alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

Jelang Pilkada, Polda NTB Tunda Kasus Terkait Pasangan Calon

MATARAM–Calon kepala daerah yang tersangkut kasus hukum bisa bernapas lega. Kapolri menerbitkan Surat Telegram Nomor ST/2544/VIII/RES.1.24/2020 tertanggal 31 Agustus. ”Surat itu berisi perintah dari Kapolri untuk menunda proses hukum para calon kepala daerah pada Pilkada Serentak 2020,” kata Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto, kemarin (6/9).

Perintah itu harus dijalankan. Jika ada kasus berkaitan dengan paslon bakal ditunda terlebih dahulu. ”Setelah Pilkada baru kembali dilanjutkan penanganan kasusnya,” ujarnya.

Langkah itu untuk mengantisipasi kegaduhan terjadi menjelang Pilkada. Karena, penanganan kasus rentan digunakan sebagai alat politik. ”Kasus rentan digunakan untuk dijadikan kampanye negatif. Bahkan kampanye hitam,” ujarnya.

Tak hanya itu, perintah Kapolri juga memberikan kepastian mewujudkan profesionalisme dan netralitas Polri saat pilkada. Sehingga, Polri tidak ikut dalam berpolitik praktis. ”Semua itu dilakukan untuk menghindari konflik kepentingan bagi kelompok atau pihak tertentu,” tegasnya.

Artanto menjelaskan, semua paslon kepala daerah selama proses pilkada tidak boleh diperiksa penyelidik atau penyidik. Termasuk sebagai saksi. ”Tidak ada upaya pemanggilan yang boleh dilakukan kepolisian terhadap kasus. Semua itu untuk menghindari persepsi berbeda dari lawan calon,” jelasnya.

Namun, berbeda dengan tindak pidana pemilu. Jika tertangkap tangan melakukan sogokan untuk menarik suara dan mengarah pada pidana. ”Itu dapat ditindak,” ujarnya.

Tak hanya itu, tindak pidana yang dilakukan berkaitan dengan keamanan negara atau pidana hukum mati atau seumur hidup tetap akan diselidiki secara tuntas. ”Tidak semua kasus dapat ditunda penanganannya,” ungkapnya.

Diketahui, sebelumnya Polda NTB  mengusut dugaan korupsi penggunaan dana hibah KONI di Kabupaten/Kota.  Notabene, Ketua KONI di beberapa kabupaten/kota dipimpin oleh beberapa pejabat yang juga ikut mencalonkan diri menjadi kepala daerah. (arl/r2)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Pemda di NTB Wajib Daftarkan Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan

"Seluruh tenaga kerja di NTB, baik yang ada di lingkungan pemerintah atau pun swasta, baik sektor formal maupun informal wajib mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan," tegas Wisma.
Enable Notifications    Ok No thanks