alexametrics
Rabu, 21 April 2021
Rabu, 21 April 2021

Pencuri Brankas PMI Lombok Barat Diringkus

MATARAM-Terduga pembobol kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Lombok Barat (Lobar) berinisial HM alias US alias Songak ditangkap Minggu dini hari (7/3/2021). Setelah sebulan lebih buron, residivis itu ditangkap di tempat persembunyiannya oleh Tim Puma Polda NTB. ”Tim Puma menangkapnya di wilayah Sakra, Lombok Timur,” kata Dirreskrimum Polda NTB Kombes Pol Hari Brata, Minggu (7/3/2021).

Songak membobol kantor PMI Lobar, Minggu (21/2/2021) lalu. Pria asal Jempong, Mataram, itu mengambil sebuah brankas berisi uang Rp 633,5 juta, tiga BPKB mobil, satu lembar sertifikat tanah, serta berkas lainnya. “Total kerugian Rp 722,5 juta. Uang cash tersebut merupakan uang kas PMI,” kata Hari.

Sebelum menangkap Songak, Tim Puma melakukan penyelidikan secara matang. Apalagi Songak dikenal licin.

Setelah memastikan Songak berada di Desa Songak, Kecamatan Sakra, Lotim, Tim Puma langsung bergerak. ”Pelaku bersembunyi di rumah keluaganya,” jelasnya.

Saat hendak ditangkap, Songak melarikan diri melalui atap rumah yang dijebol. ”Karena tempat persembunyiannya berlokasi di perumahan padat penduduk. Tim mengalami sedikit kesulitan,” tutur Hari.

Namun dengan persiapan yang cukup matang, Songak berhasil ditangkap dengan upaya paksa. Saat ditangkap, Songak berusaha melawan dan merebut senjata polisi.

Polisi melumpuhkannya dengan menembak kakinya. Songak pun menyerah dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara.

”Karena membahayakan, kami melakukan tindakan tegas dan terukur. Masyarakat desa keluar dari rumahnya dan ingin menghakimi Songak. Kami berhasil mengevakuasi pelaku,” kata Hari.

Saat diinterogasi, Songak mengaku mendapatkan bagian Rp 300 juta dari aksi kejahatannya itu. Sebagian uang tersebut digunakan untuk membeli sepeda motor Kawasaki KLX seharga Rp 22,3 juta. ”Sepeda motor yang dibeli dari hasil kejahatan sudah diamankan,” katanya.

Saat ini polisi masih terus mengembangkan kasus tersebut. Mencari tahu dengan siapa saja Songak beraksi dan uang hasil kejahatan sudah digunakan untuk apa saja. ”Kita masih terus kembangkan kasus ini,” kata dia.

Songak dijerat pasal 363 KUHP. Ancaman hukuman tujuh tahun penjara. (arl/r1)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications   OK No thanks