alexametrics
Selasa, 20 April 2021
Selasa, 20 April 2021

Dua Pengedar Sabu Diringkus, Bandarnya Lolos dari Sergapan Polisi

MATARAM-Petugas Ditresnarkoba Polda NTB menggerebek sebuah rumah yang kerap dijadikan sebagai tempat transaksi narkoba di Kampung Meteng, Praya, Lombok Tengah (Loteng), Kamis (1/4/2021). Polisi menangkap dua terduga pengedar sabu berinisial SH alias Akim dan MS alias Ari. ”Dari penggeledahan hanya ditemukan sisa-sisa menggunakan sabu,” kata Dirresnarkoba Polda NTB Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf, Senin (5/4/2021).

Akim dan Ari mengaku sabu itu didapatkan dari seseorang bernama Kalvin. Pria asal Ampenan tersebut merupakan residivis yang baru beberapa bulan keluar dari penjara. ”Tujuan kita melakukan penggerebekan di Loteng itu adalah mencari Kalvin. Tapi lolos,” ungkap Helmi.

Tidak berhenti di situ. Polisi terus mencari tahu keberadaan Kalvin. Jumat (2/4/2021), Kalvin diketahui sedang berada di rumah anak buahnya berinisial ENP alias Ewin di Desa Bunut Baok, Loteng. ”Kami langsung melakukan operasi penangkapan,” ujarnya.

Tetapi Kalvin mengetahui kedatangan polisi. Dia berhasil melarikan diri. Polisi hanya mengamankan Ewin dan istri Kalvin berinisial DAP. ”Kalvin berhasil lolos lagi. Dia kabur dari pintu belakang rumah,” tuturnya.

Dari penggeledahan di rumah persembunyian Kalvin ditemukan barang bukti sabu seberat 1 ons. Barang bukti itu didapatkan di dalam tas ransel milik Kalvin. ”Barang bukti sabu itu sudah kita amankan,” terangnya.

Di dalam tas ransel Kalvin juga ditemukan beberapa pipa kaca, timbangan digital, dan menyita handphone-nya. ”Kami pasti akan menangkapnya. Ke mana pun dia kabur, akan tetap dikejar,” tegasnya.

Helmi memiliki komitmen tinggi untuk memberantas peredaran gelap narkoba di NTB. Dia selalu mengingatkan seluruh bandar, pengedar, dan pengguna narkoba untuk hijrah. ”Sudah cukup. Jangan sampai kami datang ke tempat kalian. Kami tindak tegas kalian,” imbaunya.

Terkait peran keempat orang yang diamankan tersebut masih terus didalami. ”Kita terus melakukan pengembangan,” ungkapnya. (arl/r1)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications   OK No thanks