alexametrics
Kamis, 22 Oktober 2020
Kamis, 22 Oktober 2020

PPK Meninggal, Penyelidikan Kasus GOR Bima Ditunda

MATARAM-Penyelidikan kasus dugaan korupsi pembangunan Gelanggang Olahraga (GOR) Bima tahun 2019 tertunda. “PPK (pejabat lembuat komitmen) proyek itu meninggal,” kata Dirreskrimsus Polda NTB Kombes Pol I Gusti Putu Gede Ekawana Putra, kemarin (4/10).

Penyelidik Ditreskrimsus Polda NTB sudah dua kali melayangkan panggilan pemeriksaan. Namun, pada panggilan pertama tidak hadir. “Awalnya alasan tidak hadir karena sakit. Tetapi setelah kita panggil kedua, pihak keluarganya menyampaikan yang bersangkutan meninggal,” tuturnya.

Proyek pembangunan GOR Bima menelan anggaran Rp 11,2 miliar. Proyek tersebut dikerjakan PT KJU yang beralamat di Kota Mataram.

Pengerjaannya sempat molor. Sehingga pihak kontraktor dikenakan denda Rp 192 juta. Kendati demikian, proyek tersebut telah dilakukan provisional hand over (PHO) atau serah terima sementara pekerjaan.

Sementara itu, terkait meninggalnya PPK proyek tersebut, Ekawana belum menentukan apakah kasus tersebut akan dihentikan. “Kita belum tentukan itu (penghentian),” ujarnya.

Menurutnya itu perlu kajian. Jika seluruh saksi sudah diklarifikasi baru bisa dilihat benang merahnya. “Apakah ada perbuatan melawan hukumnya atau tidak,” terangnya.

Atau mungkin dalam proyek tersebut berpotensi merugikan keuangan negara. “Kalau ada kerugian negaranya kasus itu bisa saja kita lanjutkan,” kata Ekawana.

Namun, unsur perbuatan melawan hukum dan merugikan negara tersebut harus didalami terlebih dahulu. Unsur perbuatan melawan hukum bisa muncul dari seluruh keterangan saksi. “Kalau saksi baru beberapa yang sudah diklarifikasi,” terangnya.

Sedangkan untuk mengetahui ada tidaknya kerugian negara penyelidik sudah mengagendakan cek fisik dengan ahli dari Universitas Mataram (Unram). “Kalau sudah ada hasil cek fisiknya nanti, kita koordinasikan lagi dengan BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan),” ujarnya.

Penyelidikan kasus tersebut berawal dari laporan masyarakat. Pengerjaan proyek itu diduga tidak sesuai spesifikasi. “Ya, dari laporan itu kita mulai mengusutnya,” kata mantan kapolres Bima ini. (arl/r1)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Kenali La Nina, Waspadai Dampaknya

HUJAN dengan intensitas sedang hingga tinggi mengguyur sebagian wilayah Indonesia beberapa waktu belakangan ini. Tentu banyak pihak yang bertanya-tanya, apakah memang musim hujan telah datang ? Berdasarkan prakiraan awal musim kemarau tahun 2020/2021 oleh BMKG, musim kemarau tahun 2020 ini sifatnya memang tidak sekering tahun sebelumnya.

17 Ribu Tenaga Kesehatan NTB Bakal Divaksin Lebih Dulu

Pemprov NTB telah menyetor nama-nama tenaga kesehatan untuk diberikan vaksin anti Covid-19. ”Daftar tenaga medis sudah saya serahkan ke pusat,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, kemarin (20/10).

Kampanye Sehat di Dompu Pasangan Eri-HI Bagi Masker untuk Para Lansia

PASANGAN Calon Bupati dan Wakil Bupati Dompu Eri Aryani-H Ichtiar (Eri-HI) terus menyuarakan kampanye sehat. Salah satunya dengan bagi-bagi masker saat ada kegiatan kampanye tertutup.

Juri Kampung Sehat NTB Mulai Menilai Pemenang di Sumbawa

Tim Penilai Lomba Kampung Sehat tingkat provinsi sedang berada di Sumbawa. Penilaian kini sedang dilakukan pada tiga pemenang Lomba Kampung Sehat tingkat kabupaten di wilayah tersebut. Yang sudah dinilai hingga kemarin Kelurahan Samapuin dan Desa Moyo Hilir.

XL Axiata, Pertama di Asia Tenggara yang Pakai SAP S/4HANA Cloud

“XL Axiata berhasil melakukan transformasi menjadi pemimpin dalam hal penyedia layanan digital dan data. Kami sangat percaya dan berkomitmen penuh terhadap transformasi digital sebagai bagian dari strategi bisnis perusahaan,” kata Yessie D. Yosetya, Director & Chief Information-Digital Officer XL Axiata.

Anggota DPR RI Ragukan NTB Siap Selenggarakan MotoGP

”Kami belum melihat ada promosi besar-besaran di tengah masyarakat,” katanya dalam keterangan pers di restoran Taliwang H Moerad, Rabu (20/10/2020).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

52 Ribu UMKM NTB Bakal Dapat Bantuan Presiden Rp 2,4 Juta

Pemprov NTB mengusulkan 52.661 UMKM sebagai penerima bantuan presiden (banpres) produktif. ”Data ini terus kita perbarui sampai minggu kedua bulan September,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB H Wirajaya Kusuma, pada Lombok Post, kemarin (23/8).

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Pemerintah Janji Bantu UMKM NTB Terdampak Korona, Ini Syaratnya

encairan bantuan Rp 800 triliun bagi UMKM dan IKM masih menunggu petujuk pemerintah pusat. ”Kita tunggu petunjuk teknisnya dari kementerian koperasi UKM,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB Wirajaya Kusuma, Jumat (10/7
Enable Notifications    Ok No thanks