alexametrics
Rabu, 15 Juli 2020
Rabu, 15 Juli 2020

Isak Tangis Warnai Penangkapan Terduga Bandar Narkoba di Abian Tubuh Utara

MATARAM- Di Tengah Pandemi Covid 19, nampaknya Satnarkoba Polresta Mataram tak mengendorkan pemberantasan. Mereka kembali mengungkap pengedar narkoba di Abian Tubuh Utara, Cakranegara, kemarin (4/6).

Proses penangkapan berlangsung dramatis. Saat tim datang, dua orang pria berinisial IGL dan M yang diduga akan membeli narkoba berupaya melarikan diri. Tetapi, tim dengan sigap menyergap mereka. “Duduk kamu, diam, diam, diam,” pinta salah satu anggota sambil membekuk mereka.

IGL dan M tak berkutik. Polisi curiga salah satu rumah yang dijadikan sebagai transaksi gelap narkoba. Tim menggedor pintu rumah itu. ”Permisi, permisi,” kata salah satu anggota sambil mengetuk pintu.

Orang yang berada di dalam rumah itu tak juga menyahut. Rupanya, mereka sudah mengetahui kedatangan petugas.

Namun, tim berupaya melakukan tindakan preventif. Mereka meminta salah satu warga untuk membuka pintunya. Tak lama kemudian, pintunya dibuka.

Pemilik rumah berinisial IAS alias Ide Pundut rupanya bersembunyi di kamar belakang. Dia bersembunyi bersama pacarnya berinisial SR.

Saat hendak ditangkap, Ide Pundut berupaya melarikan diri melalui jendela belakang rumahnya. Namun, berhasil disergap petugas.

Saat diringkus, pacarnya SR berteriak histeris. Dia menolak untuk ditangkap. ”Diam kamu,” pinta petugas.

SR tak pedulikan perintah itu. Dia terus berteriak histeris agar dikasihani. ”Jangan tangkap saya pak. Saya tidak mau,” teriak SR sambil menangis.

Polisi terus berupaya membujuknya, SR pun bersedia keluar rumah. Dia diminta duduk di teras rumahnya.

Saat keluar, SR kembali teriak. Lalu memeluk pacarnya. ”Jangan bawa dia,” kata SR memelas.

Setelah situasi kondusif, tim menggeledah area rumah. Sebelum menggeledah, tim digeledah terlebih dahulu oleh aparat lingkungan setempat.

Di celana Ide Pundut ditemukan uang Rp 670 ribu. Diduga uang tersebut hasil penjualan sabu.  Selanjutnya tim menggeledah badan SR, IGL dan M. Tak ditemukan barang bukti.

Tim menggeledah kamarnya. Di dalam kamarnya ditemukan beberapa klip sabu siap edar. ”Kita temukan belasan poket sabu di dalam kamarnya,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson.

Selain itu tim juga menggeledah halaman rumahnya. Ditemukan 12 poket sabu didalam bungkusan rokok Surya di selokan rumahnya. ”Total berat sabu yang berhasil diamankan 15,63 gram,” terangnya.

Ada empat orang yang diamankan. Diduga, mereka menjadi pengedar, kurir, dan pembeli. Saat ini, penyidik masih melakukan pendalaman. ”Dari mana mendapatkan barang haram tersebut,” ujarnya.

Dari pengakuan sementara, mereka mendapatkan barang tersebut dari tetangganya. ”Kita masih selidiki itu,” ucapnya.

Mereka sudah menjual barang haram tersebut sejak enam bulan lalu.  Penjualannya kisaran Rp 200 ribu per poketnya. (arl/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Korona Tinggi, Pola Pencegahan Covid 19 di Mataram Perlu Dievaluasi

emkot Mataram memang bekerja. Mereka berupaya memutus mata rantai penularan virus Korona. Sayangnya, kerja para pemangku kebijakan di Pemkot Mataram itu tanpa inovasi.

Enam Bulan, 19 Kasus Kekerasan Terhadap Anak Terjadi di Mataram

Kasus kekerasan anak di Kota Mataram masih sering terjadi. Buktinya, hingga Juli  tercatat sudah terjadi 19 kasus. “Kebanyakan dari kasus ini perebutan hak asuh,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Mataram Hj Dewi Mardiana Ariany, Selasa (14/7).

Larangan Dicabut, PNS Sudah Boleh Lakukan Perjalanan Dinas

Kebijakan pembatasan perjalanan dinas aparatur sipil negara (ASN) resmi dicabut. Kini ASN dibolehkan ke luar kota. Namun, dengan syarat-syarat khusus.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Mataram, Tanpa Masker Tak Boleh Masuk Pasar

Saat ini, sebagian besar masyarakat NTB memang sudah menggunakan masker. Tapi, banyak pula yang memakai masker hanya sampai dagu atau di leher. Sementara di Kota Mataram dan Lombok Barat yang merupakan dua daerah zona merah dengan kasus Covid-19 terparah, banyak pedagang dan pengunjung pasar yang masih bandel. Mereka ngelencer di pasar tanpa masker.

Sukseskan Kampung Sehat, Tiga Pilar di Loteng Kompak

Pemkab, Polres dan Kodim 1620/Lombok Tengah siap menyukseskan lomba kampung sehat. “Harapannya masyarakat mempunyai kemampuan dan kemandirian dalam penanganan covid-19,” papar Kapolres AKBP Esty Setyo Nugroho saat memimpin upacara tiga pilar di Bencingah Alun-Alun Tastura, Praya, Selasa (14/7/2020).

Paling Sering Dibaca

Usai Pemakaman, Kades Sigerongan Lobar dan Lima Warga Lainnya Reaktif

Aktivitas di Kantor Desa Sigerongan lumpuh. Menyusul hasil rapid test kepala desa dan sejumlah warganya reaktif. Selama 14 hari ke depan, pelayanan di kantor desa ditiadakan sementara.

Korona NTB Masih Parah, Sekolah Hanya Bisa Dibuka di Kota Bima

Ketentuannya, kegiatan di sekolah pada tahun ajaran baru hanya diperbolehkan untuk daerah zona hijau. Karena itu, manakala ada pemerintah daerah yang nekat membuka sekolah non zona hijau. pemerintah pusat memastikan akan memberi sanksi.

Beli Honda ADV150, Hemat Rp 5,7 Juta

Honda ADV150 merupakan skutik penjelajah jalanan canggih dengan desain bodi yang futuristik dan manly. Skutik ini dibekali mesin 150cc eSP yang menyuguhkan performa responsif.

Liburan di Sungai Dodokan Lobar, Bayar Rp 5 Ribu Wisata Sampai Puas

Orang kreatif bisa membuat peluangnya sendiri. Itulah yang dilakukan Siali, warga Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung. Ia membuat Sungai Dodokan jadi spot wisata baru di Lombok Barat (Lobar).

Ikuti Mataram, Lobar Berlakukan Jam Malam

erkembangan pandemi Covid-19 di Lombok Barat (Lobar) semakin mengkhawatirkan. Kasus positif yang mencapai 300 lebih, menjadi atensi penuh Polres Lobar dalam melakukan upaya pencegahan penularan.
Enable Notifications.    Ok No thanks