alexametrics
Selasa, 9 Agustus 2022
Selasa, 9 Agustus 2022

Kasus Bandar Narkoba Kelas Kakap, Kajati NTB Minta Polisi Periksa Robert

MATARAM-Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) NTB Tomo Sitepu angkat bicara mengenai kasus dugaan bandar sabu berinisial NJD alias mandari. Dia meminta penyidik Ditresnarkoba Polda NTB memeriksa Robert.

”Robert ini sebagai saksi kunci. Tetapi tidak ada keterangan Robert di BAP (berita acara pemeriksaan),” kata Tomo, Jumat (7/1).

Dijelaskan, dalam petunjuk yang dikirim jaksa, bukti yang dikumpulkan penyidik tidak memiliki nilai pembuktian. Saksi dan bukti tidak memenuhi pasal 185 KUHAP. “Keterangan saksi tidak disertai barang bukti yang sah,” katanya.

Tomo mengatakan, awal mula nama Mandari muncul dari keterangan GS alias Sandi. Nama Sandi sendiri terkuak berdasarkan keterangan adiknya berinisial RANA alias Agung yang tertangkap dengan barang bukti sabu 1,2 gram dan uang Rp 16,9 juta.

Baca Juga :  Dua Tahun di NTB, WNA Arab Saudi Diduga Jual Narkoba di Kawasan Wisata

Agung mengaku sabu itu didapatkan dari Sandi. Sementara Sandi mengaku memesan barang dari Mandari dan diantarkan Robert. “Memang pengakuan awalnya Sandi mengaku mendapatkan barang dari Mandari. Tetapi di persidangan, dia mencabut keterangan itu. Sandi mengaku mengambil barang dari Robet bukan Mandari,” ungkap Tomo.

Sejauh ini, penyidik Ditresnarkoba Polda NTB hanya memeriksa istri Sandi dan satpam penjaga rumah Mandari. Keterangan mereka pun tidak memiliki nilai pembuktian. ”Sifatnya masih asumsi. Pasal 185 KUHAP tidak terpenuhi,” kata orang nomor satu di Korps Adhyaksa NTB ini.

Begitu juga hasil cellebrite (penyedotan data ponsel)  WhatsApp bernama “Akatsuke” dimana Mandari sebagai admin. Di dalamnya tidak berisi percakapan terkait dengan bisnis narkoba. ”Grup WhatsApp itu sifatnya rahasia. Berisi orang kepercayaan. Tetapi, tidak ada percakapan yang menyangkut transaksi narkoba,” bebernya.

Baca Juga :  Bunuh Polisi, Jinggo 20 Tahun di Bui

Penanganan kasus ini pun mendapat perhatian dari Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri. Tomo mengaku pihaknya sudah ditanya oleh tim dari Bareskrim. ”Kami terangkan sesuai hasil analisa dan fakta yang sudah kita berikan petunjuk ke penyidik,” ujarnya. (arl/r1)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/