alexametrics
Rabu, 15 Juli 2020
Rabu, 15 Juli 2020

Mantan Kades Lingsar Sahyan Resmi Ajukan Kasasi

MATARAM-Tak ingin dihukum lebih berat, terdakwa Sahyan melayangkan kasasi. Kades Lingsar Lobar non aktif yang terjerat korupsi dana CSR PDAM Giri Menang itu telah menyerahkan memori kasasinya. ”Sudah kita serahkan memorinya,” kata Bion Hidayat selaku penasihat hukum Sahyan, Kamis (4/6) kemarin.

Intinya, memori kasasinya mengacu pada fakta yang terungkap di persidangan. Berdasarkan putusan hakim tingkat pertama dana CSR  sudah digunakan sesuai peruntukannya. ”Dana itu sudah dibagikan sesuai perjanjian antara Kades dengan PDAM Giri Menang,” ungkapnya.

Pada perjanjian itu, sudah diatur pengalokasian dana. 40 persen untuk lingkungan, 30 persen untuk mendukung kegiatan ekonomi masyarakat, dan 30 persen untuk kegiatan sosial. ”Semua sudah disalurkan. Dan pendapat hakim PN Tipikor sudah sesuai. Itu dilihat dari fakta persidangan,” ujarnya.

Yang tidak mampu dipertanggungjawabkan hanya Rp 5 juta. Selisihnya itu muncul karena digunakan untuk biaya akomodasi penyaluran dana CSR. ”Hanya Rp 5 juta itu dijadikan sebagai uang kerugian negaranya,” jelasnya.

Sehingga, hakim PN Tipikor menghukum Sahyan dengan pidana penjara enam bulan 22 hari. Vonis yang dijatuhkan hakim itu sudah dijalani terhitung sejak tanggal penahanan Sahyan. ”Sehingga, Sahyan dianggap langsung bebas,” ujarnya.

Namun, setelah jaksa penuntut umum (JPU) melayangkan banding, Sahyan divonis lebih berat. Menjadi satu tahun enam bulan penjara.

Selain itu, Sahyan dibebankan membayar kerugian negara Rp 159 juta subsider tiga bulan kurungan. Ditambah membayar denda Rp 50 juta subsider satu bulan penjara.

Vonis terhadap Sahyan dari Pengadilan Tinggi NTB berdasarkan putusan Nomor 4/PID.TPK/2020/PT.MTR tertanggal 28 April lalu.

Diketahui, Sahyan terjerat kasus tersebut dianggap menggunakan dana CSR Rp 265 juta itu tidak sesuai prosedur. Sehingga, penyidik Kejari Mataram  menetapkannya menjadi tersangka.

Penggunaan anggaran itu tidak pernah dibahas bersama Badan Permusyawaratan Desa sesuai aturan yang berlaku. Sehingga penyidik menganggap kerugian negaranya menjadi total loss.  (arl/r2)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Korona Tinggi, Pola Pencegahan Covid 19 di Mataram Perlu Dievaluasi

emkot Mataram memang bekerja. Mereka berupaya memutus mata rantai penularan virus Korona. Sayangnya, kerja para pemangku kebijakan di Pemkot Mataram itu tanpa inovasi.

Enam Bulan, 19 Kasus Kekerasan Terhadap Anak Terjadi di Mataram

Kasus kekerasan anak di Kota Mataram masih sering terjadi. Buktinya, hingga Juli  tercatat sudah terjadi 19 kasus. “Kebanyakan dari kasus ini perebutan hak asuh,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Mataram Hj Dewi Mardiana Ariany, Selasa (14/7).

Larangan Dicabut, PNS Sudah Boleh Lakukan Perjalanan Dinas

Kebijakan pembatasan perjalanan dinas aparatur sipil negara (ASN) resmi dicabut. Kini ASN dibolehkan ke luar kota. Namun, dengan syarat-syarat khusus.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Mataram, Tanpa Masker Tak Boleh Masuk Pasar

Saat ini, sebagian besar masyarakat NTB memang sudah menggunakan masker. Tapi, banyak pula yang memakai masker hanya sampai dagu atau di leher. Sementara di Kota Mataram dan Lombok Barat yang merupakan dua daerah zona merah dengan kasus Covid-19 terparah, banyak pedagang dan pengunjung pasar yang masih bandel. Mereka ngelencer di pasar tanpa masker.

Sukseskan Kampung Sehat, Tiga Pilar di Loteng Kompak

Pemkab, Polres dan Kodim 1620/Lombok Tengah siap menyukseskan lomba kampung sehat. “Harapannya masyarakat mempunyai kemampuan dan kemandirian dalam penanganan covid-19,” papar Kapolres AKBP Esty Setyo Nugroho saat memimpin upacara tiga pilar di Bencingah Alun-Alun Tastura, Praya, Selasa (14/7/2020).

Paling Sering Dibaca

Usai Pemakaman, Kades Sigerongan Lobar dan Lima Warga Lainnya Reaktif

Aktivitas di Kantor Desa Sigerongan lumpuh. Menyusul hasil rapid test kepala desa dan sejumlah warganya reaktif. Selama 14 hari ke depan, pelayanan di kantor desa ditiadakan sementara.

Korona NTB Masih Parah, Sekolah Hanya Bisa Dibuka di Kota Bima

Ketentuannya, kegiatan di sekolah pada tahun ajaran baru hanya diperbolehkan untuk daerah zona hijau. Karena itu, manakala ada pemerintah daerah yang nekat membuka sekolah non zona hijau. pemerintah pusat memastikan akan memberi sanksi.

Beli Honda ADV150, Hemat Rp 5,7 Juta

Honda ADV150 merupakan skutik penjelajah jalanan canggih dengan desain bodi yang futuristik dan manly. Skutik ini dibekali mesin 150cc eSP yang menyuguhkan performa responsif.

Liburan di Sungai Dodokan Lobar, Bayar Rp 5 Ribu Wisata Sampai Puas

Orang kreatif bisa membuat peluangnya sendiri. Itulah yang dilakukan Siali, warga Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung. Ia membuat Sungai Dodokan jadi spot wisata baru di Lombok Barat (Lobar).

Ikuti Mataram, Lobar Berlakukan Jam Malam

erkembangan pandemi Covid-19 di Lombok Barat (Lobar) semakin mengkhawatirkan. Kasus positif yang mencapai 300 lebih, menjadi atensi penuh Polres Lobar dalam melakukan upaya pencegahan penularan.
Enable Notifications.    Ok No thanks