alexametrics
Senin, 21 September 2020
Senin, 21 September 2020

Peredaran Gelap Tramadol di Gomong Mataram, Lima Orang Ditangkap

MATARAM-Tim Satnarkoba Polresta Mataram menggerebek rumah pengedar obat-obatan daftar G di Gomong, Mataram, Rabu (5/8). Sebanyak lima orang ditangkap. ”Dua pembeli, satu perempuan sebagai  penyedia, dan dua penjual,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson usai penggerebekan.

Penggerebekan berlangsung sekitar pukul 15.10 Wita. Tim menangkap basah dua pria berinisial TR dan DR saat melayani dua pembeli tramadol berinisial EW dan ES. ”Kita tangkap saat mereka transaksi,” jelasnya.

Dari hasil penangkapan tersebut ditemukan barang lima trip tramadol dan beberapa butir trihexyphenidyl. Beserta uang hasil penjualan obat daftar G tersebut. ”Di tangan penjual kita dapatkan tidak terlalu banyak tramadol dan tri (trihexyphenidyl),” ujarnya.

Tak sampai disitu, tim melakukan pengembangan. Mencari tempat mereka mengambil barang. ”Kita interogasi, penjual itu membeli barang di seorang ibu rumah tanggga berinisial A,” jelasnya.

Mendapatkan informasi tersebut, tim langsung bergerak. Menggerebek rumah perempuan berinsial A di Gomong Mataram.  ”Di rumah ibu itu kita temukan 16 kapsul tramadol, 39 butir trihexyphenidyl,” ujarnya.

Selain itu, tim juga mengamankan uang Rp 350 ribu. Uang tersebut disimpan di dalam dompet khusus miliknya. ”Kita duga, uang itu merupakan hasil penjualan obat daftar G,” jelasnya.

Dari hasil pemeriksaan, ibu rumah tangga berinisial A membeli obat-obatan itu dengan harga Rp 1,5 ribu per butir. Lalu, perempuan itu menjualnya ke TR dan DR dengan harga Rp 3 ribu. ”Nanti, TR dan DR menjualnya dengan harga Rp 5 ribu per butirnya,” jelasnya.

Perempuan berusia 60 tahun itu sudah menjual obat daftar G sudah cukup lama. Dia tergiur karena mendapatkan untung dua kali lipat. ”Sehari bisa menjual 50 hingga 100 butir pil tramadol maupun trihexyphenidyl,” ujarnya.

Mereka menjual kepada para anak muda yang sudah kecanduan mengkonsumsi obat daftar G tersebut. ”Mereka selalu dicari oleh para pecandu obat-obatan itu,” jelasnya.

Biasanya para pecandu menggunakkan obat-obatan dalam jumlah yang banyak. Efeknya bisa memabukkan bahkan bisa dibuat gila. “Kalau digunakan tanpa resep dokter itu yang berbahaya,” ujarnya.

Mereka menjual obat daftar G tersebut secara illegal. “Melanggar Undang-undang Kesehatan,” ungkapnya.

Elyas mengatakan, penyidik belum menentukan status tersangka. Karena, masih proses penyelidikan. ”Kita masih periksa mereka,” kata Elyas. (arl/r2)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Simulasi KBM Tatap Muka SMA Sederajat di NTB Pekan Kedua Dimulai

Simulasi KBM tatap muka untuk SMA sederajat di NTB memasuki pekan kedua. ”Sambil kami tetap memantau perkembangan penyebaran Pandemi Virus Korona,” kata Kepala Dinas Dikbud NTB H Aidy Furqan, pada Lombok Post, Minggu (20/9/2020).  

Mendikbud Pastikan Wacana Penghapusan Mapel Sejarah Hoaks

”Tidak ada sama sekali kebijakan regulasi atau perencanaan penghapusan mata pelajaran sejarah di kurikulum nasional,” tegas dia.

HARUM Goda Pemilih Millenial Lewat Lomba Film Pendek dan E-Sport

Bakal Calon Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana mencoba menggoda pemilih milenial. Caranya, dengan menggelar film pendek dan e-sport. "Orang yang menggeluti dunia film tidak banyak. Bagi sebagian orang ini ekslusif. Prosesnya panjang," kata Mohan Sabtu malam (19/9) lalu.

Cerita Shaina Babheer saat Memerankan Sosok Kikin dalam film MOHAN

Shaina Azizah Putri dipilih untuk memerankan sosok Kikin Roliskana dalam film pendek berjudul "Mohan". Ini menjadi tantangan baru bagi dara yang sudah membintangi beberapa sinetron dan FTV nasional ini.

“Menara Eiffel”di Desa Seruni Mumbul Lombok Timur Ramai Pengunjung

Pengelola wisata Denda Seruni, Desa Seruni Mumbul, Kecamatan Pringgabaya tak ingin puas dengan keberhasilannya menyedot wisatawan. Realisasi target PADes Rp 30 juta per bulan harus dapat bertambah.

Bale Mediasi Lotim Damaikan Delapan Perselisihan

SELONG-Permohonan mediasi terus berdatangan ke Bale Mediasi Lotim. “Sudah ada 36 permohonan yang masuk,” kata Koordinator Administrasi Bale Mediasi Lotim Lalu Dhodik Martha Sumarna pada Lombok Post, kemarin (18/9).

Paling Sering Dibaca

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.
Enable Notifications    Ok No thanks