alexametrics
Selasa, 20 April 2021
Selasa, 20 April 2021

Razia, Penghuni Lapas Mataram Sembunyikan Handphone di Selokan Air

MATARAM-Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Mataram melakukan bersih-bersih di seluruh kamar warga binaan pemasyarakatan (WBP), Selasa (6/4/2021). Kegiatan ini melibatkan unsur TNI, Polisi, dan Badan Narkotika Nasional (BNN) NTB.

Dari kegiatan itu, petugas menemukan 15 handphone android dan non-android. Ditemukan juga beberapa barang terlarang, seperti gunting, senjata tajam yang dibuat dari seng, pemotong kuku, korek gas, tang, dan obeng. Semuanya langsung disita.

Handphone non-android dimusnahkan menggunakan palu dan ditenggelamkan ke dalam akuarium zero handphone. Sedangkan handphone android diserahkan ke BNN NTB guna pendalaman kasus peredaran gelap narkoba.

Kasi Kegiatan Kerja Lapas Mataram Gazali mengatakan, razia ini sebagai bentuk antisipasi keamanan dan penyelundupan barang terlarang di lingkungan lapas. ”Kami memiliki komitmen untuk menjadikan Lapas Mataram bersih dari segala barang terlarang,” kata Gazali usai razia, Selasa (6/4/2021).

Petugas masih menelusuri bagaimana barang-barang terlarang itu bisa masuk. Jika memang ada WBP yang bermain dengan sipir akan ditindak tegas. ”Sesuai arahan kalapas, semua akan ditelusuri. Kalapas sudah memiliki komitmen kuat untuk membersihkan Lapas Mataram dari segala barang terlarang,” tegasnya.

Menurut Gazali, sebenarnya bukan kali ini saja mereka menggelar razia. Setiap pekan bahkan tiga kali seminggu petugas melakukan razia. Namun, setiap kali ada razia, para WBP memiliki cara untuk mengelabuhi petugas.

Berkat koordinasi dengan TNI, Polri, dan BNN NTB barang-barang terlarang berhasil ditemukan dan disita. ”Setelah kita pelajari gerak-geriknya, ternyata para warga binaan yang membawa handphone menyimpannya di selokan air. Di situ kita temukan,” terangnya.

KPLP Lapas Mataram Andi O Sibarani mengatakan, razia tersebut perintah langsung dari Dirjen Pemasyarakatan Kemenkumham. Langkah itu untuk merayakan Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-57 tahun 2021. ”Razia seperti ini serentak dilaksanakan di seluruh lapas di Indonesia,” kata Andi.

Menurutnya, barang terlarang bisa masuk lapas karena beberapa WBP memiliki cara. Namun, Lapas Mataram terus berbenah. ”Sekarang setiap barang yang masuk diperiksa lebih ketat lagi,” bebernya.

Barang titipan yang menggunakan bungkus tidak transparan harus dibongkar saat masuk di penitipan barang. Jika ditemukan barang terlarang tidak akan diberikan ke warga binaan yang dititipkan. ”Pengetatan itu diberlakukan untuk mengantisipasi adanya penyelundupan narkoba atau barang terlarang lain yang masuk ke dalam lapas,” ujarnya.

Setiap barang yang masuk juga harus melalui pemeriksaan metal detektor. Itu untuk mengantisipasi adanya penyelundupan handphone. ”Kita tidak mengecek setiap barang yang dititip menggunakan X Ray. Karena alat tersebut masih berada di lapas lama (sekarang jadi Lapas Perempuan),” terangnya.

Andi juga menerangkan, setiap sipir yang akan bertugas jaga blok, dilarang membawa handphone atau barang terlarang lainnya. Sebelum bertugas, para sipir harus diperiksa. ”Begitu juga saat lepas piket, para sipir diperiksa ketat,” bebernya.

Kasi Pengawasan Tahanan dan Barang Bukti BNN NTB Anang Toha Mislahudin mengatakan, pihaknya memiliki komitmen yang sama dengan Lapas Mataram. Selama ini, Lapas Mataram telah membantu BNN mengungkap jaringan narkoba dari dalam lapas. ”Sinergitas yang sudah kita bangun dengan Lapas Mataram sudah cukup baik. Terutama dalam pengungkapan kasus narkoba,” kata Anang.

Buktinya, handphone hasil penyitaan razia diberikan ke BNN untuk proses pengembangan. Terindikasi melalui handphone tersebut ada beberapa narapidana narkotika yang masih mengendalikan peredaran narkoba dari dalam lapas. ”Handphone ini kita pinjam dulu sebagai bahan untuk pengembangan,” ujarnya. (arl/r1)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications   OK No thanks