alexametrics
Kamis, 18 Agustus 2022
Kamis, 18 Agustus 2022

Empat Kali Terima Kiriman Ganja dari Lampung, Pasutri di Lotim Masuk Bui

MATARAM-Tim Ditresnarkoba Polda NTB meringkus pasangan suami istri (pasutri) berinisial PRP alias Don, 29 tahun dan ML, 26 tahun. Mereka diduga jaringan pengedar narkoba jenis ganja antar-provinsi.

Pengakuan pasutri ini, mereka sudah empat kali menerima kiriman ganja dari Lampung. Terakhir mereka menerima paket berisi daun ganja kering seberat 1,7 kilogram di rumahnya, Desa Loyok, Kecamatan Sikur, Lombok Timur (Lotim) dan langsung disergap polisi.

”Ganja itu dipesan dari Lampung,” kata Kabid Humas Polda NTB Kombespol Artanto, Jumat (5/8).

Paket ganja itu dikirim melalui jasa pengiriman barang di Lotim. Dibungkus menggunakan kardus berwarna putih. ”Alamat yang tertera dalam paket barang tersebut palsu,” jelasnya.

Baca Juga :  Pria Asal Aceh Tertangkap Bawa Sabu 1 Kilogram di Mataram

Awalnya Don selaku penerima barang tidak ingin mengambil langsung paket ke kantor jasa pengiriman barang. Karena tidak diambil, petugas dari jasa pengiriman barang mengantarkan ke rumahnya. ”Saat menerima barang itu langsung ditangkap tim Ditresnarkoba Polda NTB,” terang Artanto.

Saat penggeledahan disaksikan aparat desa setempat, polisi menemukan daun ganja kering di dalam paket itu. ”Beratnya 1,7 kilogram,” bebernya.

Polisi melanjutkan penggeledahan di rumah Don. Mereka menemukan sebundel plastik klip kosong. ”Kami juga temukan timbangan elektrik sebagai alat pendukung untuk mengedarkan ganja,” ujarnya.

Kepada polisi Don mengaku itu bukan kali pertama dia menerima kiriman ganja. “Sebelumnya sudah tiga kali memesan ganja. Sekali pesan mencapai dua kilogram. Tertangkap setelah pemesanan keempat,” jelasnya.

Baca Juga :  Saksi Kasus Benih Jagung: BPSB NTB Temukan Indikasi Benih Palsu

Metode pemesanannya tidak mengirim uang terlebih dahulu ke bosnya di Lampung. Dia hanya menerima paket berisi ganja. ”Membantu menjualkan di sini. Setelah barang laku baru dikirimkan hasilnya,” terang Artanto.

Don mendapat keuntungan Rp 5 juta per kilogram dari setiap penjualannya. Karena mendapatkan hasil yang cukup besar, Don pun ketagihan. “Lalu dia terus memesan,” ujarnya. (arl/r1)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/