alexametrics
Jumat, 10 Juli 2020
Jumat, 10 Juli 2020

Bermasalah, Kejari Mataram Usut Penggunaan Dana Desa Sesait

MATARAM-Kejari Mataram telah menerima laporan dugaan penyalahgunaan dana desa Sesait, Kayangan, Kabupaten Lombok Utara (KLU). ”Kita akan turun menyelidiki kasus itu,” kata Kasi Pidsus Kejari Mataram Wayan Suryawan, Jumat (5/6) lalu.

Tentunya, proses penyelidikannya akan dilakukan melalui pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) dan pengumpulan data (puldata). ”Kita masih pelajari data yang diterima terlebih dahulu,” jelasnya.

Rencananya, dalam waktu dekat bakal turun mengklarifikasi data yang sudah diterima. Langkah itu untuk memastikan apakah ada perbuatan melawan hukumnya atau tidak. ”Tunggu saja seperti apa hasilnya,” ujarnya.

Mencuatnya dugaan penyalahgunaaan dana desa tersebut berawal dari tak bisa terbitnya dana desa setempat. Karena, laporan pertanggungjawaban (LPJ) pengelolaan dana desa Rp 2 miliar belum disetorkan. ”Hal itu menjadi temuan Inspektorat KLU,” jelasnya.

Sementara itu, Kades Sesait Susianto menyebutkan saat Sertijab menjadi Kades, 20 Januari 2020 lalu pihaknya tidak pernah menerima LPJ penggunaan anggaran tahun 2019. Hal itu menyebabkan, mereka mendapatkan teguran dari Bupati. ”Dokumen LPJ tahun 2019 tidak diserahkan dalam Sertijab,” kata Susianto yang tertuang dalam surat laporan permohonan pemeriksaannya di Kejari Mataram.

Inspektorat KLU juga telah meminta Pemdes sebelumnya untuk menyerahkan susunan laporan keuangan yang dilengkapi bukti transaksi pembelanjaan tahun 2019. Namun, sampai sekarang belum juga diserahkan. ”Kami juga telah bersurat ke BPKP untuk meminta bantun pemeriksaan terhadap penggunaan anggaran tahun 2019,” papar Susianto dalam laporannya di Kejari Mataram.

Dalam proyek fisik yang dijalankan Desa Sesait tahun 2019 terpampang beberapa kegiatan. Seperti pembangunan proyek widen peresean Rp 640 juta, pembukaan jalan baru Rp 420 juta, dan pembenahan Polindes. ”Kami belum bisa memberikan data rinci karena salinan dokumen penggunaan anggran belum dipegang,” bebernya.

Susianto menerangkan, pada 2020  Desa Sesait akan mendapatkan anggaran Rp 4,52 miliar. Terdiri dari DD sebesar Rp 2,67 miliar;  ADD sebesar Rp 1,56 miliar, dan bagi hasil pajak dan retribusi daerah (BHPRD) sebesar Rp 284,96 juta. (arl/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Dorong Kampung Sehat, Polda NTB Gelar Panen Raya di Kembang Kuning

Polda NTB menggelar panen raya di Desa Kembang Kuning, Kecamatan Sikur, Lombok Timur, kemarin (9/7). Panen raya ini bagian dari program Kampung Sehat yang dinisiasi Polda NTB yang salah satu tujuannya mewujudkan ketahanan pangan NTB di tengah pandemi Covid-19.

Polres KSB Launching Transportasi Sehat

Polres Sumbawa Barat punya terobosan lain dalam mensukseskan Lomba Kampung Sehat

Kampus Belum Boleh Buka, Mahasiswa Belajar dari Rumah

Kemenag tidak tergesa-gesa mengizinkan perguruan tinggi keagamaan Islam (PTKI) membuka kuliah tatap muka. Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kemenag Arskal Salim mengatakan kuliah tatap muka baru diizinkan saat semester genap tahun akademik 2020-2021 nanti.

Pecah Rekor, Sehari Penularan Korona Capai 2.567 Kasus

KASUS positif infeksi Covid-19 lagi-lagi mencetak rekor terbaru dengan pernambahan 2.567 orang pada periode 8 hingga 9 Juli 2020. Jumlah ini lebih dari 2 kali lipat rata-rata pertumbuhan kasus seribu orang per hari dalam dua minggu terakhir.

Akurasi Alat Rapid Test Buatan NTB Mampu Saingi Produk Impor

Indonesia akhirnya resmi melaunching alat rapid test inovasi dalam negeri. Diberi nama RI-GHA Covid-19, alat ini diklaim memiliki akurasi nyaris sempurna.

Menyoal Pengetahuan dalam Penanganan Covid-19 Menghadapi New Normal

KASUS covid-19 sudah lebih dari empat bulan berjalan sejak kasus pertama, tanda-tanda penurunan belum juga terlihat. Prediksi para ahli terancam gagal, usaha-usaha pemerintah melalui program stimulus ekonomi dan bantuan sosial lainnya belum mampu mengatasi dampak ekonomi dan sosial covid-19.

Paling Sering Dibaca

Jika Masih Tak Patuh, Seluruh Pasar di Mataram Bakal Ditutup Paksa

akil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah mengancam akan menutup pasar yang mengabaikan protokol kesehatan. Ancaman tersebut disampaikan Wagub saat menggelar inspeksi mendadak di Pasar Mandalika, kemarin (8/7). Dia mendapati langsung banyak pedagang dan pembeli tidak mengenakan masker.

Zona Merah Korona, Wagub NTB : Mana Pol PP Mataram, Kenapa Sembunyi?

Pemkot Mataram dinilai lemah dalam merespon dan menangani Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun begitu geregetan. Meski zona merah dengan kasus positif dan kematian tiap hari, penerapan protokol kesehatan di ibu kota justru sangat longgar. Tak lagi ada pengawasan macam sedang tidak terjadi apa-apa.

Istri Model Suami Youtuber, Bantah Cari Sensasi “Mahar Sandal Jepit”

Pernikahan dengan mahar sandal jepit Iwan Firman Wahyudi dan Helmi Susanti bukan bermaksud mencari  sensasi di media sosial. Menurut mereka ikatan mereka tulus beralas kasih sayang.

Pilbup Loteng, Lale Prayatni Mulai Goyang Posisi Pathul Bahri

Lobi politik tersaji di DPP Partai Gerindra. Dari informasi yang dihimpun Lombok Post, diam-diam SK Gerindra dibidik Prayatni melalui ‘lorong’ Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo.

Turun dari Rinjani, Warga Lombok Tengah Tewas Jatuh ke Jurang

Pendakian di Gunung Rinjani kembali memakan korban jiwa. Sahli, 36 tahun, warga Desa Tampak Siring, Lombok Tengah meninggal setelah terjatuh ke jurang di kawasan Gunung Rinjani, Senin (6/7).
Enable Notifications.    Ok No thanks