alexametrics
Jumat, 10 Juli 2020
Jumat, 10 Juli 2020

Cegah Covid 19, Aparat Keamanan Razia Sejumlah Kafe di Mataram

MATARAM-TNI, Polri, bersama Satpol PP melakukan razia ke  sejumlah kafe di Kota Mataram, Sabtu malam (6/6). Tim bergerak mulai pukul 20.00 Wita.

Mereka menyisir tiga kafe di Jalan Gora Lingkungan Sindu, Cakra Utara, Cakranegara, Mataram. “Operasi ini dilakukan untuk memperketat aturan pemerintah mengenai PSBL (Pembatasan Sosial Berbasis Lingkungan,” kata Kabag Ops Polresta Mataram Kompol Taufik, usai operasi.

Operasi yang dilakukan itu dilakukan dengan preventif. Memberikan imbauan terhadap para pengunjung yang datang ke cafe. ”Para pengunjung banyak tidak mentaati protokol Covid-19,” jelasnya.

Mereka tidak mengenakan masker dan berdekat-dekatan. Mereka yang tidak mematuhi protokol itu diminta untuk pulang. ”Bahkan, kita minta cafenya untuk ditutup jika tidak mematuhi PSBL,” kata dia.

Tak hanya itu, kafe itu bukan saja menyediakan untuk makan dan minum. Pemilik cafe menyediakan minuman beralkohol. ”Itu yang dilarang. Kalau menjual makanan saja sih tidak masalah,” keluhnya.

Sehingga, tim menyita beberapa botol minuman keras (miras). Seperti, bir dan tuak (miras tradisional). ”Kita sita karena izin mereka hanya cafe biasa,” terangnya.

Saat akan disita, pemilik kafe protes. Karena, mereka baru mulai membuka usahanya selama masa pandemi. ”Kita berikan kebijakan dulu untuk tidak menyita seluruhnya. Tetapi, jika hal itu terulang lagi kita akan melakukan tindakan tegas,” tegasnya.

Taufik mengatakan, kebanyakan  pengunjung cafe bukan warga Kota Mataram. Mereka berasal dari Lombok Timur dan Lombok Tengah. ”Mereka datang kesini (Mataram), hanya untuk minum-minum,” jelas Kabag Ops.

Pasi Ops Kodim 1606 Lobar Mayor Abdul Haris mengatakan, pemerintah telah menganjurkan untuk tetap memberlakukan protokol Covid-19. Pengunjung harus menggunakan masker dan mencuci tangan. ”Ini malah pengusaha tidak memberlakukan protokol Covid-19,” ujarnya.

Bahkan Kota Mataram telah memberlakukan jam malam. Toko atau cafe harus tutup hingga pukul 21.00 Wita. ”Ini bukanya hingga larut malam,” ungkapnya. (arl/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Dorong Kampung Sehat, Polda NTB Gelar Panen Raya di Kembang Kuning

Polda NTB menggelar panen raya di Desa Kembang Kuning, Kecamatan Sikur, Lombok Timur, kemarin (9/7). Panen raya ini bagian dari program Kampung Sehat yang dinisiasi Polda NTB yang salah satu tujuannya mewujudkan ketahanan pangan NTB di tengah pandemi Covid-19.

Polres KSB Launching Transportasi Sehat

Polres Sumbawa Barat punya terobosan lain dalam mensukseskan Lomba Kampung Sehat

Kampus Belum Boleh Buka, Mahasiswa Belajar dari Rumah

Kemenag tidak tergesa-gesa mengizinkan perguruan tinggi keagamaan Islam (PTKI) membuka kuliah tatap muka. Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kemenag Arskal Salim mengatakan kuliah tatap muka baru diizinkan saat semester genap tahun akademik 2020-2021 nanti.

Pecah Rekor, Sehari Penularan Korona Capai 2.567 Kasus

KASUS positif infeksi Covid-19 lagi-lagi mencetak rekor terbaru dengan pernambahan 2.567 orang pada periode 8 hingga 9 Juli 2020. Jumlah ini lebih dari 2 kali lipat rata-rata pertumbuhan kasus seribu orang per hari dalam dua minggu terakhir.

Akurasi Alat Rapid Test Buatan NTB Mampu Saingi Produk Impor

Indonesia akhirnya resmi melaunching alat rapid test inovasi dalam negeri. Diberi nama RI-GHA Covid-19, alat ini diklaim memiliki akurasi nyaris sempurna.

Menyoal Pengetahuan dalam Penanganan Covid-19 Menghadapi New Normal

KASUS covid-19 sudah lebih dari empat bulan berjalan sejak kasus pertama, tanda-tanda penurunan belum juga terlihat. Prediksi para ahli terancam gagal, usaha-usaha pemerintah melalui program stimulus ekonomi dan bantuan sosial lainnya belum mampu mengatasi dampak ekonomi dan sosial covid-19.

Paling Sering Dibaca

Jika Masih Tak Patuh, Seluruh Pasar di Mataram Bakal Ditutup Paksa

akil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah mengancam akan menutup pasar yang mengabaikan protokol kesehatan. Ancaman tersebut disampaikan Wagub saat menggelar inspeksi mendadak di Pasar Mandalika, kemarin (8/7). Dia mendapati langsung banyak pedagang dan pembeli tidak mengenakan masker.

Zona Merah Korona, Wagub NTB : Mana Pol PP Mataram, Kenapa Sembunyi?

Pemkot Mataram dinilai lemah dalam merespon dan menangani Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun begitu geregetan. Meski zona merah dengan kasus positif dan kematian tiap hari, penerapan protokol kesehatan di ibu kota justru sangat longgar. Tak lagi ada pengawasan macam sedang tidak terjadi apa-apa.

Istri Model Suami Youtuber, Bantah Cari Sensasi “Mahar Sandal Jepit”

Pernikahan dengan mahar sandal jepit Iwan Firman Wahyudi dan Helmi Susanti bukan bermaksud mencari  sensasi di media sosial. Menurut mereka ikatan mereka tulus beralas kasih sayang.

Pilbup Loteng, Lale Prayatni Mulai Goyang Posisi Pathul Bahri

Lobi politik tersaji di DPP Partai Gerindra. Dari informasi yang dihimpun Lombok Post, diam-diam SK Gerindra dibidik Prayatni melalui ‘lorong’ Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo.

Turun dari Rinjani, Warga Lombok Tengah Tewas Jatuh ke Jurang

Pendakian di Gunung Rinjani kembali memakan korban jiwa. Sahli, 36 tahun, warga Desa Tampak Siring, Lombok Tengah meninggal setelah terjatuh ke jurang di kawasan Gunung Rinjani, Senin (6/7).
Enable Notifications.    Ok No thanks