alexametrics
Sabtu, 25 Juni 2022
Sabtu, 25 Juni 2022

Setelah Bebas Kasus Curanmor, Masuk Penjara Lagi karena Curi Handphone

MATARAM-Alasan ekonomi membuat FT (inisial, Red) alias Patah kembali berbuat jahat. Pria 34 tahun, asal Kopang, Lombok Tengah, ini ditangkap tim opsnal Polsek Narmada setelah mencuri handphone di wilayah Suranadi, Kecamatan Narmada, Lombok Barat. “Dia mencuri handphone milik anak-anak,” kata Kapolsek Narmada Kompol I Nyoman Nursana, Senin (6/9).

Kini, residivis kasus pencurian kendaraan bermotor itu mendekam di sel tahanan Polsek Narmada untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Dia yang baru keluar penjara empat bulan lalu, dijerat pasal 365 KUHP dan terancam hukuman tujuh tahun penjara.

Nursana mengungkapkan, Patah teridentifikasi telah beraksi di beberapa TKP. Terakhir, dia mencuri handphone milik seorang anak-anak di Suranadi, Kamis (26/8) lalu. ”Pelaku ini spesialis mencuri handphone yang sedang dimainkan anak-anak di pinggir jalan,” katanya.

Baca Juga :  Sindikat Curanmor di Lotim Terbongkar, 24 Motor Hasil Curian Disita

Korban sempat berteriak saat handphonenya dirampas Patah. Tetapi, Patah mengancam dan memukulinya. ”Pelaku juga tidak segan melukai korban saat beraksi jika dalam keadaan terdesak,” bebernya.

Laporan orang tua korban ke Polsek Narmada langsung ditindaklanjuti. Tim opsnal bergerak bersama Tim Puma Polresta Mataram menelusuri keberadaan handphone korban.

Handphone korban diketahui dalam penguasaan seseorang berinisial J. Dari pengakuan J, handphone tersebut dibeli seharga Rp 800 ribu dari Patih. ”Dari informasi itu, kita langsung melakukan pengembangan,” ujarnya.

Patah berhasil diringkus di rumahnya di Kopang, Sabtu dini hari (4/9). Awalnya, pelaku sempat tidak mengakui perbuatannya. Tetapi setelah dikonfrontasi dengan orang tempat menjual handphone, pelaku mengakui perbuatannya.

Baca Juga :  Mataram Jam Malam, Rumah Praktek Dokter di Pagutan Disambangi Pencuri

Uang hasil penjualan barang curiannya sudah habis digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. ”Pelaku mencuri karena alasan ekonomi,” ujarnya. (arl/r1)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/