alexametrics
Kamis, 13 Agustus 2020
Kamis, 13 Agustus 2020

Gagal Malam Pertama, Tersangka Bandar Narkoba Ditangkap di Cakranegara

MATARAM-Terduga bandar sabu YA alias Upik gagal menjalankan malam pertama. Perempuan asal Karang Bagu Cakranegara itu sudah mempersiapkan akad nikah sekaligus resepsi pernikahan pada Minggu (28/6) lalu.  ”Kita tangkap Upik sebelum menjalankan resepsi pernikahannya,” kata Dirresnarkoba Polda NTB Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf, Senin (6/7).

Tertangkapnya Upik itu berawal dari penangkapan tiga terduga pengedar. Yakni berinisial YU, LL, dan AR. ”Kalau dikalkulasikan dari ketiga orang yang diduga pengedar itu, barang buktinya mencapai tiga gram lebih,” jelasnya.

Dari pengakuan ketiga terduga pengedar tersebut, barang tersebut didapatkan dari Upik. “Dari pengakuan YU saja, kita dapatkan 1 gram dan barang itu baru dibeli dari Upik seharga Rp 1 juta,” ujarnya.

Dari pengakuan ketiga orang yang sudah ditangkap terlebih dahulu, menjadi penguat, Upik dijadikan tersangka. Walaupun dalam proses penangkapannya tidak ditemukan barang bukti sabu. ”Bisa saja kita menggunakan pasal 132 Undang-undang Nomor 35 Tahun 1999 tentang Narkotika untuk menjeratnya. Dalam pasal itu menyebutkan unsur pemufakatan jahat,” bebernya.

Dari proses penangkapannya, tim Subdit I Ditresnarkoba Polda NTB menemukan beberapa barang berharga. Seperti, perhiasan emas, jam tangan,  buku tabungan, dua handphone, tiga buah sepeda motor.

Ditambah lagi, uang tunai Rp 31 juta. ”Diduga, uang tersebut didapatkan dari hasil penjualan sabu,” ujarnya.

Helmi mengatakan, dari barang-barang yang dimiliki, tim masih menyelidiki tindak pidana pencucian uang (TPPU). ”Informasinya, Upik ini juga memiliki rumah, kos-kosan, dan mobil. Tetapi, kita telusuri sejauh mana kepemilikannya. Apakah itu dihasilkan dari hasil penjualan narkoba atau tidak,” kata Helmi.

Sebelum ditangkap, Upik pernah meminta ke penyidik untuk tidak ditahan. Alasannya, akan melangsungkan akad nikah dan resepsi. ”Tetapi, setelah dipertimbangkan, kami tidak memberikan izin untuk melangsungkan resepsi pernikahan,” tegas Helmi.

Dia menegaskan, bandar narkoba harus ditindak tegas. Semua harta hasil dari bisnis haram itu, harus disita. ”Berkali-kali saya tegaskan, bagi bandar maupun pengedar zero toleran. Kita miskinkan,” tegas mantan Dirreskrimsus Polda Kalimantan Utara itu. (arl/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Belajar Tatap Muka Harus Ada Izin Orang Tua Siswa

TALIWANG- Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) HW. Musyafirin menegaskan belajar tatap muka di sekolah di tengah covid-19 bisa saja digelar. Tetapi syaratnya harus ada izin atau persetujuan orang tua siswa.

Lima Daerah di NTB Alami Kekeringan Parah, Ini Daftarnya

Lima daerah di NTB mengalami kekeringan ekstrem dengan status awas. Yaitu Kabupaten Dompu, Bima, Sumbawa, Sumbawa Barat, dan Lombok Timur. ”Masyarakat  kami imbau mewaspadai dampak dari kekeringan,” kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Lombok Barat Luhur Tri Uji Prayitno, kemarin (11/8).

Tertular Korona, Satu Anggota DPRD Lombok Timur Diisolasi

SELONG-Salah seorang anggota DPRD Lotim berinisial SM terpapar covid-19. “Ya, ada anggota kami yang dikonfirmasi positif,” kata Wakil Ketua DPRD Lotim H Badran Achsyid membenarkan informasi tersebut saat dihubungi Lombok Post, Selasa (11/8).

Soal Wifi Gratis Dewan Mataram : Pak Sekda Jangan Siap-Siap Saja!

Niat DPRD Kota Mataram untuk memasang wifi gratis di setiap lingkungan segera terealisasi. “Pak Sekda sudah bilang siap. Tapi saya bilang jangan siap-siap saja. Harus segera, karena anak-anak sangat butuh,” terang Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Mataram Nyayu Ernawati.

Lale-Yusuf atau Pathul-Nursiah, Siapa Didukung Golkar di Loteng?

MATARAM-Tampilnya H Yusuf Saleh mendampingi Lale Prayatni atau Lale Sileng membuat dinamika politik di Lombok Tengah (Loteng) semakin dinamis. Tidak hanya untuk peta perebutan kursi Kepala Daerah tetapi untuk arah dukungan partai Golkar.

H Masrun : TGH Saleh Hambali Harus Jadi Pahlawan Nasional

PRAYA-Kiprah dan nama besar ulama NU TGH Saleh Hambali tercatat dalam sejarah. Tokoh ulama karismatik yang berkontribusi nyata dalam membangun pendidikan dan semangat kebangsaan di Lombok, NTB.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Penggali Kubur LNS di Mataram Sakit, Arwah Minta Organ Dikembalikan

Penyidik telah melakukan otopsi terhadap jenazah Linda Novita Sari (LNS) maha siswi unram yang diduga jadi korban pembunuhan. Bagian tubuh LNS diambil dokter forensik untuk proses pemeriksaan.

Berkarya Pecah, Baihaqi-Diyah Terancam

MATARAM-Dualisme kepengurusan di DPP Partai berkarya berimbas ke daerah. terutama bagi Paslon yang sebelumnya menerima SK dukungan dari kepengurusan Berkarya terdahulu. Salah satunya pasangan H Baihaqi-Hj Baiq Diyah Ratu Ganefi (Baru) di Pilwali Mataram.

Ayo, Pekerja NTB Setor Nomor Rekening Dapat Bantuan Rp 600 Per Bulan

Para pekerja yang merupakan karyawan swasta di NTB tak boleh ketinggalan. Bagian Sumber Daya Manusia (HRD) di setiap perusahaan di NTB diingatkan agar proaktif menyetorkan rekening karyawan untuk mendapatkan bantuan Rp 600 ribu per bulan dari pemerintah.
Enable Notifications.    Ok No thanks