alexametrics
Jumat, 14 Agustus 2020
Jumat, 14 Agustus 2020

Jaksa Sebut Sembilan Polisi di Lotim Tak Berniat Bunuh Zainal

MATARAM-Penganiayaan yang menyebabkan Zainal Abidin meninggal yang  dilakukan sembilan polisi perlu diawasi. Tuntutan satu tahun terhadap sembilan terdakwa itu diprotes pihak keluarga Zainal. ”Tuntutan itu sangatlah tidak sesuai dengan nilai keadilan,” keluh Yan Mangandar selaku penasihat hukum keluarga Zainal Abidin, Senin (6/4) lalu.

Merasa tidak puas dengan tuntutan jaksa penuntut umum (JPU), pihak keluarga menyiapkan surat. Keluarga Zainal didampingi tim BKBH FH Unram bakal melayangkan surat ke Jamwas Kejagung dan Komisi Kejaksaan. ”Kalau surat ke Jamwas kita kirim besok (7/4),” jelasnya.

Surat tersebut nanti akan dikirim melalui Kejati NTB dengan diteruskan ke pihak  Jaksa Muda Bidang Pengawasan (Jamwas) Kejagung. ”Nanti kita juga kirim secara online ke Jamwas,” ujarnya.

Mereka meminta Jamwas untuk turun memeriksa jaksa penuntut umum (JPU) yang menuntut sembilan polisi yang menjadi terdakwa dalam kasus tersebut. ”Ya, kita bersurat untuk itu (pemeriksaan),” jelasnya.

Tak hanya itu, Yan Mangandar juga bakal bersurat ke Pengadilan Negeri Selong. Selanjutnya, akan ditembuskan ke pihak Pengawas Mahkamah Agung dan Komisi Yudisial. ”Kita surati agar majelis hakim yang menyidangkan perkara tersebut mempertimbangkan rasa keadilan untuk masyarakat,” harapnya.

Juru Bicara Kejati NTB Dedi Irawan mempersilakan upaya pihak keluarga Zainal bersurat ke kejaksaan. Karena itu hak masyarakat. ”Suratnya nanti kita proses sebagaimana mestinya,” kata Dedi.

Dedi menepis tudingan JPU tidak profesional melakukan tuntutan. Tuntutan yang dilayangkan JPU itu sudah sesuai dengan fakta persidangan. ”Kami menuntut secara profesional. Sesuai fakta yang terungkap di persidangan,” klaimnya.

Perlu diketahui, insiden meninggalnya Zainal setelah dipukul sembilan anggota polisi tersebut bermula dari Zainal memukul seorang anggota polisi yang berjaga di Satlantas Polres Lotim. Lalu polisi tersebut meminta tolong. ”Polisi lain yang sedang berjaga membantu polisi yang dipukuli Zainal,” jelasnya.

Polisi yang lain menganggap Zainal sebagai teroris. Karena, almarhum Zainal datang memukul polisi tersebut. ”Sehingga, polisi yang lain ikut memukuli Zainal,” ungkapnya.

Hingga almarhum tersebut tak sadarkan diri. Lalu almarhum dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. ”Tiga hari setelah dirawat baru Zainal meninggal,” ujarnya.

Fakta berikutnya, terdapat bukti surat pernyataan dari keluarga Zainal. Kedua orang tua telah menandatangani surat pernyataan tidak akan menuntut pihak manapun. “Pihak keluarga sadar insiden itu merupakan musibah,” terangnya.

Sembilan terdakwa memukul Zainal berdasarkan Protap Mabes Polri. Karena almarhum menyerang anggota polisi. ”Apa yang dilakukan sesuai Protap,” klaimnya.  

Dari rentetan peristiwa tersebut, JPU berkesimpulan tidak sembilan terdakwa tidak memiliki niat untuk membunuh. ”Mens rea (niat jahat) tidak ada,” jelasnya.

Sembilan terdakwa itu juga telah menyesali dan mengakui kesalahannya. Atas pertimbangan itulah JPU menuntut sembilan polisi itu dengan tuntutan satu tahun penjara. ”Kita menuntut dengan Pasal 351 ayat (3) juncto Pasal 55 Ayat 1 ke 1 KUHP tentang penganiayaan yang mengakibatkan orang lain meninggal dunia,” bebernya. (arl/r2

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Belajar Tatap Muka Harus Ada Izin Orang Tua Siswa

TALIWANG- Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) HW. Musyafirin menegaskan belajar tatap muka di sekolah di tengah covid-19 bisa saja digelar. Tetapi syaratnya harus ada izin atau persetujuan orang tua siswa.

Lima Daerah di NTB Alami Kekeringan Parah, Ini Daftarnya

Lima daerah di NTB mengalami kekeringan ekstrem dengan status awas. Yaitu Kabupaten Dompu, Bima, Sumbawa, Sumbawa Barat, dan Lombok Timur. ”Masyarakat  kami imbau mewaspadai dampak dari kekeringan,” kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Lombok Barat Luhur Tri Uji Prayitno, kemarin (11/8).

Tertular Korona, Satu Anggota DPRD Lombok Timur Diisolasi

SELONG-Salah seorang anggota DPRD Lotim berinisial SM terpapar covid-19. “Ya, ada anggota kami yang dikonfirmasi positif,” kata Wakil Ketua DPRD Lotim H Badran Achsyid membenarkan informasi tersebut saat dihubungi Lombok Post, Selasa (11/8).

Soal Wifi Gratis Dewan Mataram : Pak Sekda Jangan Siap-Siap Saja!

Niat DPRD Kota Mataram untuk memasang wifi gratis di setiap lingkungan segera terealisasi. “Pak Sekda sudah bilang siap. Tapi saya bilang jangan siap-siap saja. Harus segera, karena anak-anak sangat butuh,” terang Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Mataram Nyayu Ernawati.

Lale-Yusuf atau Pathul-Nursiah, Siapa Didukung Golkar di Loteng?

MATARAM-Tampilnya H Yusuf Saleh mendampingi Lale Prayatni atau Lale Sileng membuat dinamika politik di Lombok Tengah (Loteng) semakin dinamis. Tidak hanya untuk peta perebutan kursi Kepala Daerah tetapi untuk arah dukungan partai Golkar.

H Masrun : TGH Saleh Hambali Harus Jadi Pahlawan Nasional

PRAYA-Kiprah dan nama besar ulama NU TGH Saleh Hambali tercatat dalam sejarah. Tokoh ulama karismatik yang berkontribusi nyata dalam membangun pendidikan dan semangat kebangsaan di Lombok, NTB.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Penggali Kubur LNS di Mataram Sakit, Arwah Minta Organ Dikembalikan

Penyidik telah melakukan otopsi terhadap jenazah Linda Novita Sari (LNS) maha siswi unram yang diduga jadi korban pembunuhan. Bagian tubuh LNS diambil dokter forensik untuk proses pemeriksaan.

Berkarya Pecah, Baihaqi-Diyah Terancam

MATARAM-Dualisme kepengurusan di DPP Partai berkarya berimbas ke daerah. terutama bagi Paslon yang sebelumnya menerima SK dukungan dari kepengurusan Berkarya terdahulu. Salah satunya pasangan H Baihaqi-Hj Baiq Diyah Ratu Ganefi (Baru) di Pilwali Mataram.

Ayo, Pekerja NTB Setor Nomor Rekening Dapat Bantuan Rp 600 Per Bulan

Para pekerja yang merupakan karyawan swasta di NTB tak boleh ketinggalan. Bagian Sumber Daya Manusia (HRD) di setiap perusahaan di NTB diingatkan agar proaktif menyetorkan rekening karyawan untuk mendapatkan bantuan Rp 600 ribu per bulan dari pemerintah.
Enable Notifications.    Ok No thanks