alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

Otak Pencurian Barang di Sejumlah Truk Ekspedisi di Lombok Tertangkap

MATARAM—Terduga pelaku  pembobolan gudang ekspedisi Adrian (AD) alias Babah diringkus Tim Opsnal Polsek Cakranegara, Rabu malam (6/5). Pemuda berusia 20 tahun itu diringkus di kawasan Dasan Cermen, Mataram.

Dari pantuan Lombok Post, AD sudah menjadi target operasi sejak pekan lalu. Namun, dia berhasil kabur dari operasi penangkapan.

Sekitar pukul 21.00 Wita, tim mulai bergerak. Saat disambangi ke rumahnya di Dasan Cermen, AD tak berada di tempat.

Tim opsnal bergerak ke selatan lampu merah Dasan Cermen. Ternyata AD sedang duduk di komplek pertokoan. Tak diketahui tujuannya untuk apa.

Polisi lekas mengendap dan melakukan penyergapan. Rupanya AD menyadari dirinya tengah diburu. Ia berlari. ”Jangan kabur kamu,” peringat salah satu polisi.

”Duaar, duaarr,” tim memberikan tembakan peringatan.

Namun pelarian AD akhirnya terhenti. Salah satu polisi yang melaju ke arah selatan jalan berhasil  menarik bajunya. AD  tersungkur.

Saat akan diborgol, dia sempat berupaya melawan petugas. Namun petugas yang tak ingin kehilangan buruan melakukan kuncian. AD tak berkutik lagi. “Jangan bergerak kamu,” peringat salah satu tim.

Kapolsek Cakranegara AKP Zaky Maghfur mengatakan, pelaku ini cukup licin. Dia sudah diintai keberadaannya sejak pekan lalu. ”Dia ini spesialis pembobol gudang ekspedisi,” kata Zaky usai penangkapan.

Saat beraksi dia tak sendirian. Dia bekerja bersama tiga orang rekannya. ”Sebelumnya kita sudah tangkap satu orang. Sekarang tinggal dua orang yang masih kita kejar,” bebernya.

AD telah mengakui perbuatannya. Dia sudah beraksi di beberapa tempat. ”Total dia pernah memetik barang ekspedisi di tujuh lokasi di wilayah hukum Cakranegara,” ujarnya.

Modusnya, mereka mengambil barang di truk dan di gudang ekspedisi. Dia mengincar truk yang sedang parkir di luar gudang terutama di pinggir jalan. ”Truk lintas provinsi itu terkadang parkir di pinggir jalan. Maklum supirnya terkadang lelah dan butuh istirahat,” ujarnya.

Ketika dia melihat supir lengah, isi truknya dibongkar. Mereka membuka terpal atau pembungkus barang yang dimuat truk. ”Sebagian isi truk itu diambilnya,” kata dia.

Dia menjual hasil barang curiannya ke beberapa grosir sembako. Dijualnya dengan harga miring. ”Sekali beraksi dia bisa mendapatkan uang hingga Rp 20 juta,” ungkapnya.

AD mengaku mulai beraksi sekitar pukul 04.00 Wita. Dia berkeliling mencari truk yang parkir di tepi  jalan. ”Kalau ada supir yang lengah kita ambil barangnya,” ujarnya.

Dalam setiap aksi AD bertugas  menurunkan barang. Dia juga bertindak sebagai penjual barang. ”Tugas kita masing-masing lain. Ada yang membuka terpal, dan menunggu barang dibawah truk,” akunya.(arl/R2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Hari Pertama Razia Masker di NTB, Pemda Kumpulkan Denda Rp 9,1 Juta

Sebanyak 170 orang tidak menggunakan masker terjaring razia di hari pertama penerapan sanksi denda bagi pelanggar protokol kesehatan di seluruh NTB, kemarin (14/9). Dari para pelanggar di semua titik operasi ini, Badan Pendapatan Daerah NTB pun mengumpulkan uang sebesar Rp 9,1 juta.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.
Enable Notifications    Ok No thanks