alexametrics
Kamis, 22 Oktober 2020
Kamis, 22 Oktober 2020

Korban Amukan Massa di Desa Bukit Tinggi Lobar Sepakat Berdamai

MATARAM-Yek Husin menjadi korban amukan massa di Desa Bukit Tinggi, Gunungsari, Lombok Barat, Sabtu (26/9) lalu. Warga Gerunung, Praya, Lombok Tengah (Loteng), itu dituduh mencuri mobil oleh Harman.

”Sebenarnya, Yek Husin ini bukan mencuri, tetapi ingin mengambil mobilnya yang disewa seorang perempuan berinisial NHD,” kata Kasatreskrim Polresta Mataram AKP Kadek Adi Budi Astawa, Sabtu  (3/10).

Amuk massa terhadap Yek Husin itu sempat viral di media sosial. Namun setelah diusut, ternyata Harman hanya sebagai penerima gadai mobil Toyota Avanza dari NHD sebesar Rp 40 juta.  ”Si NHD ini menyewa mobil dari Yek Husin dan digadaikan ke Harman,” terang Kadek Adi.

Saat Yek Husin mengambil mobilnya itu, Harman meneriakinya sebagai maling. Hal itu memancing emosi warga dan langsung menghakimi Yek Husin.  ”Namun saat itu Yek Husin berhasil diselamatkan oleh polisi,” jelasnya.

Berdasarkan keterangan saksi dan bukti yang ada, ternyata mobil tersebut atas nama Yek Husin. Harman menerima gadai tanpa disertai bukti kepemilikan kendaraan bermotor (BPKB). ”Sehingga Yek Husin sempat melaporkan balik Harman,” kata Kadek Adi.

Namun setelah mediasi, Yek Husin sepakat mencabut laporannya.  ”Mereka sudah kita damaikan. Dan sepakat untuk menandatangani surat kesepakatan perdamaian,” ujarnya.

Kadek Adi mengatakan, proses hukum bukanlah akhir penyelesaian. Jika memang bisa berdamai, mengapa harus diproses hukum. ”Kalau dalam istilah hukumnya perdamaian ini disebut restoratif justice,” jelasnya.

Artinya, langkah yang ditempuh untuk menyelesaikan kasus pidana yang melibatkan masyarakat, korban, dan pelaku kejahatan dengan tujuan tercapainya keadilan bagi seluruh pihak. ”Restoratif justice sekarang sudah mulai dijalankan dalam proses hukum pidana,” ujarnya.

Sampai saat ini, Tim Puma masih memburu NHD. Perempuan asal Desa Tegal Maja, Tanjung, Lombok Utara, itu diduga telah banyak melakukan penipuan. ”Modusnya sama, yaitu meminjam mobil lalu digadaikan,” ungkapnya.

Sementara itu, Yek Husin mengatakan, peristiwa hingga dia menjadi korban amukan massa hanya kesalahpahaman. Dia menyadari Harman melakukan itu karena tidak mengetahui duduk persoalan. ”Harman juga korban penipuan. Jadi, supaya kasus ini tidak berlarut, saya memilih berdamai,” kata Yek Husin.

Melalui publikasi media, Yek Husin berharap bisa memperbaiki nama baiknya. Dirinya bukanlah seorang pencuri. ”Ini bukan hanya berdampak pada saya sendiri. Tetapi, ini berdampak pada keluarga saya. Sekarang publik sudah mengetahui kalau saya bukan seorang pencuri,” ujarnya.

Harman mengaku bersalah telah menuduh Yek Husin tanpa dasar yang kuat sehingga menjadi korban amukan massa. ”Ini hanya miskomunikasi. Saya berterima kasih kepada Yek Husin sudah mau memaafkan saya,” katanya. (arl/r1)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Kenali La Nina, Waspadai Dampaknya

HUJAN dengan intensitas sedang hingga tinggi mengguyur sebagian wilayah Indonesia beberapa waktu belakangan ini. Tentu banyak pihak yang bertanya-tanya, apakah memang musim hujan telah datang ? Berdasarkan prakiraan awal musim kemarau tahun 2020/2021 oleh BMKG, musim kemarau tahun 2020 ini sifatnya memang tidak sekering tahun sebelumnya.

17 Ribu Tenaga Kesehatan NTB Bakal Divaksin Lebih Dulu

Pemprov NTB telah menyetor nama-nama tenaga kesehatan untuk diberikan vaksin anti Covid-19. ”Daftar tenaga medis sudah saya serahkan ke pusat,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, kemarin (20/10).

Kampanye Sehat di Dompu Pasangan Eri-HI Bagi Masker untuk Para Lansia

PASANGAN Calon Bupati dan Wakil Bupati Dompu Eri Aryani-H Ichtiar (Eri-HI) terus menyuarakan kampanye sehat. Salah satunya dengan bagi-bagi masker saat ada kegiatan kampanye tertutup.

Juri Kampung Sehat NTB Mulai Menilai Pemenang di Sumbawa

Tim Penilai Lomba Kampung Sehat tingkat provinsi sedang berada di Sumbawa. Penilaian kini sedang dilakukan pada tiga pemenang Lomba Kampung Sehat tingkat kabupaten di wilayah tersebut. Yang sudah dinilai hingga kemarin Kelurahan Samapuin dan Desa Moyo Hilir.

XL Axiata, Pertama di Asia Tenggara yang Pakai SAP S/4HANA Cloud

“XL Axiata berhasil melakukan transformasi menjadi pemimpin dalam hal penyedia layanan digital dan data. Kami sangat percaya dan berkomitmen penuh terhadap transformasi digital sebagai bagian dari strategi bisnis perusahaan,” kata Yessie D. Yosetya, Director & Chief Information-Digital Officer XL Axiata.

Anggota DPR RI Ragukan NTB Siap Selenggarakan MotoGP

”Kami belum melihat ada promosi besar-besaran di tengah masyarakat,” katanya dalam keterangan pers di restoran Taliwang H Moerad, Rabu (20/10/2020).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

52 Ribu UMKM NTB Bakal Dapat Bantuan Presiden Rp 2,4 Juta

Pemprov NTB mengusulkan 52.661 UMKM sebagai penerima bantuan presiden (banpres) produktif. ”Data ini terus kita perbarui sampai minggu kedua bulan September,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB H Wirajaya Kusuma, pada Lombok Post, kemarin (23/8).

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Pemerintah Janji Bantu UMKM NTB Terdampak Korona, Ini Syaratnya

encairan bantuan Rp 800 triliun bagi UMKM dan IKM masih menunggu petujuk pemerintah pusat. ”Kita tunggu petunjuk teknisnya dari kementerian koperasi UKM,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB Wirajaya Kusuma, Jumat (10/7
Enable Notifications    Ok No thanks