alexametrics
Selasa, 22 September 2020
Selasa, 22 September 2020

Kasus Dana BOS SDN 2 Bayan, Polisi Belum Tetapkan Tersangka

MATARAMProgres penanganan dugaan korupsi penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) SDN 2 Bayan cukup bagus. Penyidik Polres Lombok Utara (Lotara) telah menaikkan status penaganan kasus itu ke tingkat penyidikan. “Ya sudah dik (penyidikan) kasus itu,” kata Kasatreskrim Polres Lotara AKP Elyas Ericson, Kamis (5/3).

Kendati demikian, penyidik belum menetapkan tersangka dalam kasus tersebut. ”Ini masih penyidikan umum,” jelasnya.

Penetapan tersangka bakal dilakukan setelah kerugian negara disimpulkan. Saat ini, penyidik baru meminta audit kerugian negara ke Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP). ”Kita tunggu dulu hasil kerugian negara dari BPKP,” ujarnya.

Dalam kasus itu, penyidik sudah menemukan perbuatan melawan hukum dari penggunaan dana BOS tersebut. Laporan pertanggungjawaban penggunaan anggaran itu sebagian diduga direkayasa. ”LPJ-nya tidak sesuai dengan penggunaannya,” ungkapnya.

Dari hasil penyelidikan ditemukan adanya pemalsuan dokumen dan nota pembayaran fiktif dari penggunaan anggaran dana BOS tahun ajaran 2017 dan 2018. Dari perhitungan kami ada sebanyak Rp 100 juta-an yang tidak mampu dipertanggungjawabkan. ”Tetapi, untuk menentukan itu perlu koordinasi dengan BPKP untuk menguatkan kerugian negaranya,” jelasnya.

Total anggaran dana BOS yang dikelola sekolah itu Rp 330 juta pada tahun 2017 dan 2018. Anggarannya disalurkan per triwulan selama satu tahun.

Triwulan pertama disalurkan Rp 33,2 juta, triwulan ke dua Rp 66,5 juta; triwulan ke tiga Rp 33,2 juta, dan terakhir Rp 35,4 juta. Di sekolah itu terdapat 216 siswa pada 2018.

Anggaran tersebut digunakan untuk beberapa program. Seperti, pengembangan perpustakaan, buku teks siswa, buku kurikulum, pembelajaran ekstrakurikuler, evaluasi pembelajaran, pengembangan profesi guru, pemeliharaan prasarana dan sarana sekolah, pembayaran guru honor, dan pembelian atau perawatan alat multimedia pembelajaran. (arl/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Jasa Raharja NTB turut Berpartisipasi Meriahkan Hut Lantas Ke-65

Sebagai bentuk koordinasi dan memperkokoh sinergi Kepala Cabang Jasa Raharja (JR) NTB bersama jajaran, Selasa (22/9) turut serta memeriahkan puncak HUT Lalu Lintas Bhayangkara Ke-65.

Sejak Pandemi, Omzet Pedagang Pasar Tradisional Turun 40 persen

”Penurunan omzet juga diikuti penurunan kapasitas pedagang di pasar sebesar 40 persen,” katanya saat ditemui di ruang kerja, Senin (21/9/2020).

Manfaatkan Simulasi KBM Tatap Muka untuk Pembiasaan Pola Hidup Sehat

”Kita lihat mana yang belum pakai masker sekaligus kita kampanye 3M itu, bersama guru-guru yang lain,” jelas Winarna.

Menag Positif Korona, UIN Mataram Langsung Instruksikan Pegawai WFH

”Pegawai UIN Mataram semaksimal mungkin, agar bekerja dari rumah menyelesaikan tugas masing-masing,” tegas dia.

Tagih Piutang Rp 3 Miliar PT GNE Libatkan Kejaksaan

Sekitar Rp 3 miliar uang PT Gerbang NTB Emas (GNE) tercatat sebagai piutang. Sejumlah perusahaan masih berhutang pada perusahaan daerah milik Pemprov NTB ini. “Makanya kita akan menggunakan JPN (jaksa pengacara negara) untuk menagih,” kata Direktur PT GNE Samsul Hadi, Jumat (18/9).

VIDEO : Buron ke Kalimantan, Pulang, Saen Diringkus di Lingsar

Pelarian anggota komplotan pencurian dengan pemberatan berinisial SR alias Saen, berakhir. Pria 31 tahun, asal Dusun Bagek Nunggal, Desa Peteluan Indah, Lingsar, Lombok Barat, itu dibekuk setelah setahun buron. ”Pelaku pulang karena rindu keluarga,” kata Kapolsek Lingsar AKP Dewi Komalasari, Sabtu (19/9).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks