alexametrics
Rabu, 23 September 2020
Rabu, 23 September 2020

Peran Kerabat Kepala Kemenag Dalam Korupsi Pembangunan Gedung Balai Nikah KUA Terungkap

MATARAM-Sidang perkara korupsi proyek pembangunan gedung balai nikah KUA Labangka, Sumbawa kembali digelar, kemarin (4/5). Pada sidang yang menjerat Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) M Firdaus dan rekanan Johan Satria itu menghadirkan dua saksi kunci. Yakni, penyedia material Yaski Pranata dan ahli konstruksi Memet Laksana Wijaya.

JPU Reza Safetsila menanyai Yaski terlebih dahulu. Dia membongkar kedok permainan tender untuk mengerjakan proyek tersebut.

Setelah dicecar beberapa pertanyaan ternyata, Yaski memiliki hubungan keluarga dengan mantan Kamenag Kabupaten Sumbawa, H Sukri.  ”Pak Sukri itu paman saya,” kata Yaski.

Yaski membantu melobi  CV Samawa Talindo Resources milik Johan dimenangkan. Karena, dalam proses tender, perusahaannya berada di peringkat kelima. ”Saya hanya hubungan pertemanan makanya saya membantu,” ungkapnya.

Yaski sebelumnya juga ikut dalam tender tersebut. Namun, gagal.

Sehingga, dia mencoba untuk mengatur siasat dengan memenangkan CV Samawa.  ”Tetapi, setelah proyek berjalan saya tidak dapat apa-apa,” ujarnya.

Setelah dikorek lebih dalam, ternyata Yaski mengambil bagian pengerjaan item lain. Yakni, menyediakan material. ”Saya hanya bantu teman,” ujarnya.

Hasilnya proyek tersebut tak sesuai spesifikasi. Kekuatan bangunan jauh dari standar pembangunan.

Ahli kontruksi Memet Laksana Wijaya mengaku dia sudah turun melihat konstruksi bangunan. Setelah bangunan selesai,  sempat ditempati selama dua bulan. ”Setelah dicek, bangunan itu tidak sesuai spesifikasi. Khususnya di mutu beton yang tidak standar,” kata Wijaya.

Dari hasil cek konstruksi, mutu beton hanya K-125. Namun, di dalam RAB-nya mutunya K-225. ”Jauh melenceng,” kata Ahli pada UPT Pengujian Konstruksi Dinas PU Sumbawa itu.

Pada pengujian tersebut, dia menggunakan metode hammer test pada 12 kolom dan 1 balok bangunan. Standar deviasi mutu beton, imbuh dia, sedianya tidak lebih dari 5 persen. Sementara pada proyek KUA Labangka ini, penyimpangannya mencapai 18,8 persen “Kondisi itu sangat beresiko untuk sekelas bangunan lantai dua,” bebernya.

Sebelumnya, rekanan, pernah mengajukan uji beton pada saat proyek itu secara lisan. “Pernah dia bawa. Kita uji tidak memenuhi syarat material. Saya minta diganti materialnya,” bebernya.

Namun, Johan tidak pernah kembali lagi. Sampai kemudian jaksa yang mendatanginya. ”Kaitannya dengan permintaan uji mutu beton sebagai bahan penyidikan,” jelasnya.

Diketahui, proyek Balai Nikah Kecamatan Labangka dibiayai Kanwil Kemenag Provinsi NTB pada tahun anggaran 2018. Terdakwa Firdaus selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) proyek menyusun harga perkiraan sendiri Rp 1,391 miliar. (arl/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Dorong Pertumbuhan Ekonomi, NTB Promosikan Peluang Investasi

Ini merupakan kegiatan yang diselenggarakan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Singapura, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), dan Bank Indonesia. ”Pasti ujungnya juga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Kepala Perwakilan BI NTB Heru Saptaji.

Efek Pandemi, Transaksi Valas di NTB Melorot 90 Hingga Persen

”Hingga kini pandemi telah memukul telak seluruh kegiatan usaha penukaran valuta asing (kupva) di money changer hingga 90 persen,” kata Darda Subarda, pemilik Money Changer PT Tri Putra Darma Valuta, kepada Lombok Post, Selasa (22/9/2020).

Silky Pudding Drink Lombok, Minuman Kekinian Satu-satunya di Lombok

Minuman ini hadir dengan delapan varian rasa, yakni Red Island, Choco Dream, Magical Blue, dan Beauty Sunset. Juga Baby Queen, Sweet Choco, Deep Purple dan terakhir ada Snlight Choco. “Harganya hanya Rp 13.000 per cup,” kata Ramadarima, pemilik Silky Pudding Drink Lombok.

Sumbawa Gelar Simulasi KBM Tatap Muka

”Masing-masing kecamatan, ada perwakilan atau piloting, minimal dua sekolah yang kami tunjuk,” kata Sahril.

Disdik Kota Mataram Berharap Bantuan Kuota Dimanfaatkan Maksimal

”Kami belum tahu persis, makanya kami akan tunggu petunjuk berikutnya,” ujarnya, pada Lombok Post, Selasa (22/9/2020).

Saatnya Kota Mataram Dipimpin Arsitek

“Tidak bisa kita mengharapkan perubahan, kalau masih memberikan kepemimpinan pada orang yang sama,” kata Ketua Partai Gelora NTB HL Fahrurrozi.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks