alexametrics
Minggu, 27 September 2020
Minggu, 27 September 2020

Kasus Penjualan Tanah, Polisi Klarifikasi Kades Lembuak Narmada

MATARAM-Dugaan korupsi penjualan tanah pecatu di Desa Lembuak, Narmada, Lombok Barat (Lobar) mulai didalami. Penyelidk Subdit III Tipikor Mataram mengklarifikasi Kepala Desa (Kades) Lembuak, Kamarudin Jaelani, kemarin (4/9). ”Ya, diperiksa mengenai laporan penjualan tanah itu (pecatu),” kata Kamarudin setelah keluar dari ruangan penyelidik, kemarin.

Dia menegaskan, tanah tersebut bukan tanah pecatu. Karena tidak terdaftar di aset desa. ”Itu tanah milik seorang warga bernama Pak Artiah,” jelasnya.

Sebelumnya Artiah mengklaim dirinya sebagai pemilik lahan yang dianggap tanah pecatu oleh masyarakat. Klaim Artiah atas dasar pipil garuda tahun 1995 sebagai alas haknya. ”Artiah ini datang ke saya menunjukkan pipil garuda atas nama bapaknya. Namanya Lailah Guru. Dia meminta tanah tersebut dijualkan,” ujarnya.

Setelah Artiah datang menunjukkan pipil garuda itu, Kamarudin langsung mengecek keabsahannya. Ternyata, tanah yang diklaim Artiah itu tidak terdaftar sebagai tanah pecatu di desa. ”Karena, Artiah memiliki alas hak dan dia memberikan surat kuasa kepada saya. Makanya saya berani bertanggung jawab melakukan penjualan tanah tersebut,” ujarnya.

Namun, Kamarudin menegaskan ke Artiah, jika ada persoalan di kemudian hari terkait penjualan dan pembangunan di lahan tersebut oleh masyarakat harus di stop. ”Sekarang kan, belum ada kegiatan di lahan itu,” kata dia.

Artiah sudah melayangkan gugatan ke pengadilan. Dia menggugat Desa Lembuak. “Itu sebagai langkah untuk menguatkan dirinya sebagai pemilik tanah,” jelasnya.

Kamarudin bersyukur kasus ini mencuat. Karena persoalan hak kepemilikan lahan yang dianggap pecatu oleh masyarakat itu bisa terselesaikan. “Jadi dengan perkara ini, kita bisa mengurai benang kusut terkait persoalan kepemilikan lahan seluas 13 are itu,” ucapnya.

Terkait Artiah yang memintanya untuk menjualkan tanah yang diklaimnya itu hanya unsur kepercayaan. Sehingga, Artiah yang kondisinya cacat menguasakan penjualannya kepadanya. ”Saya diminta untuk menjualkan. Dan terkait fee penjualan sudah disepakati Artiah,” kata dia.

Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto membenarkan terkait pemeriksaan tersebut. Pemeriksaan kades tersebut sifatnya masih klarifikasi. ”Hanya klarifikasi saja terhadap laporan yang diterima penyelidik,” kata Artanto.

Sebelumnya, Kamarudin dilaporkan warga Lembuak terkait dugaan penjualan tanah pecatu seluas 13 are. Tanah tersebut sudah dikuasai desa selama 53 tahun.

Kamarudin menjual tanah tersebut seharga Rp 250 juta per are ke Akmaludin. Warga menganggap penjualannya dilakukan secara diam-diam.

Atas tindakan tersebut Kamarudin dilaporkan atas dugaan korupsi. Atas dasar pasal 12 huruf A dan Pasal 5 ayat (1) Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi. (arl/r2)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Penataan Kawasan Wisata Senggigi Dimulai

Penataan kawasan wisata Senggigi direalisasikan Dinas Pariwisata (Dispar) Lombok Barat (Lobar). Sayang, dari tujuh proyek dalam perencanaan, hanya lima yang bisa dieksekusi.

LPPOM MUI NTB Target Sertifikasi Halal 125 Usaha Rampung Tahun Ini

”Rinciannya, dari Dinas Perindustrian NTB dan pusat sebanyak 75 usaha, serta Dinas Koperasi Lombok Barat sebanyak 50 usaha,” katanya, kepada Lombok Post, Rabu (23/9/2020).

Solusi BDR Daring, Sekolah Diminta Maksimalkan Peran Guru BK

Jika terkendala akses dan jaringan internet, layanan dilaksanakan dengan pola guru kunjung atau home visit. ”Di sanalah mereka akan bertemu dengan siswa, orang tua, keluarga. Apa permasalahan yang dihadapi, kemudiann dibantu memecahkan masalah,” pungkas Sugeng.

Subsidi Kuota Internet, Daerah Blank Spot di NTB Pertanyakan Manfaat

”Kalau jangkauan towernya luas, tentu ini sangat menunjang sekaligus mendukung pemanfaatan kebijakan pusat,” tandasnya.

Anugerah Pewarta Astra 2020 Kembali Digelar

Astra mengajak setiap anak bangsa untuk menebar inspirasi dengan mengikuti Anugerah Pewarta Astra 2020. ”Di NTB sendiri kami membina warga Kelurahan Dasan Cermen yang merupakan wilayah Kampung Berseri Astra. Harapannya, masyarakat dapat menggambarkan dukungan Astra untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih optimis demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa,” ujar Gusti Ayu.

Pilwali Mataram, HARUM satu SALAM dua MUDA tiga BARU empat

Pengundian nomor Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota Mataram dan Wakil Wali Kota Mataram berjalan di bawah protokol Pandemi Covid-19 dengan ketat, pukul 19.00 wita-selesai semalam.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks