alexametrics
Jumat, 14 Mei 2021
Jumat, 14 Mei 2021

Bawa Sabu dari Batam, Panjang Diringkus di Bandara Lombok

MATARAM-Penyelundupan sabu melalui bandara kembali digagalkan polisi. Senin (3/5/2021) tim Ditresnarkoba Polda NTB menangkap seorang pria berinisial IA alias Panjang yang baru tiba di Bandara Internasional Lombok (BIL) dari Batam. Dia kedapatan membawa 2 ons sabu.

Polisi sudah mendapatkan informasi dari masyarakat sejak sepekan lalu. Bakal ada seseorang membawa sabu dari Batam ke NTB. ”Selama seminggu kita sudah melakukan penyelidikan,” kata Ketua Tim Resmob Ditresnarkoba Polda NTB Iptu Hendry Christianto.

Sekitar pukul 12.00 Wita, Senin (3/5/2021) Dirresnarkoba Polda NTB Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf memerintahkan tim untuk bergerak ke BIL. Setelah empat jam menunggu, pesawat asal Batam yang transit Jakarta tiba di Lombok. ”Semua penumpang dari Batam kita masukkan ke ruangan khusus,” jelasnya.

Satu per satu penumpang asal Batam digeledah, disaksikan petugas bandara. Di sini, Panjang terlihat sudah kebingungan. Itu membuat polisi semakin curiga terhadap pria berkepala plontos tersebut. ”Gelagatnya sudah kelihatan sejak kita pisahkan dengan penumpang lain,” bebernya.

Tas bawaan pria kelahiran Lendang Nangka, Kecamatan Masbagik, Lombok Timur (Lotim) itu digeledah. Ransel berwarna abu yang dibawa Panjang berisi baju.

Saat celana jins di dalam ransel dikeluarkan, terdapat bungkusan sabu di dalam dua saku depan. Sabu itu dibungkus menggunakan plastik bening. ”Setelah kita timbang beratnya 2 ons,” ujarnya.

Kepada polisi, Panjang mengaku dua bungkus sabu tersebut dibeli di Batam. Per ons dibeli seharga Rp 70 juta-an.  ”Dia beli untuk dijual di Lombok,” ujarnya.

Polisi masih terus mengembangkan kasus tersebut.  Apakah memang barang tersebut milik pribadi atau memang ada pemesannya. ”Semua masih dalam pengembangan,” kata perwira pertama tingkat dua itu.

Panjang mengaku hampir tiga tahun bekerja di Batam. Dia bekerja sebagai tekong di salah satu perusahaan. ”Tetapi, semenjak Covid-19 pengiriman (tenaga kerja) sepi. Saya dipecat dari perusahaan,” tuturnya.

Tidak punya pekerjaan, dia memilih menjadi pengedar sabu di Batam. Ketika uang hasil mengedarkan sabu sudah cukup, dia membeli sabu dengan harga relatif murah di Batam. ”Satu ons dibeli Rp 70 juta,” ujarnya.

Dia mengaku, satu dari dua bungkus sabu yang dibawa merupakan pesanan seseorang dari Sumbawa. Satu bungkus lagi akan diedarkan sendiri. ”Ini ada yang bakal saya kirim ke Sumbawa,” ujarnya.

Rencananya, seorang pemesan sabu tersebut bakal menjemputnya di bandara. Namun, sang penjemput beralasan mobilnya rusak. ”Sehingga saya pulang sendiri. Tetapi sudah duluan tertangkap,” akunya.

Panjang mengaku, dirinya baru kali pertama membawa sabu ke NTB. Karena ingin pulang dan supaya terlihat memiliki hasil kerja selama di Batam, dia menyelundupkan sabu. ”Sebelumnya tidak pernah. Saya beli di sana dan bakal dijual di sini, supaya ada pekerjaan,” akunya. (arl/r1)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks