alexametrics
Kamis, 18 Agustus 2022
Kamis, 18 Agustus 2022

Bersaksi di Pengadilan, Bekas Anak Buah Beberkan Mandari Bandar Sabu

MATARAM-Bekas anak buah Mandari, Ni Nyoman Artini alias Mulek alias Cece dihadirkan sebagai saksi kunci dalam sidang perkara terduga bandar sabu Ni Nyoman Juliandari alias Mandari dan suaminya I Gede Bayu Pratama, Kamis(4/8). Dalam kesaksiannya, Mulek membenarkan Mandari sebagai bandar sabu. “Saya berhubungan membeli sabu sejak 2013,” kata Mulek menjawab JPU Iwan Winarso di hadapan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Mataram yang diketuai Sri Sulastri.

Dia ikut dalam jaringan Mandari karena terdesak kebutuhan ekonomi. Dia datang dan membantu menjual sabu milik Mandari. “Per pekan menyerahkan uang Rp 50 juta dari hasil penjualan,” sebutnya.

Setiap pekan dia mengambil sabu sebanyak 50 gram. Per gram dijual dengan harga Rp 1,2 juta. “Saya dapat untung Rp 10 juta. Sabu yang 50 gram itu habis terjual selama sepekan,” bebernya.

Baca Juga :  Buron Tiga Hari, Kurir Sabu Batam Tertangkap di Lombok Timur

Untuk mengambil sabu dari Mandari, Mulek harus melalui perantara peluncur. Namanya Robert. “Tetapi pernah bertransaksi langsung dengan Mandari. Saat itu diantarkan ke rumah saya bersama suaminya (Gede Bayu Pratama),” bebernya.

Untuk memastikan bukti tersebut, JPU Iwan Winarso menunjukkan foto Robert di hadapan majelis hakim. Saat ditunjukkan foto itu, Mulek mengakui itu foto Robert. “Robert ini adalah peluncurnya Mandari,” kata Mulek.

JPU kemudian menanyakan bagaimana Mandari bisa disebut sebagai bandar sabu. Mulek mengatakan karena dia mengambil sabu dari Mandari. “Dari tahun 2013 mengambil sabunya dari Mandari,” tegasnya.

Untuk berkomunikasi melakukan transaksi sabu, biasanya via telepon. Kadang-kadang secara langsung. Handphone yang digunakan menghubungi Mandari bukan android. “Saya pakai handphone model lama (telpon genggam biasa). Bukan android,” jelasnya.

Baca Juga :  Kasus Pembunuhan di Karang Pule Mataram, Tedakwa Dendam pada Korban

Dia kerap mengganti nomor handphone-nya. Itu untuk menghilangkan jejak digital.

JPU Iwan juga menyinggung grup WhatsApp bernama Akatsuke. Mulek mengaku mengetahui grup tersebut. “Tetapi saya tidak masuk di dalam grup itu. Karena saya tidak punya handphone android,” ungkapnya.

Grup Akatsuke itu diisi para anak buah Mandari. Adminnya adalah Mandari. “Saya tahu grup itu. Tetapi isi percakapannya saya tidak tahu,” kata dia.

Sementara itu, terdakwa Mandari dan suaminya membantah seluruh keterangan Mulek. “Semua yang diterangkan saksi itu tidak benar,” teriak Mandari di hadapan majelis hakim. (arl/r1)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/