alexametrics
Rabu, 15 Juli 2020
Rabu, 15 Juli 2020

Dua Tahun di NTB, WNA Arab Saudi Diduga Jual Narkoba di Kawasan Wisata

MATARAM-Warga Negara Arab Saudi berinisial AAS alias Abdul ditangkap saat membawa narkoba, Selasa (2/6) lalu. Penyidik menyimpulkan Abdul menjadi seorang pengedar. ”Pelaku mengedarkan narkoba di kawasan wisata.  Sasarannya itu warga negara asing yang datang ke Lombok,” kata Wakapolresta Mataram AKBP Edwin Suwondo, kemarin (4/6).

Abdul sudah dua tahun tinggal di NTB. Dia menggunakan paspor pelancong. ”Kita masih dalami sejak kapan mulai mengedarkan narkoba,” ujarnya.

Abdul mengedarkan dua jenis narkoba. Yakni, ganja dan sabu. “Dari pengakuannya, barang itu dibelinya dari Karang Bagu,” bebernya.

Ganja dibelinya dengan harga Rp 300 ribu dalam poketan besar. Sedangkan sabu dibeli dengan harga Rp 200 ribu. “Pelaku juga pengguna. Hasil tes urine-nya positif,” bebernya.

Penyidik belum menyimpulkan Abdul termasuk dalam jaringan internasional. Karena, perlu didalami lagi. ”Kita masih dalami yang itu (jaringan internasional),” jelasnya.

Saat ini tim masih terus mengembangkan. Dari mana mereka mendapatkan barang haram tersebut. ”Masih pengembangan,” ucapnya.

Untuk proses penyidikannya nanti, penyidik akan bersurat ke Kedutaan Besar Arab Saudi. Sebagai bentuk pemberitahuan. ”Apakah nanti akan diberikan pendampingan hukum atau tidak,” bebernya.

Dari perbuatannya, Abdul dijerat pasal 112 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentan Tindak Pidana Narkotika. Ancaman hukumannya minimal empat tahun penjara.

Sebagai pengingat, Abdul ditangkap di kos-kosannya di Karang Siluman, Cakra Timur, Cakranegara, Mataram, Selasa (2/6). Dia menguasai narkoba jenis ganja seberat 11,20 gram dan sabu seberat 1,72 gram. (arl/r2)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Korona Tinggi, Pola Pencegahan Covid 19 di Mataram Perlu Dievaluasi

emkot Mataram memang bekerja. Mereka berupaya memutus mata rantai penularan virus Korona. Sayangnya, kerja para pemangku kebijakan di Pemkot Mataram itu tanpa inovasi.

Enam Bulan, 19 Kasus Kekerasan Terhadap Anak Terjadi di Mataram

Kasus kekerasan anak di Kota Mataram masih sering terjadi. Buktinya, hingga Juli  tercatat sudah terjadi 19 kasus. “Kebanyakan dari kasus ini perebutan hak asuh,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Mataram Hj Dewi Mardiana Ariany, Selasa (14/7).

Larangan Dicabut, PNS Sudah Boleh Lakukan Perjalanan Dinas

Kebijakan pembatasan perjalanan dinas aparatur sipil negara (ASN) resmi dicabut. Kini ASN dibolehkan ke luar kota. Namun, dengan syarat-syarat khusus.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Mataram, Tanpa Masker Tak Boleh Masuk Pasar

Saat ini, sebagian besar masyarakat NTB memang sudah menggunakan masker. Tapi, banyak pula yang memakai masker hanya sampai dagu atau di leher. Sementara di Kota Mataram dan Lombok Barat yang merupakan dua daerah zona merah dengan kasus Covid-19 terparah, banyak pedagang dan pengunjung pasar yang masih bandel. Mereka ngelencer di pasar tanpa masker.

Sukseskan Kampung Sehat, Tiga Pilar di Loteng Kompak

Pemkab, Polres dan Kodim 1620/Lombok Tengah siap menyukseskan lomba kampung sehat. “Harapannya masyarakat mempunyai kemampuan dan kemandirian dalam penanganan covid-19,” papar Kapolres AKBP Esty Setyo Nugroho saat memimpin upacara tiga pilar di Bencingah Alun-Alun Tastura, Praya, Selasa (14/7/2020).

Paling Sering Dibaca

Usai Pemakaman, Kades Sigerongan Lobar dan Lima Warga Lainnya Reaktif

Aktivitas di Kantor Desa Sigerongan lumpuh. Menyusul hasil rapid test kepala desa dan sejumlah warganya reaktif. Selama 14 hari ke depan, pelayanan di kantor desa ditiadakan sementara.

Korona NTB Masih Parah, Sekolah Hanya Bisa Dibuka di Kota Bima

Ketentuannya, kegiatan di sekolah pada tahun ajaran baru hanya diperbolehkan untuk daerah zona hijau. Karena itu, manakala ada pemerintah daerah yang nekat membuka sekolah non zona hijau. pemerintah pusat memastikan akan memberi sanksi.

Beli Honda ADV150, Hemat Rp 5,7 Juta

Honda ADV150 merupakan skutik penjelajah jalanan canggih dengan desain bodi yang futuristik dan manly. Skutik ini dibekali mesin 150cc eSP yang menyuguhkan performa responsif.

Liburan di Sungai Dodokan Lobar, Bayar Rp 5 Ribu Wisata Sampai Puas

Orang kreatif bisa membuat peluangnya sendiri. Itulah yang dilakukan Siali, warga Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung. Ia membuat Sungai Dodokan jadi spot wisata baru di Lombok Barat (Lobar).

Ikuti Mataram, Lobar Berlakukan Jam Malam

erkembangan pandemi Covid-19 di Lombok Barat (Lobar) semakin mengkhawatirkan. Kasus positif yang mencapai 300 lebih, menjadi atensi penuh Polres Lobar dalam melakukan upaya pencegahan penularan.
Enable Notifications.    Ok No thanks