alexametrics
Senin, 21 September 2020
Senin, 21 September 2020

Jaksa Usut Aset Lobar di LCC

MATARAM-Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB mengusut dugaan korupsi pengelolaan aset di Desa Gerimax, Lombok Barat (Lobar). Penyelidikan telah dimulai jaksa Bidang Pidana Khusus (Pidsus) dengan mengklarifikasi sejumlah pejabat Pemkab Lobar.

Ada tiga orang yang kemarin (5/3), memenuhi panggilan penyelidik. Mantan Sekda Lobar M Uzair; mantan asisten II Lobar H Halawi Mustafa; serta Sekda Lobar Mohammad Taufiq. Klarifikasi ketiganya terkait pengelolaan aset berupa lahan pertanian, yang dulunya ditempati Lombok City Center (LCC).

Uzair, Halawi, dan Taufiq menjalani klarifikasi di lantai II gedung Pidsus Kejati NTB. Proses pemeriksaan dimulai sekitar pukul 10.00 Wita dan berakhir menjelang pukul 15.00 Wita. Uzair menjadi orang terakhir yang ke luar dari gedung kejaksaan.

Usai klarifikasi, tak banyak komentar yang diberikan Uzair. Dia mengatakan, kedatangannya terkait lahan di LCC dan ada dokumen yang akan diserahkan ke penyelidik. Saat itu, Uzair terlihat menenteng map berwarna merah.

”Saya mau pulang dulu,” kata Uzair lalu tersenyum, saat diminta komentarnya terkait panggilan jaksa.

Keterangan penyelidikan jaksa terkait pengelolaan aset, diperoleh dari Sekda Lobar Mohammad Taufiq. ”Iya, soal aset itu. Kejadiannya kan 2010, 2013, dan kondisi saat ini,” kata Taufiq.

Tahun yang disebutkan Taufiq, terkait dengan proses pengelolaan aset Pemkab Lobar yang dikelola PT Tripat, dimulai 2010. Pada 2013, PT Tripat menjalin kerja sama dengan PT Blis Group untuk membangun LCC di atas tanah pemda seluas 8,4 hektare.

Taufiq tak merinci detail pertanyaan saat klarifikasi. Meski demikian, secara umum klarifikasi seputar proses pengelolaan aset yang dulu ditempati LCC. ”Saya baru terkait dengan proses sejak awal dan kondisi sekarang,” ujarnya.

Menurut Taufiq, kapasitasnya diklarifikasi kemarin bukan sebagai Sekda Lobar. Melainkan ketika dia duduk sebagai Asisten II Pemkab Lobar. ”Ini masih dalam proses, ada dokumen yang kurang, besok (hari ini, Red) masih kembali lagi,” tambah dia.

Disinggung mengenai siapa-siapa saja yang terkait dengan proses pengelolaan aset tersebut, Taufiq tidak bisa merincinya. Dia menyebut secara global. Yakni, nama-nama yang ikut bertandatangan dalam proses pengelolaan aset.

”Ada beberapa nama yang sudah diminta keterangan. Mantan sekda, kepala aset, mantan asisten dua juga, itu beberapa di antaranya,” tandas Taufiq.

Terpisah, juru bicara Kejati NTB Dedi Irawan enggan mengomentari pemeriksaan kemarin. ”Belum bisa komentar, masih penyelidikan,” kata dia singkat.

Sedikit mengulas, pengelolaan aset lahan di Desa Gerimax diketahui telah bermasalah sedari awal. Pembangunan LCC kala itu disoroti legislator Gerung karena adanya penambahan lahan. Dari semula hanya 6 hektare, namun bertambah menjadi 8,4 hektare. Penambahan lahan dicurigai mengambil areal kantor Agrobisnis Pertanian.(dit/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Ada Apa dengan Pulau-pulau Kecil?

SAYA diundang oleh Ketua LPPM Unram, Dr. Muhammad Ali dalam diskusi untuk merevisi Rencana Induk Penelitian Universitas Mataram lima tahun ke depan. Salah satu bagian yang cukup alot diskusinya adalah ketika mendiskusikan fokus penelitian di Unram. Mengapa harus ada fokus?

Penyuntikan Vaksin Korona Untuk Warga Dimulai Januari 2021

Pemerintah telah bekerja sama dengan Uni Emirat Arab dan mendapatkan vaksin untuk Covid-19 sebanyak 20 juta dosis. Rencananya, vaksin mulai didistribusikan pada Desember.

Kampung Sehat, Warga Desa Setanggor Semangat Gotong Royong

GAIRAH warga Desa Setanggor, Kecamatan Praya Barat sedang menggebu-gebu untuk mewujudkan lingkungan mereka yang bersih dan sehat. Karena itu, jangan heran manakala menemukan semangat gotong royong masyarakat di desa ini sangat tinggi.

Satu Gerakan, Warga Desa Kuripan Lawan Penyebaran Covid-19

Warga Desa Kuripan kian konsisten menerapkan protokol kesehatan. Apalagi setelah berhasil menyabet juara pertama untuk tingkat kabupaten di lomba Kampung Sehat. Sederet inovasi pun telah disiapkan Desa Kuripan.

Simulasi KBM Tatap Muka SMA Sederajat di NTB Pekan Kedua Dimulai

Simulasi KBM tatap muka untuk SMA sederajat di NTB memasuki pekan kedua. ”Sambil kami tetap memantau perkembangan penyebaran Pandemi Virus Korona,” kata Kepala Dinas Dikbud NTB H Aidy Furqan, pada Lombok Post, Minggu (20/9/2020).  

Mendikbud Pastikan Wacana Penghapusan Mapel Sejarah Hoaks

”Tidak ada sama sekali kebijakan regulasi atau perencanaan penghapusan mata pelajaran sejarah di kurikulum nasional,” tegas dia.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.
Enable Notifications    Ok No thanks