alexametrics
Selasa, 22 September 2020
Selasa, 22 September 2020

Kasus Dispar NTB, Polisi Belum Simpulkan Unsur Pidana

MATARAM-Penyelidik Ditreskrimsus Polda NTB belum menyimpulkan hasil Pulbaket dan Puldata atas  dugaan korupsi di Dinas Pariwisata NTB. ”Kita masih mengklarifikasi saja,” kata Dirreskrimsus Polda NTB Kombes Pol I Gusti Putu Gede Ekawana P, Kamis (5/3).

Dia belum mengetahui apakah laporan yang masuk ke Subdit III Tipikor itu ada perbuatan melawan hukumnya atau tidak. Karena, unsur tindak pidana korupsi itu harus ada kerugian negaranya. “Nah, terkait dengan laporan dari vendor itu, apakah ada unsur merugikan negara atau tidak. Itu kan masih didalami,” ujarnya.

 Permasalahan yang dilaporkan oleh vendor itu terkait tidak dibayarkannya uang dari pekerjaan yang sudah dikerjasamakan dengan Dispar NTB. Sekarang, yang menjadi pertanyaan, apakah pembayaran untuk vendor sudah masuk dalam mata anggaran Dispar NTB atau tidak. ”Apabila masuk, kemana uang itu. Kalau kondisinya seperti itu, bisa masuk ranah korupsi,” bebernya.

Begitu juga sebaliknya, apabila tidak masuk pada mata anggaran di Dispar NTB dan anggaran dari Pemda sudah digunakan sesuai prosedur, maka itu tidak bisa dikatakan korupsi.

”Yang terjadi saat ini, kan vendor yang mengerjakan event karena ada unsur kepercayaan yang dibangun antara vendor dengan Dispar NTB. Terkadang, Vendor tidak mengetahui apakah yang dikerjakannya itu sudah masuk dalam mata anggaran atau tidak,” bebernya.

Karena, Dispar NTB menjanjikan vendor mengerjakan event itu mengandalkan sumbangan dari stakeholder lain. Tetapi, saat pelaksanaan, stakeholder tersebut malah tidak memenuhi janjinya. ”Sehingga numpuklah tagihan-tagihan vendor itu,” bebernya.

Sejauh ini, penyelidik belum menyimpulkan apakah penggunaan anggaran Dispar NTB itu sudah sesuai prosedur atau tidak. ”Semua itu masih didalami. Semua pihak sudah diklarifikasi,” jelasnya.

”Nanti kita lihat saja kesimpulannya seperti apa,” ucapnya.

Dari data yang dihimpun koran ini, Dispar NTB berhutang di beberapa vendor. Seperti,CV Berkat Abadi Jaya Rp 400 juta lebih. Hutang tersebut muncul atas kegiatan Khazanah Ramadan dan Color Run di Kuta Mandalika.

Ditambah lagi hutang Dispar NTB dari PT Esta Yudha Ekatama sebesar Rp 31,8 juta. Itu untuk kegiatan pemasangan neon box di wilayah bandara untuk kegiatan Sail Moyo Tambora 2018.

 Selanjutnya, dari PT Krida Dinamika Autonusa. Dispar membeli sepeda motor sebanyak 22 unit merek Honda Revo Fit. Harga pembeliannya Rp 261 juta. Tetapi, baru terbayarkan Rp 100 juta.

Tunggakan juga muncul dari Mataram Tenda, hutan yang belum terbayarkan Rp 170 juta lebih. Terhitung dari 2017 hingga 2018. Selanjutnya, Dispar NTB juga belum membayar hutang dari PT Quantum Convex  sebesar Rp 491 juta.

Terakhir, yang paling besar hutangnya dari PT Republika Media Mandiri. Tunggakannya mencapai Rp 1,3 miliar. (arl/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Tagih Piutang Rp 3 Miliar PT GNE Libatkan Kejaksaan

Sekitar Rp 3 miliar uang PT Gerbang NTB Emas (GNE) tercatat sebagai piutang. Sejumlah perusahaan masih berhutang pada perusahaan daerah milik Pemprov NTB ini. “Makanya kita akan menggunakan JPN (jaksa pengacara negara) untuk menagih,” kata Direktur PT GNE Samsul Hadi, Jumat (18/9).

VIDEO : Buron ke Kalimantan, Pulang, Saen Diringkus di Lingsar

Pelarian anggota komplotan pencurian dengan pemberatan berinisial SR alias Saen, berakhir. Pria 31 tahun, asal Dusun Bagek Nunggal, Desa Peteluan Indah, Lingsar, Lombok Barat, itu dibekuk setelah setahun buron. ”Pelaku pulang karena rindu keluarga,” kata Kapolsek Lingsar AKP Dewi Komalasari, Sabtu (19/9).

WCD, Warga Lobar Bebaskan Pantai Cemara dari Sampah

Ribuan orang di Lombok Barat (Lobar) memperingati World Cleanup Day (WCD), akhir pekan kemarin. Kegiatan ini dipusatkan di Pantai Cemara. ”Semuanya terlibat. OPD, kecamatan, desa, bahkan masyarakat juga ramai ikut,” kata Bupati Lobar H Fauzan Khalid, Sabtu (19/9).

Bawaslu Dorong Pendaftaran Sengketa Online

Penetapan pasangan calon Pilkada 2020 akan dilakukan pada lusa mendatang (23/9) di Kantor KPU masing-masing daerah. Bawaslu kini mulai mempersiapkan diri menghadapi sengketa pencalonan. Sebab diperkirakan, bapaslon yang dinyatakan tidak memenuhi syarat akan membawa kekecewaannya ke Bawaslu.

Ada Apa dengan Pulau-pulau Kecil?

SAYA diundang oleh Ketua LPPM Unram, Dr. Muhammad Ali dalam diskusi untuk merevisi Rencana Induk Penelitian Universitas Mataram lima tahun ke depan. Salah satu bagian yang cukup alot diskusinya adalah ketika mendiskusikan fokus penelitian di Unram. Mengapa harus ada fokus?

Penyuntikan Vaksin Korona Untuk Warga Dimulai Januari 2021

Pemerintah telah bekerja sama dengan Uni Emirat Arab dan mendapatkan vaksin untuk Covid-19 sebanyak 20 juta dosis. Rencananya, vaksin mulai didistribusikan pada Desember.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.
Enable Notifications    Ok No thanks