alexametrics
Kamis, 1 Oktober 2020
Kamis, 1 Oktober 2020

Jual Sembako Plus Tempat Nyabu

MATARAM-Penyedia sabu berinisial ES ditangkap tim satresnarkoba Polres Mataram. Dia diringkus  di rumahnya, Negarasakah Timur, Cakranegara,  Selasa (3/9) lalu.

Kapolres Mataram AKBP H Saiful Alam  mengatakan, ES memiliki pekerjaan menjual sembako di rumahnya. Tak disangka, rumahnya itu juga kerap dijadikan sebagai lokasi menghisap sabu. ”ES memiliki kenalan banyak supir trans Jawa-Bali-Nusra,” kata Saiful, kemarin (6/9).

Para supir yang dikenalnya selalu singgah di kawasan tersebut. ES selalu menyediakan tempat menghisap sabu di rumahnya. ”Uangnya dari para supir. Terkadang juga dari Dia (ES, Red) sendiri,” ucapnya.

Apabila uangnya dari para supir, dia hanya diberikan bonus ikut menghisap sabu. ”Dia dikasih hisap sekali atau dua kali saja,” terangnya.

Jika barang haram tersebut miliknya, para supir memberikannya uang sesuai dengan harga. ”Bayarannya, Rp 250 hingga 300 ribu,” ujarnya.

ES membeli narkoba di dua tempat. Yaitu, di Karang Bagu dan Abian Tubuh. ”Memang dua wilayah itu kerap menjadi lokasi transaksi narkoba di Mataram,” ujarnya.

Dari hasil penggerebekan, Satresnarkoba Polres Mataram menemukan beberapa barang bukti. Seperti, tiga bong sabu, puluhan klip, tujuh skop sabu, 14 korek api beserta jarumnya, dua pipa kaca. Serta dua klip berisi sabu. ”Beratnya, 0,64 gram,” jelasnya.

Dari hasil tes urine, ES positif menggunakan narkoba. Penyidik masih mendalami unsur pidananya. ”Untuk sementara ES masih dikatakan sebagai pengguna,” ujarnya.

Sementara itu, tersangka ES mengaku telah mengkonsumsi narkoba selama tiga tahun. Hingga menjadi pengguna akut. “Belum bisa berhenti menggunakan narkoba,” kata ES.

Setelah ditangkap polisi, dia akan berupaya menjauhi narkoba. ”Saya menyesal. Saya janji tidak akan lagi mengkonsumsi narkoba,” katanya di depan Kapolres.

Atas perbuatannya, ES dikenakan pasal 127 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Tindak Pidana Narkotika. Ancaman hukumannya paling lama dua tahun. (arl/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Banyak Manfaat, Petani di Mataram Justru Enggan Terima Kartu Tani

”Ketika daftar, dia berada di titik lahan A dengan luas sekian. Namun, ketika kartu ini keluar, dia sudah mutasi nyewa lahan lain dengan luas berbeda,” jelasnya, Selasa (29/9/2020).

Bisnis Hidroponik, Bantu Perekonomian Warga Kota saat Pandemi

”Mereka bisa jual sendiri, atau bisa juga bermitra dengan kami. Soal pasar, kami yang carikan,” katanya kepada Lombok Post, Rabu (30/9/2020).

Dilantik Lusa, Kontribusi Pemuda Muhammadiyah Kota Mataram Dinanti

"Kita mengambil tema meneguhkan semangat kepemudaan untuk Kota Mataram maju dan religius," kata Ketua PDPM Kota Mataram Iskandar.

Dompu Zona Merah, Simulasi KBM Tatap Muka Dua Sekolah Distop

Rinciannya, SMAN 1 dan 2 Kilo, SMAN 1 dan 3 Pekat, SMAN 1 Kempo, SMKN 1 Manggalewa, SMKN 2 Dompu, dan SMAN 1 Hu’u. Namun, hanya simulasi di SMKN 2 Dompu dan SMAN 1 Hu’u yang dihentikan. ”Pertimbangannya, karena sekolah itu ada di wilayah kota dan dekat kota, sebagai pusat penyebaran Covid-19,” jelasnya.

Cegah Penyakit Jantung di Masa Pandemi

dr. Yusra Pintaningrum, SpJP(K),FIHA,FAPSC,FAsCC

Sah! Gaji dan Tunjangan PPPK Sama dengan PNS

Penantian panjang honorer K2 yang lulus seleksi tes Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2019 lalu akhirnya usai sudah. Payung hukum terkait gaji dan tunjangan PPPK telah diterbitkan.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Zona Hijau Korona di NTB Kian Berat

”Indikatornya lebih tajam lagi. Kemarin, yang dihitung hanya pasien positif (Covid-19) saja. Sekarang probable juga dihitung,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, usai rapat evaluasi penanganan Covid-19, di kantor gubernur NTB, kemarin (28/9).

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks