alexametrics
Senin, 21 September 2020
Senin, 21 September 2020

Selepas Berbuka, Polres Mataram Bubarkan Pesta Narkoba

MATARAM-Tim Satnarkoba Polresta Mataram membubarkan pesta sabu di perumahan Graha Permata Kota  Minggu malam (3/5). Empat orang diciduk. “Kita amankan satu wanita dan tiga pria,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (4/5).

Penggerebekan itu berawal dari laporan masyarakat. Sejak sore polisi telah mengintai. Namun penangkapan baru bisa terlaksana selepas berbuka puasa. Polisi menduga rumah nomor CH 12 B yang disewa perempuan inisial M alias Desi itu diduga kerap dijadikan tempat transaksi narkoba. ”Kita melakukan penyelidikan ternyata benar,” ujarnya.

Tim menyambangi lokasi rumah tersebut. Tiga orang laki-laki berinisial C, M, dan N memasuki rumah tersebut.

Sekitar 10 menit kemudian, tim masuk. Saat digerebek, mereka tak berkutik. ”Kita tangkap mereka saat sedang siap-siap menggunakan sabu,” jelasnya.

Dari hasil operasi, itu ditemukan barang bukti berupa sabu seberat 0,3 gram yang terdapat dalam plastik klip. Ditambah lagi, klip yang sudah terpotong dengan berat 2,16 gram. Terakhir, terdapat pipa kaca yang didalamnya masih terdapat sabu seberat 1,68 gram. ”Kita juga temukan jarum kompor. Yang digunakan untuk membakar sabu,” bebernya.

Dari dugaan sementara, mereka masih dikategorikan sebagai pemakai. Tetapi, kasus ini masih dikembangkan. ”Dari mana mereka mendapatkan barang haram ini. Kita masih telusuri,” kata dia.

Desi  masih belum mengakui ikut menggunakan narkoba. Karena, pada saat penggerebekan dia masih berada di  kamar mandi. ”Saya tidak ikut,” kata Desi.

Lalu bagaimana bisa kenal dengan tiga tamu laki-laki dan bisa mengkonsumsi sabu ?.  Desi menjawab sedikit terbata-terbata. ”eeee. Hhhhmmm, gak tahu. dia datang ke rumah saya kira langsung tidur di kamar yang satuan itu,” kelitnya.

Desi mengaku dirinya memang pengguna. Tetapi, dia tetap ngotot tidak ikut menggunakan sabu saat digerebek. ”Memang iya saya pengguna. Terakhir saya gunakan dua minggu lalu,”  pungkasnya. (arl/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

HARUM Goda Pemilih Millenial Lewat Lomba Film Pendek dan E-Sport

Bakal Calon Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana mencoba menggoda pemilih milenial. Caranya, dengan menggelar film pendek dan e-sport. "Orang yang menggeluti dunia film tidak banyak. Bagi sebagian orang ini ekslusif. Prosesnya panjang," kata Mohan Sabtu malam (19/9) lalu.

Cerita Shaina Babheer saat Memerankan Sosok Kikin dalam film MOHAN

Shaina Azizah Putri dipilih untuk memerankan sosok Kikin Roliskana dalam film pendek berjudul "Mohan". Ini menjadi tantangan baru bagi dara yang sudah membintangi beberapa sinetron dan FTV nasional ini.

“Menara Eiffel”di Desa Seruni Mumbul Lombok Timur Ramai Pengunjung

Pengelola wisata Denda Seruni, Desa Seruni Mumbul, Kecamatan Pringgabaya tak ingin puas dengan keberhasilannya menyedot wisatawan. Realisasi target PADes Rp 30 juta per bulan harus dapat bertambah.

Bale Mediasi Lotim Damaikan Delapan Perselisihan

SELONG-Permohonan mediasi terus berdatangan ke Bale Mediasi Lotim. “Sudah ada 36 permohonan yang masuk,” kata Koordinator Administrasi Bale Mediasi Lotim Lalu Dhodik Martha Sumarna pada Lombok Post, kemarin (18/9).

Korem 162/WB Gelar Bakti Sosial di KEK Mandalika

Sejumlah kegiatan bakti sosial di gelar Korem 162/WB dalam rangka menyambut HUT TNI ke-75 di Loteng. “Terima kasih TNI karena menggelar salah satu rangkaian HUT-nya, di daerah kami tercinta,” ujar Asisten II Setda Loteng H Nasrun, kemarin (18/9).

Dugaan Korupsi Pembangunan RS Pratama Dompu Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pembangunan Rumah Sakit (RS) Pratama Manggelewa, Dompu, tahun 2017 sebentar lagi rampung. ”Kira-kira dua minggu lagi kita naikkan ke penyidikan,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda NTB Kombes Pol I Gusti Putu Gede Ekawana Putra, kemarin (18/9).

Paling Sering Dibaca

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Hasil Uji Diragukan, Dua Merek Alat Rapid Test asal China Dipakai di NTB

MATARAM-Dua dari tiga merek alat rapid test yang diragukan akurasinya dipakai di NTB. Yakni VivaDiag dan Wondfo. ”Itu kami dapat bantuan dari pusat, silahkan...
Enable Notifications    Ok No thanks