alexametrics
Senin, 3 Agustus 2020
Senin, 3 Agustus 2020

Kasus Anak vs Ibu Kandung : Mahsun Diduga Palsukan Tanda Tangan Inaq Kalsum

MATARAM-Inaq Kalsum tetap melaporkan balik anak kandungnya, Mahsun ke Polda NTB. ”Kita laporkan bukan saja mengenai penggelapan harta warisan. Tetapi, kita juga akan laporkan mengenai pemalsuan tanda tangan,” kata L Anton Hariawan selaku penasihat Inaq Kalsum, Minggu (6/7).

Yang baru dilaporkan ke Ditreskrimum Polda NTB hanya kasus penggelapan pembagian harta warisan. ”Sedangkan laporan pemalsuan tanda tangan masih kita rancang,” jelasnya.

Mahsun diduga telah melakukan penganiayaan terhadap Inaq Kalsum. Tak ingin kasus itu berlanjut ke ranah hukum sehingga, pihak Kepala Dusun (Kadus) mendamaikan persoalan tersebut. ”Perdamaian yang dilakukan itu disertai dengan surat pernyataan,” bebernya.

Nah, dalam surat pernyataan perdamian itu ditandatangani oleh kedua belah pihak. Yakni, Inaq Kalsum, Mahsun, dan Kadus.

Namun, saat mediasi perdamaian itu, Inaq Kalsum tidak pernah merasa menandatangani surat apapun. ”Diduga Mahsun yang telah menandatangani surat pernyataan perdamaian yang mengatasnamakan Inaq Kalsum ini,” ujarnya.

”Buktinya, tandatangan Inaq Kalsum dengan di surat pernyataan perdamaian itu berbeda. Kalau tandatangan Inaq Kalsum itu hanya coretan biasa. Tetapi, di surat pernyataan perdamaian itu menyerupai angka delapan. Ini jelas pemalsuan tandatangan,” ungkapnya.

Inaq Kalsum kerap dianiaya Mahsun. Beberapa bekas lebam masih terlihat ditubuhnya. ”Bahkan telinganya bermasalah. Sehingga, Inaq Kalsum ini pendengarannya terganggu,” bebernya.

Tetapi, tidak mungkin kasus penganiayaannya bakal dilanjutkan. Karena, harus menunggu visum terlebih dahulu baru bisa memperkuat bukti penganiayaannya. ”Jika sudah lama seperti ini susah membuktikan kasus penganiayaan. Sehingga, kita laporkan dugaan pemalsuan tanda tangan,” ungkapnya.

Dirreskrimum Polda NTB Kombes Pol Hari Brata mengaku tetap akan menindaklanjuti laporannya. Namun, sejauh ini pihaknya belum menerima laporannya. ”Silakan saja melapor. Nanti kita pelajari,” kata Hari.

Pihaknya nanti akan mempelajari laporannya. Apakah dari laporan itu ada perbuatan melawan hukumnya atau tidak. ”Nanti kita lihat. Saya belum bisa berkomentar banyak, karena laporannya belum saya terima,” ungkapnya.

”Yang pasti, setiap laporan yang masuk tetap akan diterima. Namun, harus dipelajari terlebih dahulu,” kata dia.

Diketahui, mencuatnya persoalan itu berawal dari laporan Mahsun sebagai anak melaporkan Inaq kandungnya sendiri, Kalsum  ke Polres Lombok Tengah  (Loteng). Inaq Kalsum dilaporkan mengenai dugaan penggelapan sepeda motor.

Hingga kasus tersebut berlanjut ke Polda NTB. Inaq Kalsum pun tak ingin mengendorkan laporan karena menganggap sikap Mahsun sudah terlalu kelewatan.  (arl/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Desa Sekotong Tengah Pertahankan Status Zona Hijau Covid 19

Desa Sekotong Tengah terus mempertahankan status zona hijau Covid-19. Langkah sukses ini tak lepas dari upaya pemdes bersama masyarakat dengan dibantu TNI-Polri. Kuncinya, mitigasi dilakukan sedari awal kemunculan covid-19.

VIDEO : Polda NTB Bongkar Penyelundupan 2 Kg Sabu di Cakranegara

Penderita rabun ayam bakal sulit melihat jika kekurangan sumber cahaya. Tetapi, kekurangan para penderita penyakit tersebut malah  dimanfaatkan oleh para bandar narkoba. Untuk menyelundupkan sabu.

Tertangkap di Bandara Lombok, Satpam Selundupkan Sabu dari Batam

Pria asal Batam berinisial AK, 47 tahun dibekuk tim khusus Ditresnarkoba Polda NTB, Minggu (2/8). Pria yang bekerja  sebagai satpam itu ditangkap setelah turun dari pesawat di Bandara Internasional Lombok (BIL).

Pathul Bahri, Pasrah Bila tak Diusung Golkar

HL Pathul Bahri enggan menanggapi hasil survei beberapa lembaga yang menempatkan elektabilitasnya nyaris di bawah satu digit. Salah satunya survei Olat Maras Institute yang menempatkannya di angka 13,9 persen. “Ya itu urusan di sana,” katanya.

Pelestarian Penyu Terus Jadi Atensi Pemerintah 

Meski berada di situasi pandemi Covid-19, upaya pelestarian penyu, tetap menjadi perhatian pemerintah

KPU NTB Jelaskan Teknis Verifikasi Faktual Calon Perseorangan

KPU NTB memperjelas teknis verifikasi data dukungan calon perseorangan. Anggota KPU NTB Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Parmas dan SDM Agus Hilman menjelaskan pencoretan dukungan dilakukan bila Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) Independen gagal mendatangkan pemilik dukungan sampai di kantor PPS.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Tertangkap di Bandara Lombok, Satpam Selundupkan Sabu dari Batam

Pria asal Batam berinisial AK, 47 tahun dibekuk tim khusus Ditresnarkoba Polda NTB, Minggu (2/8). Pria yang bekerja  sebagai satpam itu ditangkap setelah turun dari pesawat di Bandara Internasional Lombok (BIL).

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Jumlah Pasien Korona NTB dalam Kondisi Kritis Melonjak Drastis

Semakin banyak pasien Covid-19 masuk ke RSUD NTB dalam kondisi parah. ”Pasien datang sudah dalam keadaan gagal napas,” kata Direktur RSUD NTB dr H Lalu Hamzi Fikri usai meninjau pembangunan rumah sakit darurat khusus Covid-19, Rabu  (29/7).

Pathul Bahri, Pasrah Bila tak Diusung Golkar

HL Pathul Bahri enggan menanggapi hasil survei beberapa lembaga yang menempatkan elektabilitasnya nyaris di bawah satu digit. Salah satunya survei Olat Maras Institute yang menempatkannya di angka 13,9 persen. “Ya itu urusan di sana,” katanya.
Enable Notifications.    Ok No thanks