan, pencekalan itu sudah dikoordinasikan dengan pihak Imigrasi. ”Mereka sudah dicekal untuk bepergian ke luar negeri,” kata Dedi, Minggu (4/4/2021).

Diketahui, dalam kasus tersebut Kejati NTB menetapkan empat tersangka. Di antaranya, mantan kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) NTB berinisial HF; pejabat pembuat komitmen (PPK) berinisial IWW; Direktur PT SAM berinisial AP; dan Direktur PT WBS berinisial LIH.

Kasus tersebut mulai diusut sejak Itjen Kementerian Pertanian menemukan indikasi adanya potensi kerugian negara. Berdasarkan perhitungan jaksa, total kerugian negaranya mencapai Rp 15,42 miliar. Tahap pertama yang dikerjakan PT SAM memunculkan kerugian negara Rp 8,42 miliar dan tahap kedua yang dikerjakan PT WBS potensi kerugian negaranya mencapai Rp 7 miliar.

Dedi mengatakan, saat ini penyidik masih menunggu perhitungan dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) NTB. ”BPKP belum selesai menghitung kerugian negaranya,” ujarnya.

Tak hanya itu, penyidik juga masih melengkapi berkas penyidikan. Kamis (1/4/2021) lalu, penyidik memanggil keempat tersangka untuk diperiksa. Namun yang datang hanya dua tersangka. Yaitu, mantan Kadistanbun NTB bernisial HF dan PPK berinisial IWW.

Sementara dua rekanan, berinisial AP dan LIH tidak memenuhi panggilan penyidik. Tersangka AP tidak datang karena masih menjalani proses isolasi mandiri setelah dinyatakan positif Covid-19. ‘’Surat keterangan positif Covid-19 itu dikeluarkan pihak Rumah Sakit Harapan Keluarga,” kata Dedi.

Sedangkan LIH tidak datang tanpa keterangan apa pun. Namun, penyidik bakal memanggilnya untuk kali kedua, pekan ini. ”Sudah diagendakan. Pekan ini, kita panggil lagi,” terangnya.

Bukan hanya LIH, semua tersangka bakal dipanggil lagi. ”Karena penyidik masih membutuhkan keterangan mereka untuk melengkapi berkas penyidikan,” kata dia. (arl/r1)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications   OK No thanks