alexametrics
Kamis, 1 Oktober 2020
Kamis, 1 Oktober 2020

Tabrak Trotoar, Jasad Masuk Selokan

MATARAM—Sesosok mayat pria menghebohkan warga di Jalan Adizucipto  Pejarakan Karya, Ampenan kemarin (4/10). Jasad yang belakangan diketahui bernama Made Wilantara , 34 tahun tersebut tergeletak di saluran irigasi di depan kantor Balai Karantina Ikan dan Tumbuhan. Sejak subuh warga berhamburan dan berhenti untuk melihat jasad sebelum akhirnya dievakuasi petugas.

Kasatlantas Polres Mataram AKP Raditya Suharta menduga peristiwa tersebut dipicu kecelakaan tunggal sekitar  pukul 04.00 Wita. Pengendara yang datang dari arah barat menabrak  trotoar. ”Yang ditabrak pembatas jalan,” kata Raditya, kemarin (4/10).

Dugaan sementara, pengendara mengantuk. Sehingga, pengendara tak stabil mengemudikan sepeda motornya. ”Oleng dan menabrak pembatas jalan,” jelasnya.

Kepalanya terbentur badan jalan. Hingga terpental ke dalam selokan. “Saat menabrak, mungkin tidak ada yang menolongnya. Karena saat kejadian, lokasi cukup sepi,” ujarnya.

Sekitar pukul 06.00 Wita, sudah terlihat salah seorang warga tergeletak di selokan. Selanjutnya, tim datang melakukan identifikasi. ” Lalu Kita membawanya ke ruah sakit. ”Kita membawanya ke Rumah Sakit untuk mengetahui penyebab kematiannya,”  kata dia.

Polisi sudah berkoordinasi dengan pihak keluarga korban. Pihak kepolisian meminta untuk dilakukan autopsi. Namun, pihak keluarga tidak menyetujui.

Sehingga, diambil jalan pintas, hanya dilakukan visum luar saja. Hasil visum diduga terjadi benturan keras dibagian kepala. ”Kami hanya visum  saja jadinya,” bebernya.

Menurutnya, jenazah Made harus di auotpsi. Langkah itu untuk mengetahui lebih mendetail  penyebab kematiannya. Apakah karena mabuk atau pengaruh obat lainnya. “Tetapi, kalau pihak keluarga tidak mengizinkan, kita juga tidak bisa memaksa.

Adit mengimbau kepada masyarakat untuk selalu berhati-hati dalam berkendara. Harus mematuhi peraturan lalu lintas. ”Kalau mengantuk saat mengemudi lebih baik berhenti sejenak. Supaya tidak terjadi laka lantas,” imbaunya. (arl/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Sah! Gaji dan Tunjangan PPPK Sama dengan PNS

Penantian panjang honorer K2 yang lulus seleksi tes Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2019 lalu akhirnya usai sudah. Payung hukum terkait gaji dan tunjangan PPPK telah diterbitkan.

Antisipasi Penyebaran Covid Klaster Kampus!

KONDISI masyarakat pada era tatanan kehidupan baru (new normal) saat ini seolah-olah menggambarkan situasi masyarakat telah beradaptasi dengan tenangnya, kembalinya kehidupan normal saat ini kesadaran kita sebagai masyarakat dalam menghadapi pandemi covid-19 sedikit demi sedikit sudah mulai abai dalam menerapkan pola hidup sehat dalam upaya pencegahan dan memutus rantai penularan virus corona.

Penurunan Kasus Korona di NTB Ternyata Semu

Perubahan warna zona Covid-19 di NTB tidak menentu. Kabupaten Dompu yang sebelumnya digadang-gadang sebagai daerah percontohan kini malah masuk zona merah kasus penularan Covid-19.

Pemerintah Harus Turunkan Harga Tes Swab

TARIF uji usap atau tes swab dinilai masih terlalu mahal. Ketua DPR RI Puan Maharani pun meminta pemerintah mengendalikan tarif tes sebagai salah satu langkah pengendalian dan penanganan penyebaran Covid-19. Jumlah masyarakat yang melakukan tes mandiri akan meningkat ketika harganya lebih terjangkau.

Desa Sekotong Tengah Punya Taman Obat Keluarga

ADA budidaya tanaman obat di Desa Sekotong Tengah, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat. Tanaman obat ini dibudidayakan oleh masyarakat setempat melalui Kelompok Taman Obat Keluarga Suren.

Desa Pesanggrahan Lotim, Tangguh Berkat Kawasan Rumah Pangan Lestari

Desa Pesanggrahan terpilih menjadi Kampung Sehat terbaik di Kecamatan Montong Gading. Desa ini punya Tim Gerak Cepat Pemantau Covid-19 yang sigap. Ekonomi masyarakat juga tetap terjaga meski pandemi melanda.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Zona Hijau Korona di NTB Kian Berat

”Indikatornya lebih tajam lagi. Kemarin, yang dihitung hanya pasien positif (Covid-19) saja. Sekarang probable juga dihitung,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, usai rapat evaluasi penanganan Covid-19, di kantor gubernur NTB, kemarin (28/9).

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.
Enable Notifications    Ok No thanks