alexametrics
Rabu, 21 April 2021
Rabu, 21 April 2021

Disimpan Dalam Bantal, Sabu Satu Ons Masih Misteri

MATARAM-Tim Khusus (Timsus) Ditresnarkoba Polda NTB meringkus enam terduga komplotan pengedar sabu di Dasan Agung, Mataram, kemarin (6/4). Mereka masing-masing berinisial IW, SU, OJ, S, H, dan SR.

Sebelumnya, timsus menerima laporan IW dan teman-temannya telah mengambil satu ons sabu dari seseorang. Polisi lantas melakukan pemetaan dan melakukan serangan fajar menuju rumah IW.

Dipimpin Danyon A Pelopor Satbrimob Polda NTB AKBP Denny Wely Wolter Tompunuh, timsus mulai bergerak sekitar pukul 04.10 Wita, Selasa (6/4/2021). Mereka harus melewati gang-gang sempit di tengah perkampungan. Polisi bergerak senyap mengepung rumah IW.

Dengan langkah pelan, salah satu petugas meringsek masuk ke rumah IW. Saat itu, IW sedang asyik main judi slot bersama lima rekannya. ”Jangan bergerak. Diam semua,” pinta salah satu petugas.

IW dan lima peluncurnya itu tidak berkutik. ”Saya tidak tahu apa-apa ini,” celetuk salah seorang anak buah IW.

Sebelum menggeledah, timsus memanggil aparat lingkungan setempat untuk menyaksikan proses penggeledahan. Saat digeledah, tidak ditemukan barang bukti sabu. Yang ditemukan hanya sisa klip bekas dan bong sabu.

”Kalian semua baru habis makai (sabu, Red)?” tanya Denny. Tak satu pun yang menjawab pertanyaannya.

Setelah ditanyakan sekali lagi, salah satu di antara mereka mengaku baru selesai menggunakan sabu. ”Ya, pak, baru aja selesai,” timpal salah seorang.

Meski tidak ada barang bukti, mereka tetap diangkut ke kantor Satbrimob Polda NTB. Hasil pelacakan jejak digital melalui handphone kelima orang tersebut terlihat percakapan bisnis narkoba yang dijalankan.

Saat diinterogasi, kelimanya mengelak. Tidak mengetahui sama sekali mengenai pengiriman sabu tersebut.

Namun, saat diperlihatkan percakapannya dengan dua orang narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Mataram berinisial F dan Bung, mereka tidak bisa mengelak. Untuk memperkuat bukti, timsus berkoordinasi dengan Lapas Mataram. F dan Bung pun dipinjam.

Bung mengaku dirinya telah mengirim sabu seberat 1 ons ke IW. Sabu tersebut diambil anak buahnya SU dan S. IW tak bisa mengelak. ”Ya, pak, saya ngaku sudah menerima. Tetapi yang ngambi SU dan yang tahu tempat menyimpannya,” aku IW.

SU pun mengaku barang haram tersebut disimpan di rumah salah satu keluarga IW. Rumah tersebut letaknya hanya berbatasan tembok dengan rumah IW, tempatnya digerebek.

Sekitar pukul 13.00 Wita, timsus kembali menuju rumah keluarga IW untuk mengambil barang bukti. SU menunjukkan barang bukti sabu itu diletakkan di dalam lemari. Namun, polisi hanya menemukan 10 poket sabu. ”Kenapa, hanya 10 poket. Kan ada 1 ons?” tanya Denny.

SU berdalih, sabu seberat 1 ons tersebut disimpan di dalam bantal. Tetapi setelah bantal diperiksa, tidak ada barang bukti itu. ”Sumpah saya taruh di sini (di dalam bantal, Red),” kata SU.

Rupanya, SU ingin memainkan timsus. Dia pura-pura lupa. SU menunjuk lagi bantal yang ada di rumahnya. Jarak rumah SU dengan IW cukup jauh. ”Saya ingat sekarang. Saya simpan di bantal kamar saya. Sabu itu ada di rumah saya,” kelit SU.

Polisi pun memintanya untuk menunjukkan tempat menyimpan sabu tersebut. Namun, setelah bantal tersebut digeledah sabu tersebut juga tidak ada. ”Beneran itu, pak. Saya taruh di sini (bantal di kamar SU) bahan (sabu) itu,” tegas SU di hadapan polisi.

Barang bukti sabu seberat 1 ons lolos. ”Kita akan cari barang bukti itu,” kata Denny dengan sedikit jengkel.

Dia menegaskan, bakal mengembangkan kasus tersebut. Barang bukti 10 poket sabu itu adalah milik IW. ”IW ini sebagai bandar,” kat Denny. (arl/r1)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications   OK No thanks